EdBell

EdBell
Bab 17 - EdBell



Semua barang dan peralatan penting sudah siap di susun untuk di bawa ke rumah baru Edbert dan Bella. Bella sang istri sudah tidak sabar untuk melihat rumah baru mereka.


Saat berada di mobil menuju perjalanan ke rumah baru, Edbert hanya diam, dia tidak menjawab satupun pertanyaan Bella. Bella hanya bisa mengenal nafas, karena ia tau Edbert sedang kesal. Kadang memang Edbert berperilaku seperti anak kecil, kadang seperti orang dewasa, selalu saja berubah-ubah.


Saat sampai di kediaman, Bella sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia tidak menyangka ucapannya yang kemarin terwujud. Senyum lebar di wajah Bella mulai muncul, hati nya sangat berbunga-bunga.


Rumah ini?! Astaga aku tidak menyangka yang punya rumah ini ternyata Edbert. Bahagia banget gue menikah sama orang yang punya rumah ini. Yang lebih wow nya, ucapan gue terwujud. Aaaa. Batin Bella.


Ngomong-ngomong siapa ya sekarang yang tinggal di rumah gue dulu? Dia terkejut ga sih lihat rumah sebesar ini di samping rumah nya? Mungkin terkejut ya, hahah


Para asisten menurunkan dan membawa semua barang masuk ke dalam rumah. Mereka mulai menyusun peralatan dengan rapi dan sangat hati-hati, karena kalau ada peralatan yang pecah, gaji mereka akan di kurangi.


Bella mengikuti Edbert dari belakang. Edbert berjalan menuju kamar baru mereka. Bella melihat sekeliling nya dengan tersenyum lebar, semua sangat indah, rumah ini mewah nya kelewatan.


Lagi-lagi Bella terkejut dengan kamar yang di lihat nya. Kamar mereka yang sekarang besarnya 2 kali lipat dari kamar nya yang biasa. Banyak sekali lemari pakaian, perhiasan, alat-alat make up, dan lain-lain. Ranjang mereka sangat besar dan empuk, Bella sangat menyukai nya.


Edbert mengunci kamar mereka lalu mengaktifkan pengendap suara. Bella tidak menyadari kalau Edbert sekarang sudah berada di belakang nya.


Bella berbalik dan terkejut. "Eh Edbert"


Dam


Edbert mendorong Bella ke atas ranjang. Kini posisi mereka sedang saling tatap-menatap tapi dalam keadaan berbaring. Tangan Bella di pegang kuat oleh Edbert, sehingga ia tidak dapat menggerakkan nya.


"Hm?" Bella mengeluarkan suara agar tidak terlalu hening.


"Kamu jahat" Ucap Edbert kepada Bella. Bella mulai bingung maksud perkataan Edbert.


"Maksud kamu?"


"Kamu sangat kejam"


"Sayang, kita baru menikah, tapi kamu langsung meninggalkan ku"


Bella mulai mengerti dengan ucapan Edbert.


"Aku, aku tidak bisa menolak nya"


"Ya aku tau, ini adalah pekerjaan terpenting mu. Tapi kenapa harus ke Rusia?! Kamu tau kan rasanya gimana"


"Sayang aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu. Tugas ini sangat penting untuk ku dan kamu. Kalau nanti kamu kangen, kamu bisa kok datang ke Rusia"


"Kamu tau? Kalau Papi tidak memberiku pekerjaan ini, aku sudah pergi ke Rusia bersama mu. Kamu tau kan, tugas yang di berikan Papi harus selesai secepat mungkin, paling lama 1 bulan. Misalnya ada tugas tambahan lagi, bagaimana kita bisa bertemu?"


"Sayang kamu tenang aja, semua pasti ada solusi nya kok. Kalau kamu khawatir pada ku, buat 2 pengawal pribadi untuk ku, mereka akan selalu mengabari mu apa yang sedang aku lakukan dan apa yang sedang terjadi"


"Ya. Ini malam terakhir kita, aku mau melakukan nya sampai puas"


Di tempat lain


"Aku yakin anak-anak kita bisa melakukan tugas nya dengan baik. Mereka pasti sanggup untuk berpisah sementara. Mereka harus bekerja dengan sungguh-sungguh, supaya nanti anak mereka mengikuti jejak orangtuanya" Ucap Papi.


"Saya setuju dengan anda. Saat bekerja ya bekerjalah, ada waktunya untuk bersama kembali. Berpisah 1 tahun itu bukan apa-apa" Ucap Ayah.


"Ya saya juga setuju, kita membuat anak-anak kita seperti itu supaya mereka tidak sepele dengan pekerjaan mereka" Ucap Mami.


"Bahkan kita dulu lebih parah dari mereka. Cinta segi empat" Ucap Bunda yang membuat Ayah, Papi, dan Mami tersedak.


Memang dulu kisah mereka berempat sangat rumit.