EdBell

EdBell
Bab 72



Tepat pukul 6 sore, Alex mengajak Elizabeth untuk pulang dari perusahaan. Elizabeth tidak mau membuat Alex menunggu lama, ia dengan cepat membereskan barang-barang dan membawa sebagian pulang. Setelah itu Elizabeth keluar dari kamar dan memanggil Alex dari ruangan sebelah. Alex mendengar suara Elizabeth memanggil dia, ia berjalan ke arah Elizabeth lalu mengambil barang-barang yang di pegang Elizabeth.


"Eeehh"


"Aku bawakan untuk mu" Ucap Alex.


"Terimakasih"


"Isi nya apa? Lumayan berat" Ucap Alex penasaran.


"Em tidak ada. Kita pulang yuk, aku lapar hihi" Jawab Elizabeth sambil tertawa.


"Di rumah ga ada apa-apa, kita makan di luar saja" Ucap Alex.


"Oh baik"


Alex membuka pintu mobil bagian tengah, lalu meletakkan barang-barang Elizabeth. Elizabeth masuk ke dalam mobil, lalu duduk di bangku samping supir.


Alex mulai menjalankan mobil nya. Ia mengemudi dengan cepat agar cepat sampai di restoran terdekat, soalnya ia juga sudah lapar.


"Mau makan apa?" Tanya Alex sambil mengemudi.


"Terserah" Jawab Elizabeth sambil mengangkat bahu nya.


"Sayang makanan terserah itu ga ada"


"Aku kan ga tau mau makan apa, ga salah kan aku jawab terserah?"


"Terserah" Jawab Alex.


"O ya udah, terserah" Ucap Elizabeth.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di restoran terdekat. Elizabeth dan Alex turun dari mobil. Saat mereka masuk ke dalam restoran, mereka jadi pusat perhatian orang lagi. Alex memegang tangan Elizabeth dengan erat, ia takut sesuatu terjadi.


"Dia kan Tuan Alex? Anak nya Tuan Edbert dan Nyonya Bella kan?"


"Iya kamu benar. Tapi siapa wanita yang di samping nya? Apa wanita itu pacar nya? Kalau iya dari keluarga mana? Aku tidak pernah melihat nya"


"Aku dengar wanita itu hanya orang miskin. Nenek nya sedang sakit parah, dia perlu biaya untuk pengobatan"


"Benarkah? Hm aku pikir dia dari keluarga mana, ternyata hanya orang miskin"


"Bagaimana bisa dia bersama Tuan Alex? Jangan-jangan dia mainan? Simpanan? Hahaha"


"Mungkin begitu"


"Jangan takut, aku disini" Bisik Alex kepada Elizabeth.


"Aku tidak takut, aku hanya kehilangan rasa selera untuk makan. Mereka sudah membuat ku kenyang" Bisik Elizabeth.


"Baiklah" Bisik Alex.


"Aku mau mereka di keluarkan dari tempat ini" Ucap Alex dengan tegas kepada pelayan yang ada di situ.


"Apa?!!" Ucap mereka.


"Tu-tuan, kami tidak melakukan apa-apa, kenapa kami harus di keluarkan?"


"Kalau mereka tidak di keluarkan sekarang juga, aku akan menyuruh atasan kalian untuk memecat kalian!" Tegas Alex.


"Lepaskan! Lepaskan! Tuan Alex kami tidak bersalah!"


"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Alex kepada Elizabeth.


"Aku lapar" Jawab Elizabeth lalu menarik Alex untuk mencari tempat duduk.


"Permisi Tuan dan Nona, tempat di bawah sudah penuh, kalau mau saya akan mengantar kalian ke lantai atas"


"Ya silahkan" Jawab Alex.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Alex kepada Elizabeth saat sedang menaiki tangga.


"Mau makan kamu!!" Jawab Elizabeth dengan sedikit kesal.


"Saya sangat bersedia sayang" Ucap Alex dengan senyum sinis nya.


"Ga usah senyum gitu deh! Saya lapar, tolong jangan banyak tanya!"


"Silakan Tuan dan Nona. Maaf sudah membuat kalian harus menaiki tangga"


"Tidak masalah" Jawab Elizabeth.


Alex dan Elizabeth duduk lalu memesan makanan mereka.


"Tolong pesanan kami cepat di antar. Kami akan membayar dua kali lipat" Ucap Alex.


"Baik Tuan" Pelayan itu berjalan dengan cepat.


"Alex, Nenek dah makan belum?" Tanya Elizabeth lemas.


"Lagi makan"


"Apa orang yang kamu kerjakan benar-benar bisa merawat Nenek?"


"Kamu tidak percaya sama saya?"


"Aku percaya sama kamu, tapi"


"Sudahlah, setelah ini kita lihat Nenek. Mau?"


"Mau banget. Makasih dah mau ngerti" Jawab Elizabeth dengan senyuman nya.


5 menit kemudian pesanan Alex dan Elizabeth datang. Aroma makanan nya sangat harum, membuat Elizabeth semakin tambah lapar.


"Selamat makan!" Ucap Elizabeth yang sudah kelaparan.


Alex tertawa melihat tingkah laku Elizabeth. Elizabeth tidak pernah malu makan dengan lahap di depan Alex. Kadang juga Elizabeth mengeluarkan angin saat di dalam mobil. Alex heran kenapa Elizabeth tidak malu.


"Kamu ga malu di lihati makan sama saya?" Tanya Alex.


"Kenapa harus malu? Apa aku harus menahan rasa lapar ku? Lagi pula makanan sudah di pesan, sayang kalau tidak di makan" Jawab Elizabeth yang tetap makan dengan lahap.


"Kamu memang berbeda dari wanita lain nya" Ucap Alex.


"Bisa diam ga sih? Aku sedang menikmati makanan ku!!" Ucap Elizabeth.


"Baiklah Tuan Putri, Pangeran akan diam" Jawab Alex yang lanjut memakan pesanan nya.