EdBell

EdBell
Bab 8 - EdBell



5 bulan telah berlalu, kini Bella sudah berumur 20 tahun dan Edbert 22 tahun. Hubungan mereka sampai saat ini masih baik-baik saja, tidak ada permasalahan sama sekali. Tapi, belakangan ini sifat Edbert berubah. Saat Bella bertanya, dia hanya menjawab dengan singkat dan dingin, kadang dia tidak menjawab apa yang ditanyakan Bella. Bella berusaha memaklumi, mungkin saja Edbert lelah karena selalu lembur.


Sekarang adalah hari Sabtu, jadwal Edbert dan Bella tidak bekerja. Mereka sedang menonton film keluaran terbaru, bagi Bella film ini sangat seru, jadi dia sengaja mengajak Edbert untuk menonton bersama.


"Gila keren bangetttt. Oi Bert lu tadi liat kan?! Gilaaaa ahahha"


Tidak tau entah kenapa, Edbert tiba-tiba mematikan tv.


"Lho kok?" Tanya Bella.


"Kamu itu bisa ga, ga berisik?! 1 hari aja!"


"Kamu kenapa sih? Belakangan ini kamu berubah! Kamu ga sadar kalau kamu itu berubah?!"


"Terserah saya!!!" Bentak Edbert.


Bella terkejut, baru kali ini Edbert membentak dirinya.


"Kamu kenapa sih? Kalau ada masalah cerita aja sama aku" Ucap Bella sambil memeluk Edbert dari belakang.


"Kamu ada masalah ya di perusahaan?"


"Edbert cerita aja deh, jangan nanggung beban sendiri dong. Kalau kamu cerita dan percaya sama aku, aku yakin kita bisa menyelesaikan nya bersama-sama"


"Aku mau istirahat" Ucap Edbert.


"Oke. Aku temani ya"


Bella membawa Edbert kedalam kamar mereka. Ia meletakkan Edbert diatas ranjang dengan lembut, kemudian menyelimuti dirinya dan Edbert. Bella memeluk Edbert dengan erat, seolah-olah ia takut suatu saat akan kehilangan Edbert.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Sekarang sudah sore, Bella sedang menyiapkan makan malam untuknya dan Edbert. Dia memasak makanan kesukaan Edbert.


Bella sengaja cepat-cepat masak, biar nanti kalau Edbert bangun mereka langsung makan.


Beberapa menit kemudian Bella sudah selesai memasak dan Edbert sudah bangun dari tidurnya. Edbert berpakaian rapi seperti orang yang mau berkencan.


"Mau kemana? Makan dulu Edbert" Ajak Bella.


"Tapi kok,,, hm ya sudahlah, jangan pulang terlalu lama. Jaga kesehatan"


Bella mengantar Edbert sampai ke depan pintu rumah. Saat mobil Edbert sudah pergi, Bella menutup kembali pintu rumah tersebut. Sebenarnya Bella curiga dengan Edbert, katanya ada rapat, tapi pakaian nya kok aneh. Bella tidak mau berpikir negatif, dia berusaha untuk mempercayai Edbert.


"Sayang banget, padahal aku udah masak kesukaan dia"


"Hem tidak apa-apalah, yang penting udah berusaha"


Sudah berkali-kali Bella terpaksa makan malam sendiri. Ia mulai terbiasa dengan hal ini. Tidur malam juga begitu, kadang Bella tidur sendiri dikamar sementara Edbert tidur diruang tamu. Sampai sekarang Bella tidak tau apa penyebab Edbert berubah.


"Sial! Aku hampir lupa kesepakatan dengan Ayah. Tinggal 4 bulan lagi Bella, pleasee deh"


"Apa gue akan berakhir menikahi anak dari teman Ayah?"


"Tidak, tidak"


"Gue hanya mau Edbert, hanya mau Edbert. Edbert, Edbert, Edbert"


"Gue harus cari tau penyebab Edbert berubah. Kenapa dia tiap malam keluar rumah dan pulang lama, pokoknya gue harus cari tau!"


"Gue yakin dia pasti punya alasan!"


Bella merapikan meja makan, kemudian ia pergi ke kamar dan menghidupkan laptopnya. Bella mengecek jadwal rapat di perusahaan Edbert, bagi dia tidak mungkin ada rapat terus-menerus, masak tiap hari ada rapat. Setelah meneliti, ternyata tidak ada rapat sama sekali. Bella bertepuk tangan untuk kebohongan Edbert.


Kemudian Bella melacak ponsel Edbert. Selama ini ternyata Edbert berada di Grand Vacation Hotel. Bella mengecek bersama siapa Edbert dihotel itu.


Bella menepuk tangan untuk kedua kalinya. Bella sangat salut dengan Edbert, ternyata Edbert keluar malam demi menemui wanita lain. Tidak disangka ternyata Bella mengenal wanita itu, namanya Kylie Oswald.


Dari dulu sampai sekarang Kylie adalah musuh Bella. Kylie selalu mencari masalah dengan Bella, bahkan Kylie suka mengejek-ngejek Bella, membully Bella, dan lain lagi.


"Hahaha bagus Edbert, aku ikuti permainan mu"


"Kita lihat kau akan memilih siapa"


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk ngasih saran, tapi sarannya yang mendukung, bukan yang menjatuhkan. Terimakasih.