EdBell

EdBell
Bab 55



"Kak Varo kamu kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Elena sambil mencubit pipi Varo.


"Aku baik-baik saja" Jawab nya.


Ck pasti si tua jelek itu sudah memberitahu Varo kalau dia punya tunangan. Batin Elena.


Di dalam ruangan


"Mohon maaf sebelumnya, bukan nya bermaksud untuk apa, tapi saya hanya mau menyampaikan kalau Putra saya Alvaro sudah punya tunangan, jadi"


Belum selesai berbicara, Edbert memotong pembicaraan Jackson.


"Maaf memotong pembicaraan Anda. Varo sudah menandatangi kontrak yang di buat oleh Elena. Kalau dia melanggar kontrak itu, maka kalian semua akan kena akibat nya. Saya dan istri saya tidak bisa ikut campur dalam masalah Elena dan Alvaro. Kalau anda mau membahas masalah ini, silakan bicara dengan Putri saya" Tegas Edbert.


"Kenapa?! Bukankah kalian adalah orangtuanya?!! Seharusnya kalian bilang sama Elena untuk mengalah! Bukan malah membela nya!" Bentak Jackson.


"Tidak ada gunanya anda marah kepada kami. Kalau sudah selesai kami pamit dulu" Edbert membawa Bella keluar dari ruangan itu.


"Bert, kamu yakin membiarkan Elena mengurus masalah ini sendirian?" Tanya Bella.


"Kamu tidak tahu kepribadian Elena? Di depan kita dia hanya anak kecil yang sangat manja, tapi di belakang dia seperti seorang mafia, tidak ada yang bisa menindas nya" Jawab Edbert.


"Benarkah? Sejak kapan kamu tau?"


"Masih beberapa hari yang lalu"


"Lalu, kenapa kemarin Elena terluka saat di tangkap oleh Arbecio?"


"Sayang asal kamu tau ya, dia itu cuman akting. Dia tau kalau Varo akan segera datang, jadi dia berpura-pura lemah. Dia tidak mau menunjukkan kepribadiannya yang sebenarnya kepada kita"


"Apa kita perlu menasehati dia?"


"Sebaiknya jangan, dia tidak akan menyalahgunakan kekuatan nya"


"Baik, seperti yang kamu bilang"


Dari kejauhan, Elena melihat kedua orangtuanya berjalan ke arah mereka.


"Papa, Mama" Ucap Elena.


"Ayo pulang, Elena tidak mau di tempat ini, Elena bosan!" Ucap Elena.


"Pulang atau jalan-jalan?" Tanya Alex.


"Hem Kakak!!"


"Kalian mau pulang?" Tanya Jackson seketika.


Elena melihat Jackson dengan tatapan tak suka.


"Belum sih, mau jalan-jalan dulu. Apa Anda mau ikut?" Tanya Elena.


"Saya masih ada urusan, kalian pergilah jalan-jalan" Jawab Jackson.


"Yasudah, ayo kita berangkat" Ucap Elena dengan semangat.


Elena menggandeng tangan Varo. Ia sengaja melakukan itu agar Jackson melihat kalau mereka itu saling mencintai.


"Ayo Kak" Ajak Elena.


Varo sungguh tidak bisa menolak ajakan Elena. Elena benar-benar gadis yang sangat imut, tidak ada yang bisa di bandingkan dengan Elena.


"Uhuk, Varo tinggal saja, saya mau berbicara dengan dia" Ucap Jackson yang membuat Elena hampir marah.


"Maaf atas ketidak sopanan kami, tapi Varo harus ikut jalan-jalan bersama kami. Anda tidak bisa melarangnya" Ucap Edbert.


Edbert sangat tidak mau melihat putri nya sedih.


"Dia adalah anak saya, saya bisa melarangnya" Jawab Jackson tak mau kalah.


"Apapun larangan anda, Varo akan tetap ikut dengan saya. Saya sudah bilang, Varo sudah menandatangi kontrak, harap Anda jangan macam-macam" Ucap elena.


"Oh ya, saya lupa bilang, kalau anda tidak merestui hubungan saya dan Varo, maka Anda tidak boleh mengakui kalau Varo adalah anak Anda. Saya tidak peduli apa yang Anda katakan kepada orang lain, tapi ya saya harap Anda bisa menjaga omongan Anda. Pokoknya anda harus menjaga perilaku anda kepada saya, atau Anda akan kena akibat nya" Ucap Elena yang membuat Jackson sedikit gemetar.


Memang perkataan Elena biasa-biasa saja, tapi tatapan nya kepada Jackson sungguh mengerikan. Jackson pikir Elena adalah gadis yang bodoh dan hanya modal imut saja, tapi dugaan nya salah besar. Elena adalah gadis yang memiliki kepribadian ganda, ia sangat jago akting, dan sangat pintar dalam segala hal.