EdBell

EdBell
Bab 71



Sore hari, Varo dan Elena pulang ke rumah mereka. Varo menggendong Elena ke dalam mobil karena Elena tidak sanggup lagi berjalan. Elena benar-benar kesal dengan Varo, katanya bermain lembut, tapi malah sebaliknya. Tapi Elena mengakui, setiap sentuhan Varo benar-benar membuat dia gila, dia jadi ingin lebih dan lebih.


Didalam mobil, Elena memutar lagu dengan volume yang lumayan kuat. Ia mengambil selimut dari bangku belakang dan memakai nya. Elena mulai menutup matanya, ia sangat mengantuk karena kelelahan.


"Mau tidur sayang?" Tanya Varo sambil fokus menyetir.


"Yaaa"


"Apa tadi sangat menyenangkan sehingga membuat mu mengantuk?"


"Aku sangat senang sampai-sampai kelelahan dan kelelahan itu membuat ku mengantuk dan ingin tidur!" Ucap Elena.


"Kamu tidak perlu marah mengatakan nya. Tidur lah, masih ada malam yang panjang" Ucap Varo sambil mengelus kepada Elena.


"Aku tidak mau bermain nanti malam!" Ucap Elena lalu kembali menutup kedua matanya.


"Baik, aku akan mencari wanita lain" Canda Varo.


Elena membuka kedua matanya, lalu menatap Varo dengan tajam.


"Awas aja kalau kesampaian" Ucap Elena.


"Tenang lah sayang, aku hanya bercanda" Ucap Varo.


"Tidak ada kata bercanda untuk hal yang seperti itu. Hum Elena mau tidur! Jangan coba-coba menghubungi wanita lain!"


"Iya ga akan, tidurlah"


"Kalau sudah sampai bangunin ya Kak"


"Iya"


5 menit kemudian Elena sudah tertidur nyenyak. Varo menutup semua kaca mobil, ia tidak mau ada orang lain yang melihat gaya tidur Elena.


Sungguh gadis kecil yang imut. Batin Varo.


Setelah di tengah perjalanan, Varo merasa lelah dan ingin beristirahat sebentar. Ia melihat ada cafe di dekat situ, ia memarkirkan mobil, kemudian masuk ke dalam cafe. Varo tidak mengajak Elena karena Elena masih tertidur nyenyak.


Saat Varo masuk ke dalam cafe, dia langsung menjadi perhatian banyak wanita. Varo mengambil tempat duduk yang bisa melihat mobil nya dari situ. Wanita yang duduk di depan Varo merasa kalau Varo menyukai dia, soalnya banyak tempat duduk yang kosong, tapi Varo memilih tempat itu.


Sambil menunggu pesanan Varo, ia membuka ponsel nya dan melihat chat dari asisten nya. Asisten nya sungguh pengertian, ia menyuruh Varo untuk berbulan madu dulu baru kembali bekerja.


Tak lama menunggu, pesanan Varo akhirnya datang. Perlahan Varo meminum kopi nya sambil membaca berita terbaru. Wanita yang melihati Varo semakin terpesona kepada nya.


Wanita yang duduk di depan Varo tidak tahan lagi untuk mengungkapkan perasaan nya. Dia memberanikan diri, lalu duduk tepat di hadapan Varo.


"Ha-Hai! Boleh berkenalan?" Tanya wanita itu dengan jantung yang berdetak kencang.


"Langsung ke intinya" Jawab Varo dengan wajah datar.


Wanita itu memegang kedua tangan Varo.


"A-aku,,"


Di dalam mobil.


"Uhmm, huamm" Elena menguap.


"......"


"Kakak?!"


"....."


Dengan terpaksa Elena harus membuka kedua matanya. Elena merasakan kalau mobil sedang berhenti, ia baru sadar kalau Varo tidak ada di dalam mobil. Elena melihat dari dalam mobil kalau mereka sedang di cafe. Elena mencari keberadaan Varo dan tak berapa lama ia menemukan Varo sedang berbicara dengan seorang wanita dan saling memegang tangan.


Dengan kesal Elena turun dari mobil, kemudian ia menghampiri Varo dan wanita itu ke dalam cafe.


"Aku menyukai mu" Ucap wanita itu dengan wajah merah nya.


"Cieee, cieee. Terima, terima, terima" Para orang yang ada di dalam cafe bersorak-sorai.


Sebelum menjawab wanita itu, Varo melepaskan tangan nya dari tangan wanita itu.


Apa-apaan ini?!! Batin Elena kesal.


"Kakak!!" Ucap Elena dengan mata berkaca-kaca lalu duduk di pangkuan Varo.


Mereka yang ada di dalam cafe terdiam.


"Siapa dia? Merusak suasana saja" Ucap mereka.


"Apa dia adik mu?" Tanya wanita itu dengan sedikit kesal.


Elena senang mendengar pertanyaan wanita itu.


"Kakak kenapa kamu meninggalkan aku sendirian di dalam mobil? Apa kamu tidak mencintai istri mu ini lagi sehingga kamu mencari wanita lain?" Ucap Elena yang membuat mereka semua terdiam.


"Sayang, aku tadi mau menolak nya, tapi kamu tiba-tiba datang" Jawab Varo.


Wanita yang ada di depan Varo terkejut, ia benar-benar tidak percaya kalau Elena adalah istri Varo.


"Hei anak kecil, kamu itu menganggu kami, tolong lah beri waktu nya sebentar" Ucap wanita itu kepada Elena.


"Apa kamu mau di panggil wanita perebut suami orang? Lagi pula aku sedang mengandung anak kami. Kamu masih tidak percaya kami sudah menikah?" Ucap Elena dengan senyum sinis nya.


"Ti-tidak! Kau pasti berbohong!"


"Suami ku sepertinya dia sudah gila. Kita tidak punya waktu untuk menghadapi manusia gila. Kita pulang saja ya?" Ucap Elena.


"Baik. Kita pulang" Jawab Varo lalu menggendong Elena keluar dari cafe.


Setelah mereka amati, ternyata dua orang tadi adalah Elena dan Alvaro. Di berita mereka memang sudah menikah, wanita tadi merasa sangat malu, ia benar-benar tidak tau mau di mana di taruh muka nya.


"Elena ga mau bahas masalah tadi, Elena mau menikmati pemandangan!" Ucap Elena saat mobil sudah jalan.


"Baiklah"


"Oh ya kakak, nanti berhenti ya, Elena mau beli kebab" Ucap Elena.


"Siap bos kecil" Jawab Varo sambil bercanda.