
Saat membuka pintu, Bella terkejut melihat 4 asisten nya yang dari tadi sudah menunggu dirinya. Tapi Bella heran sama 4 asisten nya, karena raut wajah mereka tidak semangat. Mereka kelihatan seperti sedih karena sudah melakukan kesalahan atau sudah di pecat.
"Kalian kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Bella dengan wajah heran.
"Tadi Tuan menelepon kami Nyonya, Tuan menanyakan kabar Anda. Kami semalam lupa menyampaikan kepada Tuan kalau Nyonya sampai dengan selamat. Karena kami lalai akan tugas kami, jadi Tuan memecat kami. Kami minta maaf atas perlakukan kami yang membuat Nyonya tidak senang. Senang bisa bekerja dengan Nyonya dan Tuan. Kami pamit dulu" Ucap salah satu dari mereka sambil menundukkan kepala.
Dengan rasa kesalnya, Bella mengambil ponsel nya dan menelepon Edbert.
"Ya sayang?" Tanya Edbert dari seberang sana
"Kamu mecat 4 asisten aku ya?"
"Mereka ga serius kerja"
"Tarik aja ya omongan kamu, soalnya semalam aku yang nyuruh mereka untuk istirahat. Mereka ga salah apa-apa, jadi tolong jangan di pecat"
"Oke kalau itu keputusan kamu. Kalau ada apa-apa langsung kabari"
"Iya. Udah ya Bert, aku mau kerja dulu"
"Ya" Edbert mengakhiri percakapan mereka.
"Oke ayo jalan" Ucap Bella kepada 4 asisten nya.
"Maksud Anda?"
"Kalian tidak jadi di pecat"
"Nyonya serius?" Tanya Tyler dengan senyum lebar di wajah nya.
"Ya. Sekarang kerjakan tugas kalian dengan baik"
"Siap Nyonya, laksanakan!" Ucap mereka berempat serentak.
Mereka berempat sangat berterimakasih kepada Bella. Gara-gara Bella, mereka tidak jadi di pecat. Untung saja mereka mendapat Nyonya baik seperti Bella, sungguh pengertian.
Bella berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi nya yang dikendarai oleh Tyler, sedangkan ke tiga asisten nya menggunakan mobil lain.
Beberapa menit kemudian Bella sampai di rumah sakit. Ia mengajak Tyler masuk dan menyuruh Tyler untuk selalu berada di samping nya.
Saat Bella berjalan menuju ruangan nya, ia bertemu dengan seorang pria yang sudah lama menunggu nya.
"Hai. Selamat pagi" Ucap pria itu dengan sopan.
"Halo. Selamat pagi. Apa Anda adalah Dr Viktor?"
"Ya benar. Anda Dr Bella Alice yang dipanggil untuk membantu operasi ya?"
"Iya benar sekali" Jawab Bella.
"Kalau boleh tau, siapa wanita yang di samping anda?" Tanya Viktor.
"Dia asisten pribadi ku" Jawab Bella
"Perkenalkan nama saya Tyler"
"Saya Viktor"
Tyler tersenyum mendengar ucapan Viktor.
Mata Viktor selalu tertuju kepada Bella. Saat ini Bella memang sangat cantik dan cara bicara nya sangat di sukai oleh Viktor. Tyler yang memerhatikan hal itu hanya bisa diam dan tetap mengikuti alur nya.
"Ini ruangan Anda" Ucap Viktor kepada Bella.
"Terimakasih, maaf sudah merepotkan Anda" Jawab Bella dengan sopan.
"Tidak apa-apa. Nanti siang mau makan bersama?" Tawar Viktor kepada Bella.
Bella tersenyum "Em boleh"
"Baik, nanti saja jemput. Saya lanjut dulu ya, ada pasien soalnya"
"Ok, saya juga mau melakukan tugas" Jawab Bella
"Ya sampai nanti" Viktor meninggalkan Bella dan Tyler di ruangan mereka.
Saat Viktor sudah pergi jauh, Tyler mulai membuka mulut nya dan memberi peringatan kepada Bella.
"Nyonya sebaik nya Anda hati-hati, kita tidak tau apa tujuan dia" Ucap Tyler.
"Saya tau, tolong kamu jangan memberi tahu hal ini kepada Edbert. Mengerti?!" Tegas Bella.
"Saya mengerti Nyonya"
Tyler mendengarkan omongan Bella. Bella adalah atasan nya, ia percaya bahwa Bella pasti punya tujuan sendiri. Ia hanya perlu mengikuti apa yang di ucapkan oleh Bella.