
3 bulan kemudian
Akhirnya Tyler dan Viktor menikah. Viktor membawa Tyler pulang ke Rusia, mereka meninggalkan kenangan yang baik buat Bella dan Edbert.
Sekarang Bella sudah hamil selama 2 bulan. Edbert dan Alvaro tidak sabar untuk melihat dedek bayi mereka. Edbert senang karena usahanya dan Bella berhasil, Alvaro senang karena dia sebentar lagi akan mendapat adik baru. Sungguh tidak sabar.
"Sayang mau makan apa? Biar kami beliin" Tanya Edbert kepada istri kesayangan nya
"Aku tidak tahu. Beli saja yang kalian suka" Jawab Bella
"Maksud Mama terserah?" Tanya Alvaro
Bella mengangguk
"Papa ada ya jual makanan terserah?"
"Tidak tahu nih, wanita memang sulit di mengerti"
"Kalian pergi lah beli cemilan, jangan terus ngomong di depan ku" Canda Bella
"Oke Ma. Mama jangan marah dong, kami pergi dulu" Ucap Varo
Varo dan Edbert masuk ke dalam mobil. Dengan cepat mereka pergi dari rumah dan membeli cemilan untuk Bella.
"Calon anak Mami sehat-sehat terus ya. Kamu harus bisa lahir ke dunia ini" Ucap Bella sambil mengelus perut nya.
"Nanti kamu berteman baik ya sama Alvaro. Walaupun kalian berbeda, tapi harus tetap akrab, harus bisa jaga hubungan keluarga. Pokoknya nanti Mami ga mau lihat kalian ga akrab"
Ddrrttt, ddrrttt
Ponsel Bella berbunyi. Ia mengambil ponsel nya lalu mengangkat telepon.
"Halo Bunda?"
"Halo sayang, Bunda kangen banget nih, sekarang Bunda dan Ayah lagi di perjalanan menuju rumah kamu. Bentar lagi nyampek, tunggu kedatangan Bunda dan Ayah ya sayang"
Tut, Tut
Bunda menutup percakapan mereka.
"Bunda datang kok ga bilang dari kemarin coba? Haish"
15 menit kemudian
Tok, tok, tok
Pintu rumah Bella di ketuk oleh seseorang. Ia berjalan ke arah pintu lalu mengintip dari jendela siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah orang yang sangat di kenal Bella.
Klek
Bella membuka pintu rumah nya.
"Halo sayang" Ucap Bunda sambil mencium pipi Bella
"Bunda udah kebiasaan banget ya. Kalau mau datang ngomong dari semalam dong, kalo gini kan Bella ga ada persiapan" Ucap Bella
"Terserah Bunda dong sayang. Bunda kan mau lihat calon cucu Bunda, bukan lihat kamu" Canda Bunda
"Bundaaa" Kesal Bella
Ayah turun dari mobil lalu mendekati Bunda serta Bella.
"Ayah!!!" Ucap Bella sambil memeluk Ayah nya
"Bella rindu banget sama Ayah"
"Kamu ini, hati-hati lho, sudah besar masih aja ceroboh" Ucap Ayah
"Hihi"
"Edbert mana?" Tanya Bunda yang dari tadi melihat ke dalam rumah untuk mencari Edbert
"Oh tadi dia sama Alvaro lagi keluar Bun"
"Mereka ya! Bukan nya jaga kamu, malah jalan-jalan keluar" Canda Bunda
"Ih Bunda, tadi Bella yang nyuruh mereka keluar untuk beli cemilan" Jawab Bella
"Sudah, sudah. Sebaiknya kita masuk dulu, Ayah lelah" Ucap Ayah
"Oh iya maaf Ayah. Ayah ayo masuk dulu, Bunda tinggalkan aja" Canda Bella
"Anak Bunda masih bandal ya" Bunda ikut bercanda bersama Bella
"Kamu tolong angkatin barang-barang Bunda dan Ayah, masukkan ke kamar mereka ya" Ucap Bella kepada asisten rumah tangga
"Baik Nyonya"
"Ayah duduk dulu nih. Ayah mau minum apa?"
"Sudahlah Bella, kamu duduk saja, biar mereka yang bekerja" Jawab Ayah
"Ok. Tolong buatin minuman ya, tiga" Suruh Bella kepada asisten rumah tangga nya
"Baik Nyonya"
"Aduh Bunda udah ga sabar nih mau lihat calon cucu Bunda" Ucap bunda sambil mengelus perut Bella
"Sudah tahu jenis kelamin nya?" Tanya Ayah
"Ga tahu nih Yah. Kayak nya cowok sih" Jawab Bella
"Mana bisa asal tebak-tebak aja Bella" Ucap Bunda
"Ga gitu lho Bunda, tapi kayaknya memang cowok" Jawab Bella
"Ehem, Ayah mau tanya, nanti salah satu putri kalian memang mau di nikahkan dengan Alvaro?"
"Iya Yah, kenapa?"
"Gapapa, semoga saja Alvaro tahu diri" Jawab Ayah
"Ayah ga boleh gitu lho. Bella tahu dia itu orang luar, tapi tidak salah kan kalau kita membantu dia? Bella yakin kok, Alvaro adalah anak yang baik, dia ga akan macam-macam" Ucap Bella meyakinkan Ayah nya
"Ga usah dengarkan Ayah kamu Bella, dia memang suka aneh kok" Ucap Bunda
"Haish Bunda dan Ayah ga pernah serius, malas Bella"
"Ya udah terserah aja deh, kamu udah besar sayang, jangan ngambek-ngambek. Senyum" Ucap Ayah
"Ayah sih nyebelin" Jawab Bella
"Nyenyenye, kalian berduaaaa" Bunda menarik telinga Bella dan Ayah.
"Aduh Bunda sakit" Ucap Ayah dan Bella serentak
"Lain kali jangan gitu ya. Bunda ga suka lho" Ucap Bunda
"Iya Bunda ampun" Ucap Bella dan Ayah serentak lagi
"Halo" Terdengar suara Edbert dari belakang
Bunda yang mendengar suara Edbert langsung menghentikan aktivitasnya yang menarik telinga Bella dan Ayah. Ia mendekati Edbert dan memeluk nya.
"Aduh menantu Bunda makin tampan saja"
"Gimana kabar nya?"
"Baik kok Bunda. Bunda dan Ayah kapan sampai? Sudah lama ya?"
"Ga kok, masih baru" Jawab Bunda
"Pa ini di taruh di mana?" Tanya Alvaro
Alvaro masuk ke rumah sambil membawa banyak makanan. Ia terkejut melihat Ayah yang sedang duduk di atas sofa di samping Bella. Raut wajah Ayah sangat menyeramkan, membuat Alvaro takut.
"Aduh Alvaro sudah makin besar aja nih. Sini Nenek peluk" Ucap Bunda
"Nenek" Sapa Alvaro
Edbert mengambil kantong plastik yang di pegang oleh Alvaro, kemudian ia meletakkan nya di atas meja.
"Kamu udah makin berat ya. Sana sapa kakek kamu dulu" Ucap Bunda
"Iya Nek"
Dengan gemetar Alvaro mendekati Ayah. Ia membesarkan mental nya untuk berbicara dengan Ayah.
"Halo Kakek" Sapa Alvaro dengan gugup
"Gimana kemampuan bahasa Inggris kamu?" Tanya Ayah
"Masih macat-macat Kek" Jawab nya takut
"Selama kakek disini, kakek akan mengajari kamu sampai lancar. Mengerti?"
"Va-varo mengerti kek" Jawab Varo
"Ya sudah sini duduk di pangkuan kakek" Ucap Ayah
Alvaro naik ke atas sofa kemudian duduk di atas pada Ayah.
"Ayah datang bukan nya untuk jalan-jalan ya?" Tanya Bella
"Tidak, Ayah ke sini untuk mengajari anak kecil yang satu ini belajar bahasa Inggris sampai lancar" Jawab Ayah
"Bunda napain?" Tanya Bella ke Bunda nya
"Bunda mau nemenin Edbert lah" Jawab Bunda
"Lho?"
"Haish sudahlah Bella, yang penting Bunda dan Ayah sampai dengan selamat. Kami mau napain ya terserah kami dong" Canda Bunda
"Iya iya terserah bunda aja" Jawab Bella
Ayah berdiri lalu membawa Alvaro ke ruang belajar. Sedangkan Bella di suruh istirahat oleh Bunda. Kalau Edbert disuruh bunda untuk membantu nya masak untuk makan nanti. Yang paling enak disini adalah Bella, ia tidak melakukan apa-apa, hanya berdiam di kamar di atas kasur kesukaan nya.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk kasih saran, tapi sarannya yang mendukung, bukan menjatuhkan. Terimakasih.