EdBell

EdBell
Bab 25 - EdBell



Saat sampai di rumah, Edbert kesal karena Bella membawa pria asing kerumah nya. Pria ini adalah Viktor. Edbert dan Viktor saling berkenalan satu sama lain, mereka membicarakan pekerjaan yang mereka miliki. Tak jauh dari Edbert, ternyata Viktor juga orang terkaya nomor 1 di negara nya. Tapi walaupun begitu, mereka berdua tidak pernah sombong.


Viktor adalah dokter terkenal, sedangkan Edbert CEO yang terkenal juga. Sebenarnya mereka sudah tidak asing lagi, dikarenakan mereka sering melihat berita dan ternyata mereka pernah berjumpa di Jepang, yah walaupun hanya sapa Hello.


Alvaro anak kecil itu sedang di tidur kan oleh Aurora. Setelah Alvaro tertidur nyenyak, Aurora keluar dari kamar itu dan menutup nya. Ia berjalan menuju taman belakang, tepat dimana Bella dan Tyler sedang berbicara dan menikmati malam.


"Apa aku boleh bergabung?" Tanya Aurora


"Cih!"


Tyler sangat tidak setuju kalau Aurora bergabung dengan mereka. Ia punya dendam pribadi kepada Aurora karena sudah menjelekkan nama Nyonya nya.


"Kamu ga boleh gitu Tyler. Sini gabung sama kami. Duduk aja" Jawab Bella


Dengan cepat Tyler mengerti maksud Bella. Ia tahu kalau Bella sedang berakting, soalnya tadi mereka baru membahas tentang niat jelek Aurora. Siapa sangka ternyata Bella mengetahui semua ini akan terjadi. Tapi dia mendiamkan saja, karena dia ingin menikmati hidup, ia akan mengikuti alur nya saja.


"Itu soal kemarin aku benar-benar minta maaf,,," Ucap Aurora.


"Maksud kamu soal berita itu ya? Oh biarkan saja, yang penting fakta nya bukan seperti itu. Lagian saya tidak salah, saya tidak menghasut Edbert kok. Sebentar lagi fakta yang sesungguhnya akan terungkap"


Aurora terdiam, ia selalu mati kata di buat Bella. Agar Bella tidak curiga kepada nya, ia mengganti topik pembicaraan.


"Ngomong-ngomong teman cowok yang kamu bawa kesini pekerjaan nya apa?" Tanya Aurora


Aurora kagum akan ketampanan Viktor. Ia ingin mendekati Viktor dan menjadi istri satu-satunya.


"Dia hanya seorang supir" Jawab Tyler


Bella tertawa di dalam hati. Tumben Tyler menjawab begitu, biasanya ia selalu jujur. Apa Tyler menyukai Viktor? Bagi Bella Tyler dan Viktor sangat cocok. Semoga saja mereka berjodoh.


"Oh" Jawab Aurora singkat


Supir? Tidak mungkin dia supir, dia sangat tampan. Aku harus mendapatkan nya! Batin Aurora


Karena hampir larut, mereka kembali ke kamar masing-masing. Kamar Aurora dan anak nya di lantai 1, Tyler dan Viktor lantai 2, kamar mereka sampingan, Edbert dan Bella satu kamar dan juga satu ranjang.


"Bella" Ucap Edbert


"Apa?"


"Kamu marah ya sama saya? Sampai-sampai kamu tidak mau memeluk saya saat tidur"


Bella membalikkan badan nya menghadap Edbert.


"Aku tidak marah. Aku tidak meluk kamu karena kita belum olahraga" Jawab Bella tanpa malu-malu


"Emang kamu mau olahraga malam sama saya? Soalnya saya kan sudah buat kamu kecewa"


"Kau tidak pernah membuat ku kecewa" Jawab Bella


Perlahan Bella membuka baju Edbert. Edbert yang sudah tidak tahan lagi mengikuti permainan Bella. Mereka akhirnya melaksanakan olahraga malam yang begitu menyenangkan.


Keesokan pagi


Tanpa mereka sadari, ternyata Aurora sangat cepat bangun dan membuat sarapan untuk mereka semua. Bella yang baru turun dari tangga membantu sedikit pekerjaan Aurora yang belum selesai. Saat Aurora dan Bella berhadapan, Aurora melihat leher Bella banyak bekas berwarna merah. Ia tau kalau itu bekas yang ditinggalkan Edbert, ia sangat kesal karena sampai sekarang Bella masih berhubungan baik dengan Edbert.


"Leher kamu gapapa?" Tanya Aurora sok peduli


"Oh ini, gapapa kok. Ini diberikan oleh Edbert sebagai tanda cinta nya kepada ku. Biasalah kami kan suami istri sah" Jawab Bella


Aurora hanya tersenyum.


Setelah selesai membuat sarapan, Bella memanggil Edbert dan teman nya yang lain untuk makan. Mereka semua harus sarapan bersama, tidak ada kata tidak.


Setelah selesai sarapan, Edbert langsung pergi ke perusahaan. Bella dan Viktor serta Tyler pergi ke rumah sakit. Sedangkan Aurora dan Alvaro tetap berada di rumah, tidak ada orang lain dirumah selain mereka, jadi mereka bisa bebas melakukan apa saja.


Di rumah sakit


"Pria di samping Dr Bella itu siapa? Aku belum pernah melihat nya"


Para wanita sangat kagum atas sosok Viktor. Viktor sangat risih, ia belum pernah menyukai perempuan sebelumnya. Baginya perempuan itu sangat merepotkan.


"Tyler kamu tunggu disini ya, saya dan Viktor ada urusan"


"Baik Nyonya"


Tyler duduk di sofa yang empuk. Ia membuka ponsel yang sudah lama tidak di pegang nya. Banyak sekali pesan yang masuk, rata-rata pesan itu dari orang yang sangat kagum padanya. Sebenarnya banyak cowok yang melamar Tyler, tapi Tyler menolak semua nya, tidak ada yang cocok bagi nya.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Bella dan Viktor keluar dari ruangan operasi. Mereka tampak lelah, Tyler langsung menyajikan minuman sejuk untuk mereka berdua.


"Terimakasih atas bantuan Anda Viktor" Ucap Bella


"Tidak masalah. Saya senang bisa membantu anda"


"Saya keluar dulu, ada yang mau di urus bentar. Tyler kamu temani Viktor ya"


"Baik Nyonya"


Ternyata Bella sangat peka, ia sengaja meninggalkan Viktor dan Tyler berduaan disitu. Ia tahu suatu saat nanti Viktor dan Tyler akan saling menyukai, saling menyakiti, dan menikah.


Keadaan di dalam ruangan sangat canggung. Tyler tidak tahu mau membahas apa, sedangkan Viktor hanya diam dan membaca buku.


"Itu,," Ucap Tyler dengan suara kecil


"Hmm?"


Tyler sangat senang karena Viktor mendengar dan membalas ucapan nya.


"Mohon maaf sebelumnya, apa kamu punya pacar?" Tanya Tyler dengan hati-hati


"Saya tidak punya pacar"


"Kamu pernah pacaran?"


"Tidak"


Tyler terkejut. "Kamu serius?!"


"Kenapa? Kamu suka sama saya?"


"Eh?!"


Viktor mengangkat kepalanya dan mendekati Tyler. Ia memegang wajah halus Tyler.


"Kamu menyukai saya?!" Ucap nya


Tyler menggeleng dengan wajah merah nya.


Viktor tersenyum, senyuman nya sulit diartikan, sehingga Tyler hanya bisa diam menatap wajah tampan Viktor.


Mulut Viktor tepat mendarat di leher Tyler. Ia meninggalkan bekas berwarna merah kemudian menatap wajah Tyler kembali.


"Kamu bilang tidak menyukai saya. Saya mencium kamu, tapi kamu tidak menghindar. Berarti kamu memang menyukai saya??"


"A-aku tidak menyukai mu" Jawab Tyler


"Murahan! Berarti setiap pria yang mendekati lalu mencium mu maka akan kamu terima?! Kamu tidak memberontak?! Sungguh konyol! Terlalu murahan!"


Tyler terkejut mendengar omongan Viktor. Ia ingin menjelaskan yang sebenarnya kepada Viktor, tapi Viktor sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu. Tyler merasa bersalah dan sangat bodoh atas ucapan nya. Ia sama sekali tidak begitu, ia telah membuat Viktor salah paham.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.