
Akhirnya si perawat itu berhasil di masukkan ke dalam penjara. Elena dan Varo merasa lega karena urusan mereka sudah selesai. Mereka bergegas ke rumah Alex untuk menunjukkan bukti kalau si perawat lah yang membunuh Nenek.
Sampai di rumah Alex, mereka melihat Elizabeth dengan ekspresi masih bersedih. Mereka duduk di ruang tamu, lalu menunjukkan bukti siapa yang membunuh Nenek.
Setelah melihat vidio itu, Elizabeth sedikit terkejut. Ia ingin membalaskan dendam Nenek nya, tapi kata Elena mereka sudah mengurus si perawat itu.
"Terimakasih banyak atas bantuan kalian. Aku benar-benar tidak menyangka bisa mendapat keluarga yang baik seperti kalian" Ucap Elizabeth dengan terharu.
"Hahaha itu adalah hal yang biasa" Ucap Elena.
"Ehem, ehem, jadi kapan rencana nya kalian akan menikah?" Ucap Varo seketika.
"Terserah Elizabeth saja" Jawab Alex.
"Bisa kah kita menikah di hari ulang tahun Nenek?" Tanya Elizabeth kepada Alex.
"Maksud kamu 5 bulan lagi?" Jawab Alex.
Elizabeth mengangguk. "Kalau kamu mau, kalau kamu tidak mau tidak apa-apa"
"Boleh. Aku sanggup menunggu 5 bulan lagi" Ucap Alex.
"Terimakasih, aku mencintaimu" Ucap Elizabeth lalu mencium pipi Alex.
"Kamu salah sayang, seharusnya mencium disini, bukan disini" Ucap Alex yang menunjuk bibir nya.
Alex memegang dagu Elizabeth, lalu mencium bibir Elizabeth.
"Huff pamer di depan kita lagi" Ucap Elena dengan suara kecil.
"Kalau tidak suka jangan di lihat sayang" Jawab Varo bercanda.
"Aku suka, tapi aku lebih suka kalau nanti malam kita melakukan nya" Ucap Elena dengan senyuman aneh nya.
"Baik, aku sangat bersemangat sayang" Bisik Varo.
"Aku menunggu mu" Ucap Elena.
5 bulan kemudian
Alex dan Elizabeth akhirnya menikah. Mereka menepati janji mereka kepada Nenek. Elizabeth sengaja memilih hari pernikahan nya di ulang tahun Nenek karena ia ingin memberi kado yang terbaik untuk Nenek.
Elena kini mengandung anak nya dan Varo. Elena sudah mengandung selama 2 bulan. Kehidupan nya dan Varo berjalan dengan baik.
Bella, Edbert, Elena, Varo, Alex, dan Elizabeth, berfoto bersama. Foto itu akan menjadi kenangan yang sangat indah. Mereka adalah keluarga yang sangat harmonis, semoga tidak ada yang merusak nya.
"Elizabeth, aku mencintai mu" Ucap Alex lalu mencium bibir Elizabeth.
"Sayang, kamu harus hati-hati, anak kita" Ucap Elizabeth.
"Aku tau, aku tidak akan menyakiti kalian berdua" Jawab Alex.
"Ngghhh, ahhh"
"Kamu sangat cantik sayang" Bisik Alex.
Wajah Elizabeth kini memerah.
Di sisi lain
"Hahaha apa kamu akan menceritakan cerita itu kepada anak kita? Oh sungguh cerita yang lucu, aku sangat menyukai nya" Ucap Elena sambil mengelus perut nya.
"Kalau kamu menyukai nya, anak kita juga akan menyukai nya" Ucap Varo.
"Sebentar lagi kamu akan jadi seorang Papa. Kasihan bentar lagi dah tua" Ejek Elena.
"Saya tua tetap tampan, bagaimana dengan kamu?"
"Aku tidak akan tua" Ucap Elena.
"Jadi kamu tidak mau menua bersama saya?"
"Tidak, aku mau menua hanya bersama Varo" Jawab Elena.
"Varo itu nama saya Elena" Ucap Varo.
"Berarti aku nanti menua bersama mu" Ucap Elena.
Varo tersenyum. "Terserah kamu"
"Sayang, jangan ngambek" Elena mencium bibir Varo.
...*****...
...Tamat...
Kisah mereka sudah berakhir, dimana mereka mendapat kebahagian dan keluarganya sendiri.