
3 hari kemudian
Tepat pukul 09.00 Bella sampai di perusahaan Edbert. Semua mata tertuju pada Bella, ada yang membisiki Bella, ada juga yang menghormati nya.
Bella masuk ke dalam perusahaan bersama Viktor dan Tyler. Viktor berjalan sambil di gandeng oleh Bella, sedangkan Tyler berjalan di belakang Bella dan mengawasi nya.
"Selamat datang Nyonya Bella"
"Edbert ada?" Tanya Bella sopan tanpa melepaskan gandengan nya dan Viktor
"Ada Nyonya, Tuan di ruangan nya. Em kalau tidak salah tadi Tuan datang bersama Nyonya Aurora"
"Baik. Terimakasih"
Kembali lagi Bella memasang raut wajah dingin nya. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan wanita tidak tahu malu itu.
Tok, tok, tok
"Masuk" Ucap Edbert
"Lama tidak berjumpa, sayang" Ucap Bella dengan senyuman yang sulit diartikan
Sebelum masuk ke ruangan Edbert, Bella menyuruh Tyler untuk membawa Viktor keruangan sebelah. Bella tidak mau Viktor dan Tyler terlibat masalah mereka.
"Bella?" Ucap Edbert terkejut
"Hem ya? Aku sangat merindukan mu sayang. Kamu tidak merindukan ku? Ayo jawab" Ucap Bella sambil mencubit pipi Edbert
Dari samping terlihat orang yang iri dengan Bella, yang tak lain adalah Aurora. Ia mengepalkan tangan dan menatap tajam Bella.
Bella menoleh ke arah Aurora.
"Oh hay calon istri kedua. Bagaimana kabar mu dan anak kesayangan mu? Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Bella seolah-olah ingin menyindir
"Wah Nyonya Bella perhatian sekali. Syukurlah aku dan anak ku baik-baik saja. Nyonya sendiri bagaimana? Apa pekerjaan Nyonya lancar?"
"Saya baik-baik saja. Yah kerjaan saya lancar. Apa kerjaan Anda berjalan lancar?"
"Maksud Nyonya?"
"Maksud saya, apa pekerjaan Anda lancar? Merebut suami saya dan mengakui anak orang sebagai anak suami saya?" Tanya Bella
"Ma-maksud Nyonya?"
Edbert tidak mau Bella dan Aurora berkelahi. Kalau mereka sampai saling memukul, maka yang akan masuk rumah sakit adalah Aurora, soalnya Bella sangat jago dalam berkelahi.
"Sayang kamu tenang dulu ya. Saya akan menjelaskan semua sama kamu" Ucap Edbert kepada Bella
Aurora sangat senang karena di bela oleh Edbert.
"Oke saya tahu. Sementara saya akan menerima Aurora dan anak nya. Tapi kalau suatu saat saya menemukan hal mencurigakan, maka Aurora akan menerima hukuman berkali-kali lipat!" Ucap Bella dengan tegas dan serius
"Terimakasih Nyonya"
Aurora memperlihatkan senyum paksa nya kepada Bella. Ia takut rencananya akan gagal untuk mendapatkan Edbert.
Malam hari kemudian
Semua keluarga Bella dan Edbert serta Aurora berkumpul di rumah orangtua Edbert. Mereka akan membahas bagaimana kelanjutan hubungan Bella, Edbert, dan Aurora.
"Terimakasih untuk kedatangan kalian semua. Tanpa lama-lama lagi, sebaiknya kita membahas permasalahan ini" Ucap Papi
"Untuk Bella dan orangtua nya, kami benar-benar minta maaf. Kami tidak tahu kejadian ini akan terjadi. Kami disini siap menerima apapun yang kalian minta" Ucap Papi sangat menyesal
Kedua orangtua Bella menoleh ke arah putri mereka. Semua keputusan ada padanya.
"Cerai" Ucap Bella sambil melihat ponsel nya
Edbert dan kedua orangtuanya serta kedua orangtua Bella terkejut. Sedangkan Aurora dan keluarga nya tersenyum atas ucapan Bella.
Bella mengangkat kepalanya.
"Em kalian semua kenapa?"
"Kamu benaran mau cerai Nak?" Tanya Ayah
"Cerai? Oh maaf saya tadi tidak fokus. Tadi itu saya lagi baca ini, jadi keceplosan bilang cerai. Sudahlah sekarang mari kita serius"
Bella mematikan ponsel nya.
"Saat saya bicara tidak boleh ada yang memotong! Dengar?" Ucap Bella kepada semua orang yang ada di tempat itu
"Mengerti" Jawab mereka
"Oke kita mulai"
"Sebenarnya saya biasa saja kalau Aurora mempunyai anak dari Edbert. Tidak tau kenapa, tapi saya kurang percaya kalau itu adalah anak Edbert dan Aurora"
"Memang tes DNA menunjukkan kalau Edbert dan Alvaro adalah anak dan orangtua kandung. Tapi apakah bukti itu cukup? Kita tidak tahu kalau dokter nya sudah di ancam atau sebagai nya"
"Tapi tidak apa-apa lah, sebentar lagi kita akan mengetahui kebenaran nya"
"Untuk hubungan saya dan Edbert, saya akan tetap mempertahankan nya. Saya dan Edbert tidak akan bercerai gara-gara satu wanita dan anak yang belum jelas"
"Untuk papi dan mami, terimalah Alvaro sebagai cucu kalian dan Aurora sebagai menantu. Perlakukan mereka dengan baik untuk sementara waktu. Setelah semua terungkap, kalian bebas memberi hukuman kepada Aurora. Untuk Alvaro tidak ada hukuman, dia sama sekali tidak bersalah"
Saat mendengar ucapan Bella yang satu ini, jantung Aurora berdetak kencang.
"Untuk Ayah dan Bunda, kalian tidak perlu khawatir kepada saya. Semalam saya sudah berbicara dengan kalian, mohon di simak baik-baik"
"Untuk Alvaro, kamu adalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Tapi kalau kamu bermain dengan saya, maka saya mempunyai hak untuk menghukum anda. Saya tidak peduli anda anak kecil atau tidak"
"Untuk Aurora, terimakasih sudah merawat Alvaro dari kecil sampai sekarang. Saya tahu niat anda baik mencari ayah baru untuk Alvaro. Tapi kenapa harus suami saya? Mau merusak hubungan rumah tangga kami? Kalau saya mengetahui anda bermain trik, maka anda harus siap-siap untuk menerima karma"
"Untuk orangtua Aurora, saya tidak takut dengan anda berdua. Kalian ingat, kalian harus hati-hati dan jangan menjebak saya! Kalau sampai kalian ketahuan, maka kalian akan malu dan di jelekkan oleh semua orang. Ingatlah!"
"Untuk semua nya, omongan saya tadi tidak main-main. Saya hanya butuh kejujuran kalian. Jangan menganggap saya rendah. Bagi siapa yang mempermainkan saya, maka dia akan menerima karma!"
"Saya sudah selesai berbicara. Silakan bagi yang mau" Ucap Bella
Suasana diruangan menjadi tegang. Nampak lah raut wajah Aurora yang pucat dan takut. Bella yang melihat wajah Aurora hanya bisa menertawai nya.
Setelah lama kemudian, akhirnya pembicaraan mereka selesai. Hanya Bella lah yang berbicara dengan santai dan menyindir, sedangkan yang lain selalu putus-putus dan gugup.
Mereka kembali kerumah masing-masing. Bella dan Edbert membawa Aurora dan Alvaro pulang ke rumah mereka. Ini bukan kemauan Edbert, tapi kemauan Bella. Awalnya sih Edbert menolak, tapi Bella memaksa untuk membawa mereka pulang ke rumah.
Tyler dan Viktor sudah sampai di rumah utama Bella dan Edbert terlebih dahulu. Tyler menyiapkan kamar untuk Viktor, bahkan ia terpaksa harus memasak untuk makan malam Viktor dan dirinya. Awalnya Tyler sangat tidak suka kepada Viktor, tapi lama-lama seru juga. Viktor dan Tyler sefrekuensi.