
Edbert membuka pakaiannya, kini terlihat lah postur tubuh nya yang bagus. Bella menghadap kebelakang, ia sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya.
"Aaa kenapa kau tidak pakai baju?!" Ucap Bella sambil menutup wajahnya dengan kedua matanya.
"Hm? Aku mau mandi" Jawab Edbert.
"Kenapa nutup wajah? Bukan nya kamu udah pernah lihat ya? Lagian kita suami istri" Ucap Edbert sambil menyingkirkan tangan Bella yang menutupi wajah cantik nya.
"I...itu,,," Bella tidak tau mau ngomong apa.
Edbert tersenyum licik. Ia membawa Bella ke kamar mandi, kemudian memasukkan Bella ke dalam bathtub.
"Apa yang kau lakukan?! Gaun ku sudah basah! Tega sekali kamu! Huhu Edbert jahat!"
Edbert membuka semua pakaian yang ada di tubuh nya, kemudian ia masuk ke dalam bathtub.
Edbert mengelus wajah imut Bella. "Sssttt jangan nangis sayang. Simpan air mata mu untuk nanti"
"Hm maksud?" Tanya Bella tak mengerti perkataan Edbert.
"Aku menginginkan mu, kamu hanya milikku!"
Edbert mencium bibir Bella dengan lembut. Bella terkejut, ia memejamkan kedua matanya dan membiarkan Edbert melakukan apa yang dia mau.
Perlahan Edbert membuka gaun Bella. Awalnya Bella ingin memberontak, tapi tubuh nya berkata lain. Kini Bella tidak mengenakan apa-apa lagi, ia merasa sangat malu, wajah nya memerah dengan cepat.
"A,,,aku,,"
Cup
Edbert mengecup kening Bella. "Ssstt tenang sayang, kita disini untuk mandi, bukan melakukan hal lain. Percayalah"
"Aku tau, tapi aku sangat malu"
"Kenapa malu? Kita suami istri sayang, tidak perlu malu"
Bella tidak menjawab Edbert.
Edbert tersenyum melihat raut wajah istrinya yang sedang malu. Ia pindah ke belakang Bella, kemudian memeluk istrinya dari belakang. Bella tidak tau mau mengatakan apa, ia mengikuti alurnya saja.
Edbert melepas pelukan nya. Ia mengambil shampo yang ada di samping nya, kemudian menyampoi rambut Bella. Jantung Bella berdetak kencang, wajah nya kembali memerah.
"Aku bisa sendiri. Kamu mandi lah" Ucap Bella karena malu.
"Tidak. Aku akan memandikan mu"
"Lalu kamu tidak mandi?" Tanya Bella.
"Aku memandikan diri ku dan diri mu. Jangan mencoba untuk menolak"
Setelah selesai menyampoi rambut Bella dan rambut nya, ia masuk ke tahap selanjutnya, yaitu menggosok badan. Edbert memulainya dari leher Bella. Bella yang merasa geli hanya bisa menahan dan memejamkan mata.
"Hahaha tapi kau adalah istri ku. Salah ya suami sendiri pegang punya istri?"
"Ti-tidak salah kok, tapi bisakah kau mempercepat mandi kita? Aku sudah kedinginan"
"Baik sayang, setelah itu kita ke tahap selanjutnya"
10 menit kemudian Bella dan Edbert keluar dari kamar mandi. Mereka hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh nya. Sebelum mulai ke tahap selanjutnya, Edbert mengeringkan rambut Bella terlebih dahulu.
"Aku bisa sendiri" Ucap Bella.
"Diam lah istri, suami mu ini akan melayani mu"
Bella sama sekali tidak punya tenaga untuk melawan Edbert.
Kini rambut Bella sudah kering, Edbert menggendong Bella dan meletakkan nya di atas ranjang. Edbert menarik handuk yang menutupi tubuh nya dan Bella, kemudian melemparkannya entah kemana.
"Matikan lampu nya" Ucap Bella.
Edbert tersenyum. "Kalau nanti lampunya di matikan, aku tidak bisa melihat wajah mu"
"Kau kan sudah sering melihatnya!"
"Ini berbeda sayang. Diam aja deh kamu" Ucap Edbert.
Edbert kembali mencium bibir Bella. Kemudian ciuman nya perlahan turun dan salah satu tangannya meraba-raba tubuh Bella.
"Sayang punya kamu kecil sekali" Canda Edbert.
"Ke-kenapa? Kalau tidak suka ja-jangan di pegang!"
"Tidak, ini sangat cocok dengan ukuran badan mu. Tidak terlalu kecil dan tidak besar"
Edbert melanjutkan aktivitas nya. Perlahan ia turun lagi ke bawah dan membuat Bella terkejut. Bella merasa tidak nyaman dengan benda yang memasuki tubuh nya. Rasanya sakit, perih, tapi dia harus menahan nya.
Semakin lama perasaan Bella menjadi tidak enak. Ia mulai memberontak dan tidak sengaja membuat Edbert memasukkan dengan cepat. Kini mereka sudah menyatu, rasanya sangat hangat dan enak.
"Sakit,,"
Edbert menahan kedua tangan Bella. "Sayang jangan memberontak! Aku tadi masukin perlahan-lahan biar kamu tidak terlalu merasa sakit, tapi kamu malah tidak sabaran"
Bella tidak tau mau mengatakan apa, ia hanya bisa mengeluarkan air mata.
"Istri ku kamu jangan pingsan dulu ya. Permainan kita belum siap lho"
"Aku tidak pingsan! Lakukan lah yang kau mau, aku akan mengikuti nya, tapi pelan-pelan!"
"Iya sayang, aku tidak sekasar itu kok"