
1 Minggu kemudian
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu Elena dan Varo datang juga. Elena si gadis kecil yang imut, menggunakan mermaid dress wedding. Rambut nya di tata dengan rapi, makeup nya tidak terlalu tebal, tapi cantik.
Bella memakaikan perhiasan kepada Elena. Tidak lupa juga Bella menyuruh Elena untuk tersenyum. Bella benar-benar kagum melihat putri nya. Tidak terasa dia sekarang sudah menjadi milik orang lain.
"Elena dah cantik belum Ma?" Tanya Elena sambil berkaca.
"Udah sayang"
"Hihihi, Mama juga cantik kok. Muach" Ucap Elena.
"Sebentar lagi dah di mulai, Elena dah bisa turun ke bawah" Ucap Elizabeth.
"Aduh, semakin bahagia nya, Elena lupa kalau hari ini Elena menikah" Ucap Elena.
"Hahaha ada-ada saja kamu" Ucap Elizabeth.
"Ma gimana ini? Elena jadi gugup"
"Tetap tenang, jangan gugup ok? Senyum"
"Iiiii"
"Hahaha lucu banget sih kamu El. Udah cepetan sana" Ucap Elizabeth.
"Elena turun dulu ya"
Sampai di bawah, Elena menggandeng tangan Edbert.
"Elena cantik ga Pa?"
"Kamu selalu cantik sayang"
"Hihihi"
Dari kejauhan sana, ada seorang pria yang menunggu kedatangan Elena. Di lihat nya jarak dia dan Elena sudah dekat, jantung nya berdetak kencang, ia sedikit gugup, tapi ia tetap santai.
Saat Elena berdiri di depan nya, jantung nya berdetak kencang lagi, wajah nya memerah karena senyuman dan kecantikan Elena.
Elena juga sama, ia jadi malu-malu untuk menatap wajah Varo.
Astaga apa ini?!!! Kak Varo tampan banget. Hiks aku ingin ini cepat-cepat berakhir. Kasihan Kak Varo dilihati cewek-cewek mulu. Batin Elena.
Kenapa Elena semakin cantik setelah memakai makeup? Ck para laki-laki itu selalu saja melihat dia. Batin Varo.
Ting, tong, ting
Bel gereja berbunyi, acara pernikahan mereka kini berlangsung.
"Baik kita mulai" Ucap Pendeta
Acara yang pertama ialah pembekalan pernikahan atau yang biasa disebut dengan katekisasi pranikah. Kedua mempelai diharuskan mengikuti sebuah bimbingan khusus berupa bimbingan konseling pranikah yang dilakukan di Gereja. Tujuannya untuk menunjang penyelenggaraan acara berikutnya agar lebih sesuai dan bertanggung jawab.
Selain itu, dalam pembekalan ini kedua mempelai akan diberikan berbagai ilmu pernikahan untuk lebih meyakinkan dan memantapkan niat serta hati mereka. Berbagai ilmu mengenai pernikahan akan disampaikan dan diberikan secara khusus untuk kedua calon pengantin tersebut. Harapannya pernikahan mereka akan berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang seharusnya.
Acara berikutnya ini dinamakan dengan Bidston yaitu kegiatan doa yang dilangsungkan di sebuah Gereja.
Selanjutnya adalah acara pemberkatan.
Setelah pemberkatan selesai, berikutnya terdapat prosesi pengucapan janji pernikahan. Janji ini berisi pernyataan kesanggupan kedua mempelai untuk menjadi pasangan suami istri yang bertanggung jawab untuk seumur hidup.
Selanjutnya adalah pengucapan janji pernikahan antara mempelai pria dan wanita.
"Elena Edric, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Varo dengan senyuman di wajah nya.
Senyuman Varo membuat semua wanita terpesona kepadanya.
Varo kamu kenapa harus senyum sih? Batin Elena.
Imut banget. Batin Varo.
Susunan acara pernikahan berikutnya ialah pemasangan cincin pernikahan yang sudah disediakan sebelumnya. Cincin tersebut akan dipasang pada jari manis masing-masing mempelai tepatnya pada tangan kanan. Prosesi ini juga termasuk sebuah pernyataan bahwa kedua pasangan tersebut sudah sah secara agama dan negara sebagai suami istri.
Acara terakhir adalah penutup dan resepsi.
Akhirnya acara pernikahan sudah selesai. Elena sangat senang karena dia dan Varo sudah sah menjadi suami istri.
"Sukses" Ucap Elena dengan bahagia.
"Selama ya atas pernikahan kalian. Kalau Varo jahat sama kamu, lapor aja sama Kakak" Ucap Alex.
"Buru-buru lapor sama Kakak. Ck ngurus Kak Elizabeth aja belum bisa" Ucap Elena.
"Lagi proses"
"Proses, proses, awas aja nanti kalau ga nikah"
"Terserah saya dong" Jawab Alex.
"Tuh kan, kakak ngeselin lho!"
"Ya sudah. Pergilah sana istirahat, kasihan Varo dah nungguin"
"Kasihan Kak Elizabeth sendiri di sana, dah gitu di godain pria lain lagi" Ucap Elena lalu pergi meninggalkan Alex.
Ck merepotkan. Batin Alex.
Elena masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan. Ia merasa gerah, pengen cepat-cepat mandi.
Elena membuka gaun nya lalu meletakkan nya di atas sofa. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi lalu membuka pintu kamar mandi. Elena terkejut ada orang di kamar mandi sedang mandi. Awalnya ia tidak jadi masuk, tapi orang itu menarik tangan Elena dan menutup pintu kamar mandi.
"Mau melarikan diri?" Tanya Varo.
Elena menelan ludah nya. Wajah nya sangat merah. Dilihat nya tubuh Varo dari atas sampai bawah, sungguh menakjubkan.
Dag, dig, dug.
Jantung Elena berdetak dengan kencang.
"Sudah puas melihat nya sayang?"
"Aaa i-itu"
"Tidak perlu malu-malu, kita sudah sering mandi sama" Ucap Varo.
"Ta-tapi ini berbeda Kak!"
"Kak?"
"Jadi Elena manggil apa?"
"Terserah" Ucap Varo lalu mencium bibir Elena.
Karena Elena juga mau mandi, Varo membuka pakaian Elena yang masih tersisa di tubuh nya.
Setelah semua selesai di lepas, Varo memegang bagian bawah Elena tanpa melepas ciuman mereka.
"Uhmm"
Elena menahan tangan Varo dan melepas ciuman mereka.
"Kakak, Elena mau mandi dulu. Nanti saja ya?"
"Baik. Biarkan aku yang memandikan mu"