EdBell

EdBell
Bab 7 - EdBell



Saat memasuki pintu perusahaan, Bella dilihati oleh para wanita yang kemarin. Mereka melihat Bella dengan tatapan tidak suka, mereka tidak percaya Edbert bertunangan dengan seorang anak dari panti asuhan. Bagi mereka Edbert dan Bella tidak serasi.


"Sayang apa kamu merasa risih?" Tanya Edbert kepada Bella.


Edbert merangkul Bella, ia sengaja menunjukkan sisi romantisnya dan Bella kepada orang-orang yang ada di tempat itu.


"Tentu saja baby, aku sangat risih dengan mata mereka, apa sebaiknya mata mereka dicongkel saja ya?"


"Kalau kamu mau"


Semua yang ada ditempat itu langsung kembali bekerja. Mereka tidak mau melihat Edbert marah. Edbert marah sangat mengerikan, kalau rasanya tidak cocok, maka ia akan memecat mereka yang tidak berguna.


"Sudahlah baby, kalau nanti ini terjadi lagi, pecat saja dia" Bella menunjuk anak kepala desa itu.


"Apa?! Berani sekali kau!" Jawab wanita itu.


"Hadeh baru dibilangi juga. Baby pecat saja dia, dia tidak akan berguna di perusahaan kita"


"Aku tau sayang"


Karena perintah dari calon istri, Edbert memecat wanita itu.


"Terimakasih baby"


Edbert membawa Bella ke ruangan pribadi nya untuk melanjutkan pembicaraan di mobil tadi.


Klek, pintu di kunci.


Edbert menyandarkan Bella ke dinding.


"Sudah siap?"


"Apaan sih Bert, cepetan!"


Edbert membuka kancing baju nya. Mata Bella berbinar-binar melihat tubuh berotot Edbert. Bella meraba perut sixpack Edbert. Rasanya sangat enak, membuat Bella ketagihan.


"Cukup!"


Edbert melepaskan tangan Bella lalu mengancing bajunya seperti semula.


"Eh, eh, gue kan belum puas. Tadi katanya sepuas mu. Lu gimana sih Bert"


Edbert mendekatkan wajahnya ke wajah Bella.


"Saya tidak mau merusak masa depan kamu" Ucap Edbert sambil merapikan rambut Bella.


"Kenapa? Bukan nya kita akan segera menikah?"


"Saya takut kamu berubah pikiran dan tidak mau menikah dengan saya"


Bella tersenyum.


"Sampai sejauh ini kamu termasuk pria yang baik. Istri mu pasti akan sangat bahagia mendapat suami seperti dirimu"


Edbert mencium kening Bella. "Saya berharap kamu lah yang menjadi istri ku, Bella"


Deg, deg, deg, jantung Bella berdetak kencang. Ia tidak tau lagi mau mengatakan apa.


"Oke mari kembali bekerja" Ajak Bella.


Bella berusaha mengalihkan pembicaraan nya dan Edbert.


...﹏﹏﹏...


Bonus episode


Kisah SMA Edbert dan Bella


Bella terkenal disekolah karena kepintaran dan kebaikan nya. Banyak anak-anak cowok yang mengungkapkan perasaannya kepada Bella, tapi Bella menolak semuanya. Mau seganteng, sebaik, sepintar apapun itu, Bella tetap menolak nya. Dia menolak mereka dengan sopan, dia tidak pernah merasa bangga disukai oleh banyak orang.


Saat Edbert mendengar tentang Bella, ia tertarik untuk mendekatinya. Hal yang paling pertama dilakukan Edbert adalah memperkenalkan diri.


"Selamat pagi Bella, Princess Lala" Ucap Edbert saat melihat Bella memasuki gerbang sekolah.


"Pagi kak senior. Nama kakak Edbert ya?"


"Lala tau nama saya? Darimana?"


"Maaf ya kak saya itu bukan orang bodoh. Kalau tidak ada kepentingan lain, saya pergi dulu"


"Dan satu lagi, jangan panggil saya Lala!"


Bella pergi meninggalkan Edbert.


"Hahaha lu ga berhasil ya? Kasihan deh gagal mendekati bunga sekolah. Hahaha" Ejek teman Edbert.


"Gue mendekati dia bukan berarti gue suka sama dia" Ucap Edbert.


"Awas nanti lu jatuh cinta"


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Hari perpisahan kelas 12 telah tiba. Para junior yang mau memberi sesuatu kepada senior di persilahkan untuk baris dan bersabar menunggu giliran nya.


Bella memberi sesuatu kepada Edbert. Barangnya sangat berat, tidak tau apa yang dibuatnya didalam.


"Sampai jumpa lagi, semoga kamu senang dengan hadiah perpisahan ku" Ucap Bella dengan senyum licik nya.


"Terimakasih untuk hadiah nya Princess Bella yang paling cantik"


"Tidak sama-sama!"


Setelah selesai memberi hadiah perpisahan, Bella dan teman nya langsung pulang ke rumah masing-masing.


"Enak ya bro, lu dapat hadiah dari bunga sekolah. Beruntung banget" Ucap teman Edbert.


"Biasa aja kali. Gue luan pulang ya"


"Oke bro, jangan lupa nanti malam"


"Gue tau"


Edbert pulang kerumah dengan terburu-buru. Ia sangat penasaran apa isi hadiah yang diberikan Bella kepada dirinya.


Sampai dirumah, ia langsung membuka hadiah dari Bella, dan ternyata isi nya adalah dumbell. Edbert tertawa sampai perut nya sakit. Mungkin Bella memberi itu supaya Edbert menyimpan dan memakai nya.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.