
Pukul 06.00 pagi, Elizabeth bangun dari tidur nyenyak nya. Elizabeth sudah terbiasa cepat bangun, karena pagi-pagi ia akan membuat sarapan dan obat untuk Nenek nya. Elizabeth melihat sekeliling kamar, ia bingung karena kamar itu tidak mirip dengan kamar yang di tempati dia biasanya. Elizabeth merasa berat di bagian perutnya, seperti ada benda yang menindihi dia. Elizabeth melihat bagian perut nya dan berteriak karena terkejut.
"Aaa"
"Ck, berisik!"
Alex terpaksa bangun dari mimpi-mimpi indah nya. Ia memaksa tubuh nya untuk duduk di atas kasur.
"Apa yang kamu lakukan?!" Tanya Elizabeth dengan khawatir.
Wanita ini, sudah mengganggu ku, masih saja bertanya. Batin Alex.
"Aku? Bukan nya kita? Padahal semalam kamu sangat menikmati nya dan meminta lagi. Lagian apa salah tidur di atas tubuh calon istri sendiri?" Jawab Alex menakuti Elizabeth.
"Ti-tidak mungkin!"
"Hm, sayang, jagalah calon anak kita dengan baik" Ucap Alex sambil mengelus perut Elizabeth.
Elizabeth memukul tangan Alex. "Brengsek! Dasar tidak tau malu!"
Alex memeluk Elizabeth dengan erat. Satu tangan Alex mengelus kepala Elizabeth.
"Aku hanya bercanda, kita tidak melakukan apa-apa semalam" Ucap Alex.
"Benarkah?"
"Benar, aku tidak berbohong. Kamu mau ketemu sama Nenek ya?"
Elizabeth mengangguk.
"Aku akan mengantar mu nanti, tapi kamu harus menemani ku tidur 1 jam lagi"
"Ee aa baiklah. Lagian salah ku juga sudah membangunkan Anda"
"Jangan pergi kemana-mana, biarkan aku memeluk mu"
Aku harus bisa menahan nya! Demi kesehatan Nenek! Batin Elizabeth.
1 jam kemudian
Elizabeth dan Alex turun dari lantai atas menuju ke lantai bawah. Jam 7 pagi adalah waktu yang telah di tentukan untuk sarapan. Alex menyuruh Elizabeth pergi ke ruang makan terlebih dahulu, ia mau memanggil orang tua nya yang belum keluar dari kamar.
Sampai di ruang makan, Elizabeth menjadi tidak enakan karena semua sarapan sudah selesai dibuat. Ia mau mengambil sesuatu, tapi Elena bilang bibi yang akan mengambil nya. Elizabeth tersenyum dan duduk di kursi yang masih kosong.
"Wah Kak, apa ni merah-merah di leher kamu?" Tanya Elena kepada Elizabeth.
"Ha?" Elizabeth memegang leher nya
"Seperti bekas?? Um apa kak Alex yang melakukan nya?" Tanya Elena dengan polosnya.
"Mungkin di gigit nyamuk" Ucap Elizabeth yang bingung mau mengatakan apa.
Apa semalam kami benar-benar melakukan nya? Batin Elizabeth.
"Kak Varo, Elena juga mau di buat merah-merah di leher Elena" Ucap Elena kepada Varo.
Varo yang sedang minum meletakkan gelas nya ke atas meja.
"Mau dibuat berapa banyak?"
"Sangat banyak" Jawab Elena dengan bahagia.
Varo tersenyum sinis. "Nanti setelah menikah"
"Ah hahaha bibi dan paman sudah datang, sebaiknya kita sarapan dulu" Ucap Elizabeth agar Elena dan Varo tidak melanjutkan pembicaraan konyol nya.
Seharusnya aku dan Kakak sudah menikah! Ini semua gara-gara Jackson si tua jelek itu! Batin Elena.
Setelah selesai sarapan, Alex dan Elizabeth kembali ke kamar untuk bersiap-siap menjenguk Nenek.
Elizabeth berkaca dan melihat leher nya. Ia terkejut karena benar-benar ada bekas berwarna merah.
"Masih kepikiran?" Tanya Alex yang mendekati Elizabeth lalu memeluknya dari belakang.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan? Bekas ini apa?!" Tanya Elizabeth dengan sedikit marah.
"Bukti cinta ku kepada mu" Jawab Alex.
Alex memutar tubuh Elizabeth, lalu mencium bibir nya. Elizabeth berusaha menolak, ia memukul-mukul dada Alex.
"Brengsek!" Ucap Elizabeth.
"Em manis"
"Iii kenapa aku harus bertemu pria seperti mu!!"
"Hei, kalau kau tidak menurut, aku akan membuat mu tidak bisa jalan!"
Elizabeth terdiam.
"Biarkan aku mencium mu sekali lagi"
Belum ada persetujuan, Alex langsung mencium Elizabeth kembali.
Elizabeth menutup matanya, ia membiarkan semuanya terjadi begitu saja.
Nenek, maafkan Elizabeth. Batin Elizabeth dengan sedih.
"Sayang balas" Ucap Alex.
"Aku tidak tau caranya" Jawab Elizabeth dengan malu.
"Apa ini ciuman pertama mu?"
Elizabeth mengangguk.
"Bagus. Aku akan mengajari mu"
Alex menggendong Elizabeth ke atas ranjang. Ia meletakkan tubuh nya dan Elizabeth dengan perlahan.
"A-aku mohon, jangan lakukan yang lain" Ucap Elizabeth.
"Hm sekarang kita akan belajar cara berciuman. Besok-besok belajar tahap selanjutnya" Ucap Alex.
"Apa ini ciuman pertama mu?" Tanya Elizabeth dengan memberanikan diri.
"Kamu benar"
"Tapi kamu kelihatan seperti terbiasa. Maksud nya, sepertinya ini bukan ciuman pertama mu" Ucap Elizabeth.
"Ini yang pertama sayang. Dulu aku sering mempelajarinya, jadi aku sedikit lancar" Jawab Alex.
Sedikit lancar? Tidak, dia membuat ku tidak ingin melepaskan ciuman nya. Batin Elizabeth dengan wajah merah nya.
"Hm aku tau kamu berkata tidak, tapi tubuh mu benar-benar menginginkan ku" Ucap Alex yang kembali lagi mencium Elizabeth.