EdBell

EdBell
Bab 68



"Uhm"


"Sa-sakit Kak"


"Sedikit lagi sayang" Ucap Varo sambil menahan kedua tangan Elena.


"Elena ga kuat" Ucap Elena dengan mata berkaca-kaca.


"Tahan, sedikit lagi" Ucap Varo sambil mencium bibir Elena.


Kalau gini Elena bisa mati. Batin Elena ketakutan.


"Nghhh, sakit"


"Jangan takut, sudah masuk semua" Ucap Varo sambil mencium kening Elena.


"Kakak, Elena ga mau lagi. Elena mau tidur, mau tidur!"


"Sudah masuk semua sayang. Mau saya keluarin lagi?"


"Gatau, pokoknya sakit, sakit! Elena ga mau, ga mau!"


Varo mengelus kepala Elena.


"Tidak akan sakit. Nikmati saja sayang"


Perlahan Varo mulai menggoyangkan pinggulnya.


"Uhm aghh"


Karena kesakitan, Elena mencakar punggung Varo. Elena benar-benar tidak menyangka akan sesakit ini.


"Elena, uhmm!"


"Ka-kakak"


"Elena merasa tidak nyaman Kak"


"Ka-kak ga nyaman, Elena ga mau lagi, berhenti!!"


"Sedikit lagi sayang!"


"Kakak jangan di percepat, sakit!!"


"Biar selesai sayang, uhm!"


"Ka-kak"


"Arghh!"


"Kak kenapa seperti ada yang masuk?" Tanya Elena.


"Karena punya saya sudah keluar" Jawab Varo.


"Ha?"


"Seperti nya kamu terlalu lelah, sehingga menjadi bodoh"


"Elena dah bisa tidur?"


"Tidurlah"


"Tapi keluarkan dulu Kak, tidak nyaman"


Perlahan Varo mengeluarkan miliknya dari milik Elena.


"Sudah, tidurlah sayang" Ucap Varo sambil mencium kening Elena.


"Elena mau di peluk sama Kakak"


Varo tersenyum kemudian memeluk Elena.


Hahaha Elena sangat lucu. Batin Varo.


Keesokan pagi


Alex dan Elizabeth bersama-sama membuat sarapan untuk mereka. Selama ini hubungan mereka memang baik-baik saja, tapi sikap Alex lebih dingin dari biasanya.


"Sudah selesai?" Tanya Alex.


"Tidak usah, mungkin mereka masih kelelahan semalam"


"Em iya"


"Yasudah, ayo sarapan" Ucap Alex.


"Iya" Jawab Elizabeth.


Elizabeth dan Alex sarapan bersama. Kini suasana menjadi sepi dan canggung. Biasanya saat makan mereka berbicara walaupun sedikit. Tapi semenjak beberapa hari yang lalu, semua terasa berubah.


"Aku mau ngomong sesuatu" Ucap Alex.


"Em iya?"


Alex mengambil kontrak dia dan Elizabeth.


"Itu untuk apa?" Tanya Elizabeth.


Kreekk


Alex merobek kontrak mereka di depan Elizabeth. Elizabeth terkejut dengan apa yang di lakukan Alex. Entah kenapa, hati nya terasa sangat sedih.


Alex mendekati Elizabeth lalu duduk di samping nya. Ia memegang kepala Elizabeth lalu meletakkan nya di pundak nya.


"Berpacaran lah dengan ku" Ucap Alex dengan penuh keberanian.


"Maksud kamu?" Tanya Elizabeth balik.


"Aku menyukai mu" Jawab Alex dengan malu.


"Apa aku bisa percaya?" Tanya Elizabeth.


"Aku tau kamu belum bisa menerima ku. Tapi aku akan berusaha membuat kamu menyukai ku"


"Maaf, aku tidak menyukai mu, aku hanya menginginkan uang mu untuk perawatan Nenek"


"Apa cuma untuk itu?"


"Kau pikir? Kalau bukan demi Nenek, aku tidak akan bersama mu"


"Aku akan membuat mu mau bersama ku"


"Apa yang kau sukai dari ku?"


"Apa aku harus punya alasan untuk menyukai mu?"


"Aku menerima mu" Ucap Elizabeth.


"Kamu serius?"


"Kalau Nenek sudah sehat total. Maaf, aku memang terlalu berlebihan"


"Kamu tidak berlebihan. Kamu tenang saja, biaya Nenek aku yang tanggung"


"Terimakasih banyak" Ucap Elizabeth sambil mengangkat kepala nya dari pundak Alex.


"Seharusnya aku yang berterima kasih" Ucap Alex yang langsung mencium bibir Elizabeth.


"Wow romantis" Bisik Elena kepada Varo.


Ternyata dari tadi Elena dan Varo berdiri di tangga menyaksikan Alex dan Elizabeth.


"Bagaimana menurut mu Alex bermain?" Tanya Varo.


"Di ranjang?"


"Ya"


"Mungkin dia suka bermain kasar, tapi kalau sama Kak Elizabeth aku tidak tau"


"Sangat mudah di tebak. Dia akan bermain lembut saat malam pertama nanti" Ucap Varo.


"Hem cinta pertama Kak Alex" Ucap Elena.


"Alex sedang mengejar cinta nya" Jawab Varo.


"Semoga mereka bisa bersama" Ucap Elena.