
Sampai di perusahaan, Alex menggandeng tangan Elizabeth lalu membawa nya masuk ke dalam perusahaan. Saat masuk, Elizabeth di lihati banyak orang. Elizabeth tau hal ini akan terjadi, jadi sejak tadi ia sudah mempersiapkan dirinya untuk tetap kelihatan santai dan berkelas. Ia tetap menunjukkan senyum nya walaupun ada yang menjelek-jelekkan dia.
"Dia bukan nya?" Ucap salah satu wanita yang kerja di perusahaan itu.
"Kamu kenal sama dia?"
"Kenal banget. Pasti aku tidak salah orang. Dia itu Elizabeth, yang Nenek nya sakit parah"
"Hah? Orang miskin itu? Kok bisa dia sama Tuan Alex? Apa jangan-jangan dia???"
"Jangan asal nyimpulkan"
"Mungkin dia,,,"
Mereka membisik-bisikkan keburukan Elizabeth.
Alex tak suka mendengar mereka menggosipkan Elizabeth. Ia mau turun tangan dan menjumpai mereka, tapi Elizabeth mencegah nya.
"Aku rasa kita tidak perlu orang yang tidak serius bekerja di perusahaan. Kita tidak membutuhkan tukang gosip disini. Bagaimana menurut mu sayang?" Ucap Elizabeth dengan senyum sinis nya.
"Kamu benar, masih banyak yang membutuhkan pekerjaan di luar sana. Bagaimana kalau kita memecat mereka?" Jawab Alex.
"Dengan senang hati" Ucap Elizabeth.
"Tu-tuan saya minta maaf, tolong jangan pecat saya"
"Oh kamu hanya minta maaf untuk diri mu sendiri? Dan kamu meminta maaf kepada Alex? Oh mungkin ingatan mu salah. Seingat saya orang yang kamu gosipkan adalah saya. Kamu memang tidak cocok bekerja disini" Ucap Elizabeth yang membuat semua orang bekerja kembali.
"Diam kau! Tuan Alex membuat mu di samping nya karena kau cocok di jadikan mainan! Wanita miskin seperti mu tidak mungkin disukai Tuan Alex!"
"Apa wanita gila seperti mu akan disukai Alex?"
"Kau!!"
"Oh ya ucapan mu tadi yang bilang aku hanya mainan, em sebaiknya di tarik kembali deh, soalnya kami akan segera menikah" Ucap Elizabeth.
"Kamu mau undangan? Ini. Jangan lupa datang ya" Ucap Elizabeth sambil memberikan undangan.
"Tidak mungkin! Tuan dia sedang berbohong kan? Ini tidak mungkin!"
"Tidak perlu di perdulikan. Ayo sayang kita ke ruangan saya" Ucap Alex kepada Elizabeth.
"Bereskan wanita itu" Ucap Alex kepada pengawal nya.
"Bagaimana dengan teman nya Tuan dan Nona?"
"Oh dia biarkan saja" Jawab Elizabeth.
"Baik Tuan, Nona, melaksanakan tugas"
"Kenapa kamu melepaskan teman nya?" Tanya Alex kepada Elizabeth yang sedang menaiki lift.
"Aku mengenal mereka. Teman nya yang satu itu lumayan baik, sebentar lagi dia akan datang ke ruangan mu dan meminta maaf kepada ku" Jawab Elizabeth.
"Kamu yakin?"
"Tentu saja. Sebenarnya dia orang yang baik, tapi karena berteman dengan wanita itu, dia jadi di hasut dan perlahan mulai berubah. Tapi untung saja dia tidak berubah 100%"
"Tapi aku masih tidak percaya dengan ucapan mu tadi" Ucap Alex lalu keluar dari lift.
Elizabeth mengikuti Alex dari belakang.
"Yang mana?"
"Kita akan segera menikah" Jawab Alex.
"Ta-tapi bukan kah itu yang kamu inginkan?"
"Aku sangat menginginkan nya, tapi aku lebih menginginkan kamu yang benar-benar bersedia menikah dengan ku. Aku tidak mau kamu menikah dengan ku karena terpaksa" Jawab Alex.
"Ka-kamu"
"Elizabeth, mau kah kau menjadi pacar ku?"
Dag, dig, dug
Jantung Elizabeth berdetak kencang.
"A-aku"
"Yaa?"
"I-iya" Jawab Elizabeth dengan wajah merah.
"Iya?"
"Ya iya"
"Kamu bersedia?"
"Huff aku bersedia. Sudahlah jadi tidak romantis lagi" Ucap Elizabeth.
"Terimakasih sayang" Ucap Alex lalu mencium bibir Elizabeth.
"Uhmm"
"Tidak sabar ingin mencicipi mu" Bisik Alex.
"Be-belum boleh" Jawab Elizabeth dengan wajah merah nya.
"Setelah menikah sayang" Ucap Alex lalu membawa Elizabeth ke ruangan nya.
Elizabeth melihat banyak dokumen yang tersusun rapi di meja Alex. Pekerjaan Alex benar-benar menumpuk, Elizabeth merasa kasihan dan berniat untuk membantu nya.
"Ini semua mau kamu kerjakan?" Tanya Elizabeth.
"Tidak"
"Ha? Lalu?"
"Asisten ku yang akan mengurus nya"
"Trus kita napain?"
"Kamu duduk saja, aku mau mengerjakan itu" Ucap Alex yang menunjuk meja kerja satu lagi.
"Kamu serius? Dokumen di meja itu bahkan lebih banyak dari pada dokumen di meja sebelum nya"
"Namanya kerjaan. Di sana ada kamar, kalau kamu mau berbaring masuk aja ke sana"
"Apa asisten mu akan datang kesini?"
"Tentu saja sayang"
"Oh oke. Aku di kamar saja" Ucap Elizabeth lalu pergi.
Alex menghela nafas nya kemudian duduk dan mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk.
Di dalam kamar peralatan untuk menulis lengkap. Elizabeth sangat suka menulis, kadang dia juga menggambar atau melukis. Biasanya kalau Elizabeth sedang tidak punya kerjaan, ia akan melukis atau menggambar lalu menjual nya.
Beberapa saat kemudian, wanita tadi datang dan mencari Elizabeth. Alex memanggil Elizabeth ke dalam kamar. Alex melihat Elizabeth sedang menggambar sesuatu, dia tidak tega mengganggu Elizabeth, dia keluar dari kamar dan menjumpai wanita itu kembali.
"Untuk apa bertemu dengan nya?" Tanya Alex.
"Saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Nona Elizabeth Tuan" Jawab nya.
"Nanti saya sampaikan"
"Kalau bisa saya ngomong langsung saja Tuan. Sebelum nya terimakasih, saya pamit dulu"