
Sinar matahari yang menembus jendela, membangunkan Edbert dari tidur nyenyak nya. Edbert duduk di sandaran ranjang, kemudian dia meraba tubuh nya, ia baru sadar kalau ia sedang tidak memakai pakaian. Dilihatnya wanita yang tidur di samping nya tanpa sehelai pakaian pun. Ia berusaha tetap tenang dan mengingat kejadian semalam.
Tak lama kemudian Aurora bangun dan memeluk Edbert. Ia meminta pertanggungjawaban Edbert untuk kedua kalinya. Bagaimana kalau nanti dia hamil anak kedua Edbert?
Edbert berusaha tenang, ia sama sekali tidak percaya atas omongan Aurora, soalnya dia merasakan kalau tubuh nya baik-baik saja dan tidak melakukan hal terlarang.
"Iya sayang, aku akan segera menikahi kamu"
"Kapan kita pilih gaun pengantin nya? Tidak perlu yang mewah. Aku hanya perlu kamu yang benar-benar tulus menerima ku dan Alvaro"
Edbert tersenyum. Wajah nya sangat adem, tapi hati nya sangat panas, seperti ingin menendang wanita tidak tau diri itu.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Sekarang Edbert sedang mandi, sedangkan Aurora sedang menyiapkan sarapan. Aurora sangat suka menyiapkan makanan untuk anak dan calon suaminya, kadang ia membuat bekal untuk di bawa Edbert ke kantor. Ia tidak mau Edbert sampai kelaparan dan menimbulkan penyakit.
"Eh sudah siap mandi nya? Sarapan dulu ya, bentar aku panggil Alvaro"
"Saya saja yang manggil. Kamu nyiapin itu saja" Ucap Edbert
Aurora tersenyum, ia sangat bahagia karena Edbert perhatian kepadanya dan anak nya.
"Papa" Ucap Alvaro
"Ayo sarapan"
"Papa gendong"
Dengan terpaksa Edbert menggendong anak itu. Sampai sekarang Edbert tidak percaya kalau Alvaro adalah anak kandung nya.
Mereka bertiga sarapan sambil bercanda.
Setelah selesai sarapan, Edbert langsung pamit pergi ke perusahaan dengan terburu-buru. Ia lupa ada pekerjaan penting yang mau di urus, untung saja asisten nya mengingatkan dia tepat waktu.
Setelah Edbert hilang dari pandangan Aurora, ia kembali masuk ke rumah dan membersihkan meja makan. Dilihatnya bekal Edbert yang ketinggalan, ia berencana untuk mengejar dan memberikan nya, tapi mungkin tidak sempat lagi, karena Edbert sedang terburu-buru. Jadi Aurora berencana untuk membawa bekal siang nanti ke perusahaan Edbert. Ia akan datang sendiri dan mencari perhatian orang.
Siang hari kemudian
"Mama pergi dulu ya Nak. Jangan keluar dari rumah. Oke?"
"Mama hati-hati. Alvaro janji bakal jadi anak yang baik"
"Bagus"
Dengan cepat Aurora meninggalkan rumah. Ia menaiki taxi yang sudah di pesan nya dari tadi. Ia menyuruh supir taxi tersebut untuk cepat sedikit, karena ada hal penting.
Beberapa menit kemudian Aurora sampai di perusahaan Edbert. Ia masuk ke dalam lalu dilihati banyak orang. Orang-orang kagum pada kecantikan Aurora, rata-rata dari mereka belum pernah melihat wanita itu datang ke perusahaan.
"Cari siapa Nona?"
"Edbert Edric" Jawab nya
"Apa Anda dan Tuan sudah buat janji?"
"Janji? Hm kamu ga tau ya aku ini siapa?! Aku istri nya, ga usah banyak basa-basi deh, langsung kasih tau aja di mana ruangan Edbert"
Aurora senang karena rencananya berhasil. Mereka mengantar Aurora ke ruangan Edbert, semua yang ada di tempat itu menghormati Aurora sebagai Nyonya nya. Tapi mereka bingung, perasaan istri Tuan Edbert itu Bella bukan Aurora. Apa Tuan Edbert berselingkuh? Jadi siapa istri asli nya?
"Halo sayang" Sapa Aurora yang membuat Edbert terkejut
"Ada apa?"
"Aku bawa makan siang buat kamu. Di makan ya, kamu belum makan kan?"
"Letakkan saja disitu. Maaf sudah membuat mu repot"
"Tidak apa-apa sayang"
Ya siapa sangka, ternyata di ruangan Edbert banyak di pajang foto Bella. Aurora sangat ingin foto nya di pajang juga di ruangan Edbert, agar para karyawan yang kerja di perusahaan itu semakin menghormati diri nya.
"Sayang" Panggil Aurora
"Kenapa?"
"Kamu sibuk ga?"
"Tidak terlalu"
"Boleh temani aku jalan-jalan?"
Edbert memberhentikan aktivitas nya, ia menoleh ke arah Aurora yang sedang berdiri di depan nya.
"Tentu"
Edbert berdiri dari tempat duduk nya, kemudian keluar dari ruangan itu bersama dengan Aurora. Mereka seperti sedang pacaran, sangat romantis.
Saat sampai di lantai paling bawah, Edbert dan Aurora di kelilingi banyak orang. Banyak sekali wartawan datang untuk mewawancarai Edbert.
"Siapa wanita di samping Tuan?"
"Apakah Anda berselingkuh dari Nyonya Bella?"
"Apa kalian sudah bercerai? Belakangan ini kami tidak pernah melihat Nyonya Bella bersama Anda"
Edbert berencana untuk tidak menjawab pertanyaan konyol mereka, tapi siapa sangka ternyata Aurora malah menanggapi mereka dan menjawab pertanyaan dengan memutar balikkan fakta.
"Baik saya disini akan menjawab pertanyaan kalian. Perkenalkan saya Aurora, istri sah Edbert. Saya dan Edbert sudah mempunyai satu anak, usia nya sekarang 3 tahun"
Belum selesai berbicara, para wartawan memotong pembicaraan Aurora.
"Jadi Nyonya Bella itu siapa? Apakah Tuan Edbert berselingkuh dengan Nyonya Bella?"
"Aku rasa begitu. Sejak tiga tahun tidak bertemu, aku tidak menyangka Edbert menikahi wanita lain. Padahal aku di sana mati-matian membesar kan anak saya dan Edbert. Tapi ini semua bukan salah Edbert, ini adalah salah wanita itu. Dia menghasut Edbert untuk menikahi dirinya dan menyuruh Edbert untuk membuang aku dan anak ku" Ucap Aurora sambil menangis
"Bubar! Semuanya bubar!" Bentak Edbert.
Edbert sangat tidak terima atas ucapan Aurora barusan. Ia melihat Aurora dengan tatapan tajam dan meninggalkan nya sendirian di tempat itu. Wajah Aurora sangat sedih dan menangis, tapi di dalam hati nya sangat senang. Ternyata rencananya kali ini berhasil.
Berita ini langsung tersebar luas kemana-mana. Kedua orangtua Bella yang melihat berita ini langsung terdiam. Mereka tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Sedangkan orang tua Edbert tertawa dengan puas, entah apa yang mereka tertawakan.
Di sisi lain
Tyler menunjukkan berita itu kepada Bella. Bella yang sedang berbicara dengan Viktor tertawa dengan hebat. Dia merasa kalau ini adalah tontonan yang paling seru.
"Pesan tiket pulang sekarang" Ucap Bella kepada Tyler
"Kamu mau pulang? Ada masalah ya?" Tanya Viktor
"Ada sedikit. Emang kamu mau ikut sama kami?"
"Kalau boleh"
"Tentu saja boleh. Ya sudah kita berangkat sekarang. Saya jalan duluan, Tyler kamu temani Viktor"
"Baik Nyonya"
Tepat hari itu juga, Bella pulang dari Rusia ke Indonesia. Ia sangat tidak sabar melihat orang yang mengambil posisi utama nya. Sungguh permainan yang menyenangkan.
...〜(꒪꒳꒪)〜...
Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk kasih saran, tapi saran nya yang mendukung, bukan menjatuhkan. Maaf jika ada typo.