EdBell

EdBell
Bab 66



Tepat jam 10 pagi, tunangan Varo dan keluarga nya sampai di kediaman Jackson. Mereka duduk di sofa mewah yang sudah di sediakan. Tunangan Varo selalu mengatur rambut dan memperbaiki makeup nya di hadapan mereka. Ia pikir Varo akan tertarik dan tergila-gila karena kecantikan nya. Cara berbicara tunangan Varo yang satu ini sangat aneh, suaranya sengaja di imut-imutin. Pokoknya dia sangat caper.


"Apa itu wanita yang akan kamu nikahi?" Bisik Elena kepada Varo.


"Kamu saja yang menikah sama dia" Bisik Varo.


Tunangan Varo tidak suka melihat Elena dekat-dekat dengan Varo. Ia menunjukkan raut wajah benci nya.


"Varo dia cemburu deh" Bisik Elena.


"Tidak perlu di peduli kan sayang" Jawab Varo sambil mencium bibir Elena sekilas.


Tunangan nya terkejut, ia marah sampai-sampai mencampakkan lipstik nya.


"Apa yang kalian lakukan?! Hei kau wanita, jangan seenaknya sama tunangan saya ya!"


"Apa kamu berhak melarang suami istri berciuman?" Jawab Elena.


"Apa?! Kau merebut tunangan ku!"


"Nona, Anda tidak cocok untuk marah. Nanti kalau anda marah-marah, suara imut anda akan hilang" Ucap Elena.


"Papi!!!" Panggil wanita itu dengan manja.


"Ckck sangat manja" Ucap Elena.


"Apa maksud Anda Tuan Jackson? Anda bilang putri saya dan anak Anda sebentar lagi akan menikah. Tapi apa yang anda tunjukkan kepada kami? Jelas-jelas anak anda sudah memiliki istri" Ucap Papi itu.


"Tuan, sebaiknya anda menyuruh putri anda untuk bertobat" Ucap Elena.


"Apa maksud mu?" Tanya si Papi.


"Papi, Mami, ayo pulang!!"


"Tuan Putri, tolong jangan pulang dulu" Ucap Elena dengan senyum sinis nya.


"Apa mau mu? Kau merebut semua dari ku!" Ucap Putri manja itu.


"Hahaha tidak kok. Saya tidak merebut posisi manja dan sikap bodoh anda" Jawab Elena.


"Papi!!!!"


"Apa maksud mu?" Tanya Mami kepada Elena.


"Saya akan menunjukkan ini kepada kalian. Setelah kalian melihat vidio ini, kalian bebas melakukan apa saja kepada Putri manja kalian" Ucap Elena.


Vidio di mulai.


"Apa yang harus ku lakukan agar aku bisa menikah dengan pria itu? Tidak peduli dia jelek, yang penting uang ku selalu mengalir. Lagi pula harta mereka sangat banyak. Aku benar-benar ingin memiliki semuanya"


"Pertama-tama aku harus menghancurkan nama baik pak tua itu. Caranya kita akan memberi dia minum sampai dia mabuk, setelah itu aku akan melakukan sesuatu dan mengambil beberapa foto kami"


"Rencana kedua, aku akan memberi racun ini kepada dia. Aku akan membuat dia meminum teh yang sudah berisi racun dan setelah itu dia akan mati"


"Hm tidak akan ada yang bisa menghalangi ku"


Mereka terkejut melihat vidio itu. Wanita manja itu mulai ketakutan. Ia berencana ingin kabur dari rumah itu dan pergi jauh.


Papi sangat marah melihat putri kesayangannya berbuat seperti itu. Ia menarik putri nya dengan kuat dan kasar untuk masuk ke dalam mobil. Putri nya menangis-nangis meminta ampun dan meminta pembelaan dari Mami nya.


"Kami pamit dulu" Ucap Mami lalu berlari ke mobil.


Elena tertawa puas di dalam rumah. Ia sangat suka melihat raut wajah menyedihkan wanita itu.


"Tuan Jackson, Varo tidak jadi menikah dengan tunangan nya. Jadi biarkan aku menikahi dia" Ucap Elena.


"Seminggu lagi. Kami sudah mengatur semuanya" Jawab Jackson.


"Serius? Seminggu lagi Elena dan Kak Varo akan menikah?" Ucap Elena dengan bahagia.


"Iya sayang" Jawab Bella.


Ma-malam pertama? Batin Elena dengan wajah merah.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Varo.


"Elena sedang memikirkan baju apa yang akan Elena pakai saat malam pertama nanti" Jawab Elena dengan wajah polos nya.


Mereka semua menggelengkan kepala melihat Elena. Sebenarnya Elena anak polos atau bukan? Masih menjadi pertanyaan di keluarga itu.


"Kabari Kak Alex dong. Elena rindu banget sama dia"


"Dia udah tau kok. Mungkin besok dia sudah pulang" Jawab Edbert.


"Yey Kak Alex pulang. Dah lama nih ga ketemu sama dia" Ucap Elena.


"Dasar kamu. Ga ketemu kangen, pas ketemu berantam mulu" Ucap Varo.


"Sudahlah kak, nama nya juga Kakak Adik" Jawab Elena.


Varo tersenyum membalas ucapan Elena.


"Kalau begitu, kami pamit lah Jackson. Terimakasih untuk semua nya" Ucap Edbert.


"Tidak usah sungkan-sungkan. Kalian hati-hati lah di jalan" Jawab Jackson.


"Baik. Sampai jumpa"


"Dah Pa. Pamit dulu" Ucap Varo.


"Iya, hati-hati Nak"


Seperti biasa, Edbert dan Bella satu mobil, Elena dan Varo satu mobil. Mereka akan menikmati perjalanan dengan penuh kebahagiaan.