
Bella membuka kedua matanya. Ia melihat lampu yang sangat terang dan dinding berwarna putih. Tangan dan kepala nya terasa sangat sakit. Pikiran Bella kosong, ia tidak tau apa yang sedang terjadi.
"Ssstt dia sudah sadar"
Kedua orangtua Bella dan keluarga Edric mengelilingi tempat tidur Bella. Bella melihat mereka penuh dengan kebingungan.
Perlahan Bella duduk di atas ranjang, lalu menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka.
"Apa yang terjadi? Kenapa rasanya,,," Bella memegang kepalanya.
"Sudahlah nak, jangan terlalu dipaksakan. Nanti kalau kamu sudah sembuh total kami ceritakan semua ya?" Ucap Ayah.
"Kepalaku sangat sakit"
"Dokter!!!" Edbert memanggil dokter.
"Jangan" Ucap Bella dengan suara lemas nya.
"Bella?"
"Apa benar nama ku Bella? Lalu kalian adalah orangtua ku?" Tanya Bella kepada Ayah dan Bunda nya.
Ayah dan Bunda Bella tersenyum lebar. "Iya sayang, kamu benar"
Bella membalas senyum kedua orangtua nya.
Bella melihat Edbert dan keluarga nya. Ia memberi senyuman tulus kepada mereka.
"Mami, Papi" Ucap Bella.
"Syukurlah kamu masih mengingat kami Bella" Ucap Mami dengan membalas kembali senyuman Bella.
"Itu, bisakah kalian semua meninggalkan ku dan dia? Ada yang ingin aku bicarakan" Bella menunjuk Edbert yang sedang berdiri di depan ranjang nya.
"Baik, kami pergi dulu sayang" Jawab Bunda.
Kini diruangan itu hanya tertinggal Bella dan Edbert. Bella menyuruh Edbert untuk duduk disamping nya.
"Ada apa La?" Tanya Edbert.
"Em itu sebenarnya, eeee,," Jawab Bella terputus-putus..
"Pelan-pelan aja ngomong nya"
"Hahah itu sebenarnya, sebenarnya, sebenarnya aku lupa dengan kalian semua. Tadi ingatan ku hanya samar-samar kembali, aku bahkan tidak tau siapa nama mu, em a,,"
"Sssttt kamu istirahat saja, aku akan menceritakan semua kepada mu"
"Serius?"
"Iya" Edbert mengecup kening Bella.
Perlahan Bella membaringkan tubuhnya diatas ranjang, sedangkan Edbert tetap duduk disamping Bella. Edbert mulai menceritakan semuanya kepada Bella.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
"Jadi aku dan kau sekarang sedang bertunangan?"
"Iya"
"Tidak, tidak ada yang tau identitas asli mu. Kamu menyembunyikan nya dari semua orang, kamu sangat hebat dalam berakting"
"Em kalau dipikir-pikir bukan nya kau juga sama ya?"
"Aku?" Tanya Edbert heran.
"Kalau tidak salah kau dan keluargamu adalah orang terkaya nomor 1 dinegara kita. Aku benar kan? Edbert Edric?"
"Bagaimana kau bisa mengetahui nya?"
"Aku tidak tau, hanya asal menebak saja" Jawab Bella.
"Apa ingatan mu sudah pulih?"
"Aku tidak tau. Isi kepala ku sangat banyak, dia selalu memutar-mutar tanpa henti. Kadang aku melihat gambaran mu dan wanita lain. Kadang bunda dan ayah, mami dan papi. Dan yang paling sering, gambaran aku sama kamu"
"Kamu serius?"
"Iya aku serius, tapi,,,"
"Tapi apa Bella?"
"Tapi gambaran kita sangat buruk, seolah-olah aku ingin menghapusnya"
"Maksud kamu?"
"Diingatan ku kita selalu bertengkar. Kamu selingkuh dibelakang ku, pulang larut malam, mempunyai anak dari wanita selingkuhan mu, trus kamu mencampakkan ku"
"Kemudian aku pergi mencari pria lain, lalu bersenang-senang dengan nya dan kemudian dia menikahi ku"
"Pokoknya hubungan kita itu kacau deh. Tapi dari yang kamu ceritakan tadi masuk akal. Aku mengingat kalau aku menyelamatkan mu dari Grand Vacation Hotel, trus aku di tembak. Gitu ya?"
"Iya. Dari ceritaku tadi, aku sama sekali tidak berbohong. Kalau kamu tidak percaya, aku bisa menunjukkan semua bukti yang ada"
"Aku percaya kok. Em berarti sekarang identitas ku sudah diketahui semua masyarakat?"
"Ya, banyak yang sudah mengetahui nya"
"Ck tidak seru dong. Padahal aku mau mengumumkan nya saat pernikahan kita nanti"
Edbert terkejut dengan omongan Bella.
"Kamu mau menikah dengan ku Bell?!"
"Emangnya aku ga mau ya?"
"Ga kok. Aku menghargai setiap keputusan kamu"
Lagi-lagi Edbert mencium kening Bella.
Bella hanya bisa tersenyum membalas ciuman tulus Edbert.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya.