EdBell

EdBell
Bab 48



Malam hari kemudian


Elena terbangun dari tidur nyenyak nya. Ia melihat jam ternyata sudah pukul 20.00. Ia bingung kenapa bisa tertidur selama itu. Kembali ia sadar, ia melihat sekeliling tempat itu terasa asing. Seingat nya dia tidak tidur di atas kasur dan pakaian nya juga tidak seterbuka ini. Ia duduk perlahan dan terkejut melihat orang yang sedang duduk di atas sofa.


"Aaaa hantu" Ucap Elena takut.


Orang itu menghidupkan lampu dan memeluk Elena dari belakang.


"Tidak ada hantu sayang" Ucap nya.


Suara itu sangat tidak asing, Elena sudah tau siapa yang sedang memeluk nya dari belakang.


"Arbecio sialan! Lepaskan aku!" Berontak Elena.


"Ssstt tenang sayang, kasihan anak kamu di dalam" Ucap Arbecio yang membuat Elena terkejut.


"Ma-maksud mu?!"


Arbecio mengelus perut Elena.


"Kamu sedang mengandung anak calon suami mu" Jawab Arbecio.


"Apa? Ti-tidak mungkin, kami tidak pernah melakukan itu" Ucap Elena terkejut.


"Benarkah? Tapi tadi aku sudah mengecek nya, kamu sudah tidak suci lagi"


"Tidak, kau pasti berbohong!"


"Hahaha ya memang, aku sedang berbohong! Sebenarnya kau sedang mengandung anak ku. Hahaha" Ucap Arbecio yang membuat Elena semakin takut.


"Tidak mungkin! Kita tidak pernah melakukan hubungan badan!"


"Mungkin kau salah ingat, aku pernah memasukkan nya dengan tangan ku. Apa kau tidak merasakan nya?"


"Kau berbohong! Brengsek!"


Elena memarahi Arbecio sambil menangis. Ia benar-benar tidak bisa percaya atas apa yang sudah di lakukan nya. Ia tidak menyangka Arbecio akan selicik itu.


"Aku tidak mau melihat mu kurusan. Ayo makan dulu" Ucap Arbecio sambil menyuap Elena.


Karena Elena juga sudah lapar, ia terpaksa memakan makanan yang sudah di siapkan.


Setelah selesai makan, Arbecio memberikan minuman kepada Elena. Elena meminum minuman itu sampai habis karena sudah sangat haus.


Tak berapa lama kemudian kepala nya terasa pusing. Ia melihat Arbecio dengan tatapan tidak suka dan tiba-tiba pingsan. Arbecio tersenyum licik dan membaringkan Elena diatas ranjang, serta menyelimuti nya.


"Hm keluarga mu tidak akan menemukan kita. Kita akan pergi ke tempat yang jarang di ketahui oleh orang. Kita akan memulai kehidupan baru. Hahaha"


3 hari kemudian


"Ck mereka cepat sekali bergerak! Sekarang kita benar-benar kehilangan jejak Elena" Ucap Edbert tak percaya.


"Kita harus mencari Elena dimana lagi Pah?" Tanya Alex yang menahan emosi nya.


"Kalian istirahat lah. Aku akan mencari Elena sampai ketemu" Ucap Varo dengan percaya diri.


"Kau akan mencari nya? Apa kau serius?! Aku sama sekali tidak percaya dengan mu!!" Bentak Alex.


"Alex sudahlah! Elena akan baik-baik saja" Ucap Bella.


"Mah, apa mamah masih percaya sama dia?" Tanya Alex.


"Diamlah! Saya percaya sama kamu Nak. Segera temukan Elena dan bawa pulang. Kalian harus kembali dalam keadaan selamat" Ucap Edbert.


"Mama juga percaya sama kamu sayang. Kamu hati-hati ya, jangan sampai melukai diri sendiri" Ucap Bella.


"Baik Ma, Pa, terimakasih karena sudah percaya kepada Varo. Varo akan membawa Elena pulang dengan selamat"


"Aku ikut!" Sela Alex.


"Tidak boleh! Kau harus mengurus perusahaan! Biarkan Varo yang meneruskan pencarian ini" Ucap Edbert.


"Tapi Pah"


"Tidak ada tapi-tapi, kau hanya memperlambat perjalanan mereka!" Tegas Edbert.


"Baik, aku menyerahkan semua kepada mu, kau harus membawa adik ku pulang dengan selamat!"


"Ya"


"Yaudah. Ayo pulang Ma, Pa"


"Kami berangkat dulu Nak, hati-hati di jalan" Ucap Edbert.


"Baik. Saya akan berhati-hati" Jawab Varo dengan percaya diri.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk kasih saran, tapi sarannya yang mendukung, bukan menjatuhkan. Terimakasih.