
73
Setelah selesai makan, Elizabeth mengajak Alex untuk menjenguk Nenek. Walaupun di samping Nenek sudah ada seorang perawat, Elizabeth masih waspada dan selalu mengecek kesehatan Nenek. Elizabeth tidak tau perawat itu jahat atau tidak. Siapa yang tau perawat itu nantinya akan membunuh Nenek? Tidak ada yang tau kan.
"Kamu ga beli sesuatu untuk Nenek?" Tanya Alex.
"Ga ada deh kayak nya, soalnya semua masih lengkap" Jawab Elizabeth.
"Makanan Nenek? Roti nya?"
"Masih ada Alex"
"Baik"
"Kalau aku malam ini tidur di rumah Nenek, bagaimana? Perasaan aku ga enak, takutnya Nenek kenapa-napa" Elizabeth meminta izin kepada Alex.
"Boleh kok, tapi saya juga tidur di rumah Nenek ya. Sekalian jaga kamu dan Nenek" Jawab Alex.
"Boleh aja, tapi takutnya ga ada kamar kosong"
"Kita tidur di kamar mu" Ucap Alex.
"Eh kamar aku kecil lho, trus kasur nya ga sebagus punya kamu. Emang kamu ga ngerasa apa gitu?"
"Kamu pikir orang kaya selalu tidur di kamar yang besar dan kasur nya empuk? Asal kamu tau ya Elizabeth, saya waktu kecil selalu tidur di kamar yang sederhana. Papa dan Mama selalu mengajarkan kami untuk hidup sederhana, katanya tidak selamanya kita bisa menjadi orang kaya, kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya"
"Trus kenapa kamu sekarang jadi hidup mewah?" Tanya Elizabeth.
"Itu karena saya sudah kerja. Coba kalau belum, pasti tidak seperti ini" Jawab Alex.
"Oooo"
Alex melihat wajah Elizabeth sekilas.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah Nenek. Elizabeth dan Alex bersama-sama turun dari mobil. Mereka mengetuk pintu rumah Nenek supaya di buka.
"Tuan, Nona, silahkan masuk" Ucap perawat itu.
"Nenek mana?" Tanya Elizabeth.
"Di kamar Nona"
Elizabeth berlari ke kamar Nenek.
"Nenek" Ucap Elizabeth sambil memeluk Nenek nya.
"Hahaha, kamu datang setiap saat ya" Ucap Nenek.
"Ya kan Elizabeth khawatir sama Nenek. Nenek dah makan belum?"
"Udah minum obat?"
"Udah. Kamu sama Alex udah makan?" Ucap Nenek.
"Udah Nek" Jawab Elizabeth.
"Oh ya Nek, kami tidur di sini ya. Dah lama Elizabeth ga tidur di kamar Elizabeth"
"Tapi kamar yang tersisa cuman kamar kamu, Alex tidur di mana?" Tanya Nenek.
"Kami tidur sama Nek" Ucap Alex yang tiba-tiba masuk ke kamar Nenek.
"Kamu ga keberatan?" Tanya Nenek kepada Elizabeth.
Elizabeth menggeleng.
"Ya sudah, Nenek mengizinkan kalian tidur bersama" Ucap Nenek memberi izin.
Perawat dari tadi menguping pembicaraan Nenek, Elizabeth, dan Alex. Ia sedikit kesal karena Elizabeth dan Alex akan bermalam di rumah itu.
Karena sudah jam 9, Alex dan Elizabeth masuk ke dalam kamar. Elizabeth mengambil selimut yang cukup tebal untuk mereka berdua. Ia meletakkan selimut nya di atas kasur, lalu pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Alex yang sudah kedinginan membuka selimut dan menyelimuti diri nya. Cuaca akhir-akhir ini aneh, kadang panas, kadang dingin, kadang hujan, kadang tidak.
Elizabeth kembali dari kamar mandi, lalu ia naik ke atas ranjang dan menarik selimut yang di pakai Alex.
"Bagi" Ucap Elizabeth.
"Iya sebentar, jangan asal di tarik" Ucap Alex sambil membagi selimut dengan Elizabeth.
Elizabeth berbaring di ranjang dan di peluk oleh Alex.
"Dingin" Ucap Alex.
"Em ya" Jawab Elizabeth yang merapatkan wajah nya ke dada Alex.
"Apa disitu nyaman?" Tanya Alex sambil mengelus kepala Elizabeth.
"Emm" Elizabeth tidak tau mau menjawab apa, wajah nya memerah seketika.
"Tidurlah" Ucap Alex.
"Jangan lepas pelukan nya, dingin" Ucap Elizabeth dengan manja.
Alex tersenyum. "Ya sayang"