
Tidak terasa 1 bulan telah berlalu. Selama ini Edbert dan Bella tidak pernah saling komunikasi. Mereka sibuk menjalani kehidupan masing-masing. Dimana Bella selalu memantau Edbert dan Kylie, sedangkan Edbert sibuk berkencan dengan Kylie.
Edbert tidak tau kalau ia selalu dipantau oleh Bella. Yang ia tau Bella sibuk mengerjakan urusan nya sehingga tidak pernah mengabari dirinya. Padahal Bella sendiri menunggu kabar dari Edbert. Jadi sebenarnya mereka berdua menunggu kabar yang tak kunjung datang.
"3 bulan lagi aku akan pulang dan bertemu dengan Ayah, Bunda"
"Aku tidak sabar, aku sangat menantikan momen kebersamaan yang sudah lama tidak aku rasakan"
"Bagaimana nanti dengan Edbert? Apa aku harus meninggalkan dia?"
"Apa kami sungguh tidak berjodoh? Kenapa? Kenapa kami tidak berjodoh?!"
"Dia adalah cinta pertama ku. Aku sangat menyukainya"
"Tapi,, apa dia menyukai ku? Bagaimana kalau dia menyukai Kylie?"
"Cinta itu sungguh merepotkan!!!"
Kling
Bella mendapat sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal nya. Ia membaca pesan itu
"Malam ini, pukul 19.00 datanglah ke Grand Vacation Hotel. Aku punya kejutan untuk mu"
Pesan itu dibarengi dengan foto Edbert dan uang banyak di dalam koper.
Perasaan Bella tidak enak, ia khawatir akan terjadi sesuatu kepada Edbert. Bella menelepon Edbert berkali-kali tapi tidak diangkat. Ia mengirimi pesan tapi tidak dibaca.
"Ayolah Edbert! Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan?"
Di sisi lain
Edbert sedang terbaring diatas ranjang. Seluruh tubuhnya diikat, mulut dan matanya ditutup oleh kain berwarna hitam.
"Sayang kau mendengarnya? Hp kamu dari tadi berbunyi, lalu aku mengambil dan melihatnya, ternyata calon istri mu sedang menelepon. Dia juga mengirim mu pesan. Aku rasa dia khawatir dengan keadaan mu. Hahaha"
Yang berbicara dengan Edbert adalah Kylie. Selama ini Kylie tidak pernah mencintai Edbert, dia sengaja mendekati Edbert karena dia ingin membalas dendam kepada Bella. Menurutnya ini adalah saat yang tepat untuk membalaskan dendam nya itu.
Edbert mendengar semua pembicaraan Kylie. Ia ingin melakukan sesuatu terhadap Kylie, tapi Kylie mengikat dia terlalu kuat. Edbert tidak bisa melakukan dan berkata apa-apa, ia terpaksa harus menunggu sampai ikatan nya dibuka.
Malam hari kemudian
Bella sudah bersiap-siap dengan pakaian yang rapi dan tertutup. Ia pergi dengan membawa mobil pribadi nya.
Setelah sampai di Grand Vacation Hotel, Bella dilihati oleh sekelompok orang yang menggunakan jas hitam. Ia berusaha berjalan dengan tenang, tapi waspada terhadap sekitar. Bella menaiki lift menuju lantai 10 kamar 402. Ia masih saja di ikuti oleh para sekelompok yang mengenakan jas hitam.
Perasaan Bella kembali tidak enak. Disekitarnya tidak ada orang yang berjalan, lantai 10 itu terasa sepi, seperti tidak ada yang menginap.
Bella merasakan dari belakang ada sesuatu yang ingin menyerang nya. Ia langsung berbalik dan menahan tangan orang yang ingin memukul nya.
Bella menendang orang tersebut sampai pingsan, kemudian langsung berlari dan masuk ke dalam kamar 402.
Bella menoleh ke ranjang, ia melihat ada satu orang yang sedang berbaring di atas ranjang itu. Karena penasaran, Bella mendekati orang tersebut. Ia sangat terkejut dengan apa yang dilihat nya.
"Edbert? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau seperti ini?"
Bella melepaskan semua tali yang ada di tubuh Edbert, serta kain di mulut dan matanya.
Tubuh Edbert lemas, ia belum makan dan minum dari pagi sampai malam. Edbert memberi kode kepada Bella kalau dibelakang nya ada musuh yang mau menyerang Bella.
"Tenang, aku akan melindungi mu!"
Bella menembak kepala orang yang ingin memukul nya dari belakang. Edbert sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Bella.
"Jangan takut Edbert, aku bukan anak kecil. Aku sudah dilatih hal seperti ini sejak masih kecil"
Bella membawa Edbert keluar dari kamar itu. Mereka sudah di kelilingi oleh sekelompok pria ber jas hitam, mereka semua mengarahkan pistol ke arah Bella.
"Hahaha mau kabur? Tidak semudah itu"
Kylie datang mendekati Bella.
"Kau!!!" Bentak Bella.
Plak
Edbert yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuh nya sangat lemas, bahkan bicara aja sudah tidak sanggup lagi.
"Terimalah hukuman mu yang sebenarnya Kylie!" Bella tersenyum sinis kepada Kylie.
Polisi datang dan mengarahkan pistol kearah mereka semua.
"Jangan bergerak! Letakkan semua pistol kalian!"
"Sial! Mati lah kau Bella!!!"
Kylie mengarahkan pistolnya ke arah Bella. Saat ia ingin menembak Bella, polisi dengan cepat menghentikan nya lalu mematahkan tulang Kylie.
"Ahkk!!!!" Teriak Kylie kesakitan.
"Lepaskan aku! Dia harus mati! Dia harus mati!!!"
Kylie dan para bawahan nya di bawa oleh polisi. Para polisi dan Bella sudah membuat kesepakatan bahwasanya Kylie akan di tahan seumur hidup!
Saat menerima pesan tadi, Bella langsung pergi ke kantor polisi dan meminta mereka untuk mengawal dia jika ada sesuatu yang terjadi nanti. Awalnya polisi tidak mau, tapi setelah Bella menunjukkan data pribadinya, mereka langsung setuju kepada Bella, lalu Bella membuat kesepakatan dengan mereka.
"Pak tolong bawa Edbert untuk istirahat. Tolong kasih makan dan minum. Dan segera hubungi keluarga nya!" Ucap Bella.
"Edbert, Bella!!"
Tanpa disangka ternyata keluarga Edbert sampai tepat waktu. Bella langsung menyuruh mereka untuk membawa Edbert istirahat dan memberi makan serta minum.
"Bella kamu mau kemana nak? Ayo pulang bersama kami" Ucap orangtua Edbert.
"Aku merasa masih ada yang tertinggal disini. Kalian luan lah, aku akan menyusul"
"Pak tolong kawal mereka sampai kerumah dengan keadaan baik-baik. Aku tidak mau mendengar salah satu dari mereka ada yang terluka"
"Baik"
Polisi mengawal Edbert dan orangtua nya seperti yang dikatakan Bella.
Di tempat itu hanya tersisa Bella seorang diri. Ia mempunyai firasat tidak enak, menurutnya masih ada orang suruhan Kylie di tempat itu.
"Keluar lah, mari bertarung secara adil!"
Dor
Suara tembakan terdengar di belakang Bella.
"Hm masih ada satu orang?"
"Kau suruhan Kylie bukan? Tolong topeng anda dibuka saja" Suruh Bella.
Pria berjas hitam itu menuruti perkataan Bella.
"Bagus. Mari bermain secara adil. Kita ada diantara hidup atau mati" Ucap Bella.
Bella dan pria itu mulai saling tembak-menembak. Mereka berdua sangat cepat dan hebat. Bella tidak yakin bisa menang melawan orang itu.
Dor, dor, dor
"Ahk" Tangan Bella terkena tembakan.
Bella menembak pria itu tapi tidak pernah tepat sasaran. Bagi Bella pria itu sangat hebat. Belum pernah ia mendapat musuh seperti itu.
Siapa sangka teryata Bella kalah. Pria itu menembak kepala Bella, Bella langsung terjatuh dan pingsan. Untung saja para pengawal keluarga Edric langsung datang, lalu menangkap pria yang hendak menembaki Bella sampai mati.
Mereka langsung membawa Bella kerumah sakit dan mengabari keluarga Edric.
Berita tentang penyerangan di Grand Vacation Hotel langsung tersebar luas di media sosial.
Kedua orang tua Bella terkejut setelah mengetahui putri mereka masuk rumah sakit dan terkena tembakan di kepalanya. Mereka langsung bergegas untuk melihat keadaan putri mereka.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya.