
Setelah 3 hari berada di rumah sakit, akhirnya Bella bisa pulang ke rumahnya. Ia sangat senang karena di rumah sudah dilengkapi peralatan bayi. Ia juga tidak perlu terlalu repot untuk mengurus bayi sendirian, karena ada bibi yang akan membantu nya.
"Mama, adik lama banget besar nya" Ucap Alvaro.
"Baru tiga hari sayang, tunggu sebentar lagi ya, pasti nanti besar kok" Jawab Bella.
"Lama banget Ma, Varo bosan"
"Kan masih ada Papa yang nemani kamu main sama belajar" Ucap Bella.
"Varo tau, tapi Papa kan sibuk di perusahaan. Masak sih Varo datang ke perusahaan Papa untuk belajar sama main"
"Em menurut Mama kamu ke perusahaan Papa aja, sekalian belajar dan mengenal hal-hal baru" Ucap Bella.
"Emang nanti Papa izinin Ma?"
"Pasti di izinin, percaya deh sama Mama. Ya?"
Varo mengangguk. "Tapi Mama ya yang ngomong sama Papa"
"Kamu lah yang ngomong luan, masak gitu aja kamu ga berani. Papa ga bakal marah kok"
"Iya, iya Ma, nanti Varo tanya"
"Hoek, hoek" Bayi Bella menangis.
"Ma adek nangis"
"Dia lapar nih, kamu keluar dulu gih" Suruh Bella kepada Alvaro.
"Ok"
Tanpa lama-lama lagi Varo langsung keluar dari kamar Bella.
Bella mengangkat bajunya dan memberi bayi minum.
"Cup, cup, cup"
Akhirnya si bayi diam setelah di kasih susu.
Tak berapa lama kemudian Edbert pulang dari perusahaan. Ia menyapa Alvaro kemudian masuk ke dalam kamar nya dan Bella.
"Sayang" Sapa Edbert.
"Hai. Dah pulang?"
"Udah"
"Kamu capek?" Tanya Bella.
"Secapek-capek nya saya, lebih capek kamu. Cup" Jawab Edbert sambil mencium kening Bella.
"Masih tidur aja dia?" Tanya Edbert yang di maksudkan adalah si bayi.
"Baru tidur, baru siap minum dia" Jawab Bella.
"Em lapar nih, enak nya minum apa ya?" Tanya Edbert kepada Bella.
Bella mengerti maksud perkataan Edbert. "Kamu jangan macam-macam deh"
"Sayang aku juga mau minum"
Edbert duduk didepan Bella dengan gaya manja nya.
Edbert mengangkat baju Bella lalu membuka bra nya.
"Edbert"
"Saya harus dapat bagian" Ucap Edbert.
Edbert mulai menyusu pada Bella. Bella hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Edbert. Entah apa yang dibuat Edbert, ia selalu membuat Bella merasa kenikmatan.
Beberapa saat kemudian.
"Udah dong Bert, nanti gada lagi untuk si bayi"
Edbert berhenti menyusu pada Bella.
"Sayang kita buat anak cewek satu lagi mau?" Tanya Edbert.
"Jangan sekarang" Jawab Bella.
"Tapi aku mau nya sekarang" Ucap Edbert dengan manja.
"Ga bisa sayang, emang kamu mau jadi duda?" Tanya Bella.
Edbert menggeleng.
"Nah, tahun depan aja ya sayang. Sudah sana mandi dulu biar wangi" Ucap Bella.
"Mandi bareng!" Ucap Edbert yang langsung menggendong Bella.
"Eh? Bibi jaga si bayi" Teriak Bella dari dalam kamar.
Untung saja bibi tidak jauh-jauh dari kamar Bella, ia masuk ke dalam kamar kemudian membawa si bayi ke ruangan bayi. Ia tahu kalau Edbert dan Bella pasti akan melakukan sesuatu.
"Edbert ih!" Kesal Bella.
"Kamu gemukan" Ucap Edbert kepada Bella.
"Nanti kan langsing lagi sayang"
"Mandi sangat menyenangkan bukan?" Ucap Edbert sambil melepas pakaian Bella.
Setelah selesai melepas pakaian Bella, Edbert melepas pakaian nya. Edbert memasukkan Bella dan dirinya ke dalam bathtub, kemudian ia memeluk Bella dari belakang.
"Tangan kamu gatal banget ya" Ucap Bella kepada suaminya tercinta itu.
"Kamu itu milik saya, saya bebas apain kamu" Jawab Edbert.
"Ge-geli"
"Sssttt, jangan ribut sayang" Ucap Edbert.
"Kamu sih"
"Hm habisnya punya kamu punya saya juga" Ucap Edbert.
"Ahk! Bert!"
"Sayang jangan berisik"
"Jangan di bagian itu, sakit"
Edbert tersenyum, ia memindahkan tangan nya perlahan demi perlahan. Edbert meraba bagian tubuh Bella yang lain.