EdBell

EdBell
Bab 16 - EdBell



Sinar matahari yang menembus jendela membangunkan Edbert dari tidur nyenyak nya. Perlahan ia melepaskan pelukannya dari punggung Bella. Bella si gadis cantik masih tertidur nyenyak, hal ini bisa disebabkan karena olahraga yang di lakukan mereka semalam. Edbert beranjak dari ranjangnya, ia berencana untuk mandi.


Setelah Edbert selesai mandi, ia melihat Bella sedang duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah buku yang tebal. Bella hanya dibalut dengan selimut, ia belum memakai pakaian karena ia belum mandi. Tanpa lama-lama lagi Edbert menghampiri Bella.


"Pagi sayang. Cup" Edbert mengecup kening Bella.


"Pagi sayang. Aku mandi dulu ya. Baju kamu udah aku siapin, tinggal pakai aja" Bella menutup buku tebal nya.


"Kamu masih bisa jalan?"


"Heh! Kamu jangan meremehkan saya ya. Saya itu tidak lemah, tidak seperti wanita lain, meskipun sedikit perih sih. Tapi tenang aja, gue ga akan nyusahin lo kok. Gue ga akan nyuruh lo untuk gendong-gendong gue"


Dengan percaya dirinya, Bella beranjak dari ranjang kemudian mau berjalan menuju kamar mandi. Bella yakin dia bisa berjalan tanpa bantuan Edbert.


Dan...


"Eh, Bella!"


Untung saja Edbert menangkap Bella yang hampir jatuh. Edbert langsung menggendong Bella dan membawanya ke kamar mandi.


"Maaf,,," Ucap Bella


Edbert memasukkan Bella ke dalam bathtub.


"Jadi siapa yang nyiapin baju saya?"


"Tadi aku manggil bibi"


"Sudahlah, kamu mandi yang bersih. Kalau sudah siap panggil saya, nanti saya gendong kamu"


"Edbert!! Sudah ku bilang aku itu bisa jalan"


"Sudah ya, saya tinggal dulu"


"Eh..."


Bella kesal karena ia ditinggalkan Edbert sendirian di kamar mandi.


Dengan cepat Edbert memakai pakaian nya, kemudian ia membuka buku yang tadi di baca oleh Bella. Sekarang Edbert sudah tau kalau Bella ingin sekali jadi dokter, jadi dia berencana untuk memasukkan Bella ke kuliah kedokteran yang bagus.


Beberapa saat kemudian, Bella sudah selesai mandi dan memanggil Edbert.


"Edbert"


Edbert langsung membuka pintu kamar mandi dan menggendong Bella yang sudah dibalut dengan handuk.


"Kamu sangat wangi" Goda Edbert.


"Hm"


"Kamu kenapa?" Edbert meletakkan Bella diatas ranjang.


"Karena kau tidak menemaniku mandi, maka pakaikan pakaian ku!"


"Menarik. Mau dari bawah atau atas luan?"


"Bawah" Jawab Bella.


"Selesai" Ucap Edbert.


"Makasih sayang. I love you"


"Kamu mau kuliah?" Tanya Edbert memastikan.


"Untuk apa?"


"Bukan nya kamu mau jadi dokter? Nanti gara-gara menikah sama saya, cita-cita kamu ga tercapai. Lalu kamu menyalahkan saya dan meninggalkan saya"


"Hahaha, ga usah di pikirin. Kalau kamu penasaran, tanya aja sama Ayah. Intinya aku ga kuliah lagi dan masalah cita-cita, itu semua sudah tercapai"


"Maksud kamu?"


"Kan aku udah bilang, tanya aja sama Ayah"


"Ya sudah, sebaiknya kita turun ke bawah, ga enak udah ditungguin dari tadi"


Bella yang hendak jalan langsung di gendong oleh Edbert.


"Turunin!"


"Edbert turunin! Malu diliatin sama keluarga!"


"Kita ini pengantin baru sayang"


Sampai di lantai bawah


Bella menutup wajah nya, ia sangat malu karena dilihati oleh Ayah, Bunda, Mami, Papi, serta kakak dan kakak ipar Edbert.


"Wah pengantin baru sudah datang" Ucap kakak Edbert.


Edbert menurunkan Bella.


"Bella singkirkan dong tangan nya" Ucap Mami.


Dengan terpaksa, Bella harus menyingkirkan tangan nya dari wajah nya. Wajah nya sangat merah karena rasa malu yang berlebihan.


"Kalian duduk lah" Ucap Papi.


"Sesuai dengan perjanjian kemarin, kamu sudah bisa menempati rumah yang kami berikan. Sesuai dengan perjanjian, kamu harus merawat istri dan anak-anak mu dengan baik. Kamu sudah tau semua isi perjanjian nya, jika kamu melanggar salah satu isi perjanjian itu, maka semua yang ada padamu akan di berikan kepada istri dan anak-anak mu. Mengerti?!" Tegas papi kepada Edbert.


"Mengerti pa, Edbert tidak akan mengecewakan Papi dan Mami"


"Begitu juga dengan kamu Bella. Kesepakatan yang kita buat sudah berakhir, kamu sudah bisa mengurus pasien yang ada di rumah sakit" Ucap Ayah.


"Serius Yah? Aaa akhirnya aku mendapat pekerjaan ku kembali!! Edbert lu dengar sendiri kan? Gue itu udah jadi dokter, tapi ini semua rahasia"


"Dasar kalian" Ucap Kakak Edbert yang memulai tawa.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.