EdBell

EdBell
Bab 62



Alex dan Elizabeth berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Nenek. Saat di tengah perjalanan, mereka mendapat kabar kalau Nenek harus di pindahkan ke luar negeri. Alex langsung mengendarai mobil dengan sangat cepat, ia tidak mau membuat Elizabeth semakin khawatir.


10 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Elizabeth langsung berlari ke ruangan Nenek.


"Nenek?" Panggil Elizabeth kepada Nenek nya yang sedang makan.


Nenek tersenyum melihat kedatangan Elizabeth.


"Maaf Nek, seharusnya Elizabeth menemani Nenek" Ucap Elizabeth dengan mata berkaca-kaca.


"Nak, Nenek baik-baik saja, kamu tidak perlu menangis" Ucap Nenek sambil mengelus kepala Elizabeth.


"Tapi Nenek mau dipindahkan ke luar negeri, berarti penyakit Nenek sangat parah kan?"


"Tidak usah ke luar negeri, Nenek baik-baik saja kok. Lagi pula kita tidak punya uang sebanyak itu Nak"


"Tidak, tidak, Nenek harus mendapat perawatan yang bagus. Elizabeth akan mencari uang untuk pengobatan Nenek"


"Tidak perlu Nak"


Nenek memperhatikan bekas merah di leher Elizabeth.


"Sudah sampai tahap mana?" Tanya Nenek.


"Maksud Nenek?"


"Nenek merestui hubungan kamu dengan Alex. Dia bukan pria yang jahat, kamu percaya sama nenek ya"


"Elizabeth percaya Nek"


Maaf Nek, Elizabeth sebenarnya tidak menyukai Alex. Elizabeth memanfaatkan dia untuk perawatan Nenek. Sekali lagi maaf Nek. Batin Elizabeth.


"Walaupun dia dari keluarga berada, dia tidak sombong Nak. Keluarga nya semua sangat baik, mereka akan menerima kamu"


"Elizabeth tau Nek. Sekarang Nenek harus mau di rawat keluar negeri ya?"


"Kalau kamu mau menjanjikan satu permintaan Nenek, Nenek bersedia keluar negeri"


"Elizabeth berjanji Nek"


"Baiklah, kamu berjanji akan menjadi istri sah Alex" Ucap Nenek lalu pingsan.


Elizabeth terkejut.


"Nek, Nenek? Dokter, dokter" Panggil Elizabeth dengan air matanya.


"Penerbangan sudah di atur, ayo berangkat" Ucap Alex kepada Elizabeth.


Elizabeth mengangguk. "Kamu ikut?"


"Tentu saja"


"Pekerjaan kamu bagaimana?"


"Tidak usah di pikirkan"


"Te-terimakasih"


Alex memeluk Elizabeth yang sedang sedih.


Sebenarnya tadi saat Nenek dan Elizabeth berbicara, Alex berada di depan pintu ruangan. Ia mendengar semua perkataan mereka, termasuk janji Elizabeth kepada Nenek.


Akhirnya setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sakit luar negeri. Nenek langsung di bawa ke ruangan dan di rawat dengan baik.


"Kamu tidak perlu memikirkan biaya nya. Aku akan menanggung semua, tapi kamu harus melakukan kontrak sampai selesai"


"Aku akan melakukan nya dengan baik" Jawab Elizabeth sambil menundukkan kepalanya.


"Kau temanilah Nenek disini, aku akan cari penginapan"


"Hati-hati" Jawab Elizabeth.


Alex melangkah jauh dari Elizabeth. Entah apa yang terjadi, perasaan Elizabeth sungguh tidak enak. Ia tidak tau nantinya bisa menepati janji nya kepada Nenek.


"Nenek, maaf kalau Elizabeth tidak bisa menepati janji. Elizabeth tidak berani mengatakan ini kepada Alex. Dia sudah banyak membantu kita, tidak mungkin kan Elizabeth meminta hal lain nya. Apalagi ini tentang pernihakan"


"Mungkin dia sudah punya orang yang di sukai nya Nek. Elizabeth tidak mau mengganggu hubungan mereka. Lagi pula Elizabeth hanya anak dari keluarga sederhana"


"Kalau nanti Elizabeth tidak menikah dengan Alex, berarti kami benar-benar tidak jodoh Nek"


"Sudahlah Nek, Elizabeth akan melakukan apa saja, asalkan Nenek cepat sehat"


Alex dan asisten nya sudah menemukan penginapan yang lumayan. Mereka memesan dan memasuki kamar masing-masing.


"Ck aku dan Elizabeth hanya sebatas kontrak. Kalau aku tidak menikahi Elizabeth, apa sakit Nenek akan tambah parah?"


"Aku harus baik-baik memikirkan ini. Kalau aku tidak menikah dengan Elizabeth, aku akan menikah dengan anak dari teman Papa. Jadi mana lebih baik? Menikah dengan Elizabeth atau dengan orang yang tidak di kenal?"


"Ck! Menikah, menikah! Cinta saja tidak! Sungguh merepotkan!"