
Sinar matahari menembus jendela kamar Bella. Ia terbangun dari tidur nyenyak nya. Di lihat nya ada seorang anak kecil yang masih tertidur nyenyak di samping nya. Ia mengelus pelan kepala anak itu dan mencium kening nya.
"Emm"
Suara anak kecil itu mulai kedengaran. Ia membuka kedua matanya dan memberi senyuman kepada Bella.
"Pagi" Sapa Bella
"Pagi Bi" Jawab Alvaro sambil mendudukkan tubuh nya di atas ranjang
"Bibi hari ini tidak kerja? Tumben lama bangun nya"
Bella menggeleng. "Sekarang bibi libur nih, enak nya napain ya?"
"Libur?" Ucap Alvaro bahagia.
"Bibi mau ga nemani Alvaro belajar?" Tanya Alvaro yang di wajah nya sudah terdapat sebuah harapan
Bella tersenyum "Boleh kok. Tapi kita sarapan dulu ya" Jawab Bella
Alvaro kelihatan senang. Ia seperti anak yang kurang kasih sayang orang tua. Tidak tahu ntah apa yang merasuki Bella, ia merasa kasihan dengan Alvaro dan ingin merawat nya. Tapi di sisi lain dia juga harus menyelidiki dengan jelas perkataan Alvaro kemarin.
Bella dan Alvaro keluar dari kamar. Mereka turun dari lantai atas menuju ruang makan. Di meja makan sudah tersedia sarapan yang di buat oleh Tyler. Tyler dan Viktor sudah sarapan duluan, kata mereka Bella sangat lama datang, tidak bisa ditunggu lagi.
Bella menyuapi Alvaro, mereka seperti anak dan ibu saja. Tyler yang melihat hal itu hanya bisa diam dan tersenyum.
Beberapa saat kemudian Edbert dan Aurora datang ke ruang makan. Bella melihat Aurora dengan tatapan sinis dan memberi senyuman yang sulit untuk diartikan.
Aurora melihat Alvaro dengan tatapan tajam seolah-olah sedang memberi kode. Alvaro memalingkan wajah nya dari pandangan Aurora. Ia melihat ke bawah, seolah-olah takut akan di marahi oleh Aurora.
"Bert kamu sarapan dulu ya, trus temani aku" Ucap Bella
Edbert sangat senang akhirnya terlepas dari Aurora.
"Oke"
"Tapi aku kan masih sakit" Ucap Aurora
"Siapa peduli? Sudah cukup ya kamu buat masalah di rumah saya. Kamu disini hanya numpang, bentar lagi juga saya usir" Ucap Bella
Aurora mengepal tangan nya.
"Baik" Jawab nya
Awas aja kamu Bella! Dasar wanita licik! Tidak tahu malu! Batin Aurora.
Setelah semua selesai sarapan, Bella memberi tugas kepada Tyler. Kata Viktor dia sangat jago dalam hal itu, jadi dia akan membantu Tyler sekuat tenaga. Dia yakin, dia dan Tyler bisa mendapatkan info dengan lengkap, di jamin tidak ada yang ketinggalan sedikit pun.
Bella membawa Alvaro serta Edbert keruangan belajar. Bella meminta bantuan kepada Edbert untuk mengajari Alvaro pelajaran yang belum di kuasai nya.
"Bibi serius Alvaro diajari sama Paman?" Tanya Alvaro dengan mata berkaca-kaca
"Paman baik kok. Edbert kamu senyum dikit dong"
"Heran saya lihat kamu" Ucap Edbert kepada Bella
"Kita langsung belajar saja" Ucap Edbert kepada Alvaro
Alvaro mendengarkan perintah Edbert.
Dari belakang Bella melihat aktivitas yang di lakukan oleh dua orang itu. Mereka seperti anak dan ayah. Tiba-tiba saja Bella ingin punya anak. Tapi setelah di pikir-pikir, tunggu masalah Aurora selesai dulu, takutnya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bella duduk di sofa dan membuka ponsel nya. Banyak sekali notif masuk tentang hubungan Bella, Edbert, serta Aurora. Aurora sangat suka membuat berita palsu serta menjelekkan Bella. Bella masih bersabar, dia menangani Aurora dengan bijaksana, tidak boleh lalai sedikitpun. Sebentar lagi kebenaran nya juga akan terungkap.
Edbert berjalan ke arah Bella yang sedang serius memperhatikan ponsel nya, ia duduk di samping Bella dan merangkul nya.
"Lihat apa?" Tanya Edbert
"Nih. Lihat tuh calon istri kamu selalu saja menulis hal buruk tentang saya" Jawab Bella
"Calon? Istri saya cukup satu, cukup kamu saja" Ucap Edbert serius
Alvaro mendengar semua omongan Bella dan Edbert.
"Kamu ga mau nikah sama dia? Dia kan cantik, seksi, pintar ngehibur laki-laki juga"
"Ahaha sayang, sayang aku mau anak" Ucap Bella manja
Edbert mengelus kepala Bella
"Tunggu masalah ini selesai ya. Takut nya kamu jadi ga nyaman nanti. Bukan kamu aja, tapi kita" Jawab Edbert
"Aku tahu. Semoga masalah ini cepat selesai"
"Paman, bibi!" Tiba-tiba Alvaro berbicara. Ia mendekati Bella dan Edbert
"Ada apa nak?" Tanya Bella
"Varo minta maaf, gara-gara mama, paman dan bibi jadi kesusahan" Ucap Alvaro dengan sungguh-sungguh
"Tidak apa-apa Nak, lagian ini juga bukan salah kamu. Kamu hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa" Jawab Bella sambil mengelus kepala varo
"Tapi Varo udah buat kesalahan besar"
"Varo kamu hanya anak kecil yang belum tahu apa-apa. Sudahlah jangan nangis, saya tidak suka melihat anak yang cengeng" Ucap Edbert
Varo mengangguk.
"Em mumpung lagi libur, bagaimana kalau kita ke mall?" Ucap Bella
"Sayang"
"Yah ayo dong Bert. Saya bosan di rumah, mau nya belanja-belanja"
"Ya sudah ayo"
"Varo juga ikut ya nak. Nanti kalau ada sesuatu yang mau di beli, kamu tinggal ambil aja. Tidak usah malu-malu" Ucap Bella
"Serius bi?"
"Iya, ayo lah"
Tanpa lama-lama lagi mereka masuk ke dalam mobil dan berangkat ke mall. Aurora yang memerhatikan mereka hanya bisa duduk diam dan menahan amarah. Sekarang Aurora di rumah tidak sendirian, melainkan bersama Tyler dan Viktor. Tyler dan Viktor masih menyelidiki kasus yang di perintahkan oleh Bella.
Beberapa saat kemudian, Tyler keluar dari ruangan nya dan menghidupkan mobil. Ia pergi dengan terburu-buru, tidak tahu ntah kemana. Kini tinggallah Aurora dan Viktor di dalam rumah.
Aurora mengintip Viktor dari sela-sela pintu yang terbuka. Di lihat nya Viktor yang sedang bekerja sangat tampan. Lebih tampan dari pada Edbert. Ia mengambil kesempatan untuk mendekati Viktor.
Tok, tok, tok
"Masuk" ucap Edbert
"Kamu minum dulu, aku udah nyiapin minuman kesukaan kamu" Tawar Aurora
"Letakkan saja" Jawab Viktor
Aurora meletakkan minuman itu di meja kerja Viktor, kemudian ia merangkul Viktor dari belakang.
"Aku bosan" Goda Aurora
"Keluar!" Bentak Viktor
Aurora tidak mendengarkan Viktor. Ia malah merapatkan tubuh nya ke badan Viktor.
"Kamu milikku" Ucap Aurora kepada Viktor
"Cih pergi!"
Karena tidak bisa menahan emosi lagi, akhirnya Viktor menyeret Aurora keluar dari ruangan itu. Ia langsung mengunci ruangan itu dan kembali menatap layar laptop.
"Menyebalkan!" Ucap Viktor
Hahaha berhasil! Sebentar lagi aku yang akan menang! Batin Aurora.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk kasih saran, tapi sarannya yang mendukung, bukan menjatuhkan. Terimakasih.