
"Kakak kamu sudah menemukan bukti nya?" Tanya Elena kepada Varo.
"Sedikit lagi" Jawab Varo yang masih fokus pada komputer nya.
"Aku sudah mengutus orang untuk mencari perawat itu. Mau nya bukti sudah lengkap sebelum perawat itu tertangkap" Ucap Elena.
"Kamu tenang saja, sebentar lagi dia akan kena karma nya" Ucap Varo.
"Huff aku khawatir dengan Kakak dan Kak Elizabeth" Ucap Elena sambil duduk di kursi nya.
"Kamu tidak perlu khawatir, Alex bisa menyelesaikan masalah mereka. Lagi pula Alex tidak bersalah, Elizabeth tidak akan marah kepada nya"
"Ya kamu ada benar nya juga sih" Ucap Elena.
"Selesai!!" Ucap Varo dengan bangga.
"Wow serius?"
"Ya, kita bisa istirahat sebentar"
Drrtt, ddrrtt, drtt.
Ponsel Elena berdering. Elena mengambil ponsel nya dari kantong celananya, kemudian mengangkat telepon.
"Halo?" Ucap Elena.
"Nyonya, kami sudah menangkap orang nya. Sekarang kami sedang membawa dia ke markas"
"Oh baik, kami segera datang" Ucap Elena.
"Baik Nyonya"
Elena mengakhiri percakapan mereka.
"Hm sudah ketemu? Ah ayolah. Ya sudah ayo kita berangkat sekarang. Istirahat nya nanti saja" Ucap Varo.
"Kalau kamu lelah, aku saja yang bawa mobil. Kamu bisa tidur di perjalanan" Ucap Elena.
"Terimakasih atas pengertian nya sayang" Ucap Varo.
Elena memutar bola mata nya. "Ya, ya, ya, ayo berangkat"
Elena dan Varo masuk ke dalam mobil. Elena mulai menghidupkan mobil, kemudian menyetir dengan balap.
"Kalau sudah sampai bangunin saya" Ucap Varo.
"Iya nanti aku bangunin" Jawab Elena.
Elena memutar musik dengan volume kecil. Ia tidak mau anak bayi besar nya terbangun gara-gara ribut.
Setelah 1 jam, akhirnya mereka sampai di markas. Elena membangunkan Varo yang masih tertidur nyenyak. Dengan terpaksa Varo harus bangun dan membuka kedua matanya.
"Di mana dia?" Tanya Elena.
"Di ruangan bawah Nyonya. Mari saya antar"
"Siapa yang menjaga dia?" Tanya Varo.
"Ketua dan beberapa teman nya yang menjaga Tuan. Kami memastikan bahwa tawanan aman, dia tidak bisa kabur dari manapun"
"Bagus" Ucap Elena.
"Disini tempat nya Nyonya dan Tuan. Saya pamit dulu"
"Baiklah, terimakasih"
"Sama-sama Tuan dan Nyonya"
Varo membuka pintu penjara nya.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya"
"Lepaskan aku! Lepaskan! Aku akan membunuh kalian! Ahhhh!!!!"
"Tidak bisakah dia tidak berteriak?" Tanya Elena dengan marah.
"Maaf Nyonya, kami sudah memberi dia pelajaran dari tadi, tapi dia tidak mau diam, dia tetap berteriak"
"Ahhhhhh ahhhhh ahhhhhhhh, aku tidak bersalah!!! Aku tidak membunuh Nenek! Aku orang yang sangat di percaya oleh Alex!" Ucap si perawat.
"Varo aku tidak sanggup mendengar suara nya" Ucap Elena.
"Diam! Ribut sekali!"
Varo masuk ke dalam penjara, kemudian mengikat mulut si perawat itu. Varo juga mengikat tangan dan kaki perawat itu.
"Akhirnya tenang" Ucap Varo.
"Kenapa dari tadi kalian tidak menutup mulutnya?" Tanya Varo.
"Kami sudah berusaha Tuan, dia dari tadi menggigit tangan kami"
"Cih merepotkan" Ucap Elena.
"Hei kau wanita, saya tidak perduli kau kepercayaan siapa. Kami mempunyai bukti yang kuat untuk memasukkan mu ke dalam penjara. Orang seperti mu harus hidup dengan keadaan di siksa" Ucap Elena.
"Nghhh, mmmhhhhhh"
"Tidak perduli mau mengatakan apa, kami tidak akan melepaskan mu!!!" Ucap Elena dengan tegas.