EdBell

EdBell
Bab 12 - Pembahasan Pernikahan



3 Minggu kemudian


Akhirnya Bella sudah bisa keluar dari rumah sakit. Tubuhnya sudah sehat kembali, ia sudah bisa melakukan aktivitas nya seperti dulu.


Edbert membawa Bella pulang kerumah orangtuanya. Mereka sudah berencana untuk menyambut kepulangan Bella, serta membahas hal penting.


Sampai di kediaman orangtua Edbert, Bella melihat kedua orangtuanya sedang berdiri didepan pintu menunggu kedatangan putri mereka. Bella langsung berlari dengan kencang kemudian memeluk erat kedua orangtuanya.


"Ayah, Bunda!!!!"


"Anak Ayah, sudah besar aja"


Bella menggeleng.


"Bella masih kecil! Masih anak-anak! Ya kan Bunda?"


"Iya sayang, kamu itu masih anak-anak"


"Dengar tuh Yah, kata Bunda"


"Ayo masuk" Ajak Edbert


Bella masuk ke dalam rumah Edbert sambil dirangkul oleh Ayah nya.


"Selamat datang kembali Bella" Sambut mereka.


"Terimakasih, senang bisa kembali ke rumah ini lagi" Jawab Bella dengan senyum bahagianya.


"Kita makan dulu ya, ayo semuanya duduk" Ucap Mami.


Kini mereka berenam memakan makanan yang sudah disajikan. Kakak Edbert tidak bisa ikut menyambut Bella, karena ia dan suaminya punya urusan penting di Jepang.


Bella sangat menikmati makanan itu. Makanan yang di masak orangtuanya memang sangat lezat, sangat beda dengan makanan dirumah sakit.


Setelah selesai makan, mereka berenam pindah keruang tamu, dan para pelayan rumah membersihkan meja makan.


"Bella kami sangat senang kamu sekarang sudah baik-baik saja. Tapi sekali lagi jangan membahayakan diri sendiri ya" Ucap Mami.


"Hehe maaf Mi, kemarin Bella terlalu bersemangat"


"Semakin semangatnya malah mencelakai diri sendiri" Ucap Edbert pelan.


"Diam ya, nanti aku tebas lho" Jawab Bella.


"Kita masuk ke inti nya saja, biar Bella cepat istirahat"


Papi mulai berbicara.


"Jadi keberadaan kita disini untuk membahas pernikahan Bella dan anak saya Edbert"


"Pertama dulu kami meminta maaf kepada orangtua Bella, karena tidak merawat Bella dengan baik. Tapi mulai sekarang kami akan menjaga keamanan Bella dengan ketat"


"Besok Bella dan Edbert sudah bisa mencoba pakaian dan gaun pengantin. Pernikahan kalian akan dilaksanakan satu Minggu lagi"


"Kalian tenang saja, kami sudah mengatur acara pernikahannya"


Bella berbisik kepada Edbert.


"Apa kita akan segera mempunyai anak?"


"Iya sayang, 10 orang cukup kan?" Jawab Edbert.


"Edbert sialan! 3 anak sudah cukup! Kalau kau mau 10, minta saja sana sama cewek lain"


"Setuju. Tapi bersiaplah untuk tidur di peti selamanya"


"Hanya bercanda sayang"


"Awas kalau betulan!"


Bella mendekati kedua orangtuanya, ia duduk di tengah-tengah mereka.


"Ayah, Bunda, kalau kalian setuju aku dan Edbert menikah, lalu anak dari teman Ayah gimana dong?"


Kedua orang tua Bella tertawa.


"Kamu nikah juga sama dia" Jawab Ayah


"Maksud ayah? Aku punya suami dua?!"


Edbert terkejut. "Apa?! Tidak boleh, Bella hanya milikku! Aku tidak akan membaginya sama orang lain"


Kedua orang tua Bella dan Edbert menertawai mereka berdua.


"Anak dari teman Ayah itu ini Bella. Kami tidak menyangka kamu dan Edbert sangat berjodoh" Ucap Ayah.


"Apa?!! Jadi dia?? Ahk Edbert dasar kau! Kenapa kau tidak bilang dari awal?"


"Aku juga tidak tau"


"Hahahaha" Mereka tertawa bersama-sama.


Setelah selesai membahas pernikahan, Bella diantar ke kamar Edbert untuk istirahat. Edbert disuruh untuk menjaga Bella supaya aman dan tidak terjadi apa-apa.


"Bobok ya istri kecil ku"


"Edbert,, nanti anak kita ga usah 10 ya. 3 atau 4 aja cukup kok"


"Kamu bersedia berapa segitu aja kita buat. Sudah jangan lagi ngomong! Tidur atau aku cium?"


"Cium" Jawab Bella.


Edbert membaringkan tubuh Bella diatas ranjang, kemudian menyelimuti nya.


"Edbert cium!"


Edbert mencium kening Bella.


"Bukan disitu, tapi disini" Ucap Bella sambil menunjuk bibir nya.


"Kamu mau?"


"Iya"


"Nanti malam pertama"


"Kamu jahat!"


"Sssttt sebentar lagi kok. Tidur ya"


Edbert mengelus-elus kepala Bella supaya ia cepat tertidur.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya.