EdBell

EdBell
Bab 39 - EdBell



Keesokan malam


Viktor dan Tyler sudah sampai di tempat tujuan. Bella sudah mengatur kamar tidur mereka dan anak bayi nya. Sebelum istirahat, mereka berbincang-bincang sebentar. Tyler dan Viktor kagum melihat Varo. Varo tidak tau mau berkata apa, ia hanya tersenyum dan tertawa.


Setelah agak lama berbincang-bincang, mereka pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Keesokan hari


Tyler dan Bella sudah sibuk memberi anak kecil mereka makan. Mereka tidak sempat membuat sarapan, sehingga mereka menyuruh bibi untuk membuat sarapan dan membangunkan orang yang belum bangun.


Bibi berencana setelah selesai membuat sarapan, ia akan membangunkan Varo duluan. Tapi tanpa di sadari bibi ternyata Varo dari tadi sudah duduk di meja makan dan memperhatikan pekerja bibi. Varo bosan hanya duduk diam saja, ia mendekati bibi dan bertanya apa yang perlu di bantu.


Saat mendengar suara Varo, bibi sangat terkejut. Ia senang karena Varo akan membantu nya, ia memberikan pekerjaan ringan kepada Varo.


Setelah selesai membantu bibi, Varo pergi menyusul Bella. Ia ingin melihat kedua adik nya. Tidak lupa juga Varo membawakan sarapan untuk Tyler dan Bella.


"Ma, Tan makan dulu" Tawar Varo.


"Biar Varo yang lihat adek" Ucap Varo.


"Kamu udah sarapan?" Tanya Bella.


"Udah Ma, tadi sarapan sama Bibi" Jawab Varo.


Tyler dan Bella memakan sarapan yang di bawa oleh Varo. Varo melihat ketiga adik nya yang sangat menggemaskan. Ia ingin sekali ketiga adik nya itu cepat-cepat besar dan bisa bermain dengan nya.


"Ma, mau dikasih nama apa adik cewek Varo?"


"Elena Edric" Jawab Bella.


"Nama anak Tante siapa?"


"Layria Delwyn" Jawab Tyler.


"Alex Edric, Elena Edric, dan Layria Delwyn, cepat besar ya, biar bisa main sama kakak" Ucap Varo.


"Iya bentar lagi besar kok kak" Jawab Bella.


"Kok Mama yang jawab haha"


Saat Edbert bangun, ia mengajak Bella, Tyler, Viktor, serta Varo untuk jalan-jalan. Mereka bersiap-siap dengan cepat dan menaiki mobil masing-masing. Tidak lupa juga mereka membawa bibi untuk membantu mengurus dedek bayi.


Mereka sangat menikmati perjalanan, tertawa bersama, bercanda bersama, dan lain lagi.


Saat sudah malam, mereka memasuki kamar hotel masing-masing. Bella dan Edbert satu kamar, Tyler dan Viktor serta anak nya satu kamar, Bibi dan Varo serta kedua anak Bella satu kamar. Bella pisah dari anak nya bukan kemauan dari dirinya, melainkan kemauan bibi. Bibi bilang dia akan mengurus kedua anak Bella, supaya dia dan Edbert bebas melakukan apa saja. Kalau Tyler dia menolak tawaran bibi, ia tidak mau bibi terlalu kerepotan mengurus 4 anak.


"Nak Varo mau di bacakan dongeng apa?" Tanya bibi.


"Tidak usah Bi, Bibi istirahat aja, nanti bibi kecapekan trus ga bisa ngurus dedek bayi lagi, kasihan dedek bayi nya" Jawab Varo.


"Nak Varo ga tidur?"


"Bentar lagi. Badan bibi sakit ya? Sini Varo urut"


Varo mendekati Bibi dan mengurut bahu bibi. Bibi tidak bisa menolak tawaran Varo, ia takut kalau nanti di tolak Varo akan sedih.


"Nak Varo emangnya ga capek belajar terus?"


"Ga kok Bi, ini semua Varo lakuin demi masa depan Varo. Varo ga mau buat Mama dan Papa kecewa"


"Kamu memang anak yang baik ya"


"Varo juga tidak tahu bi, soalnya Varo ga bisa lihat masa depan. Varo sebenarnya takut kalau nanti Varo tiba-tiba berubah"


"Tidak Nak, bibi yakin kamu tidak akan berubah, bibi yakin masa depan kamu pasti cerah. Intinya banyak-banyak berdoa"


"Iya Bi. Bibi juga jangan terlalu kecapekan, nanti bibi sakit"


"Iya"


"Bibi juga harus jaga kesehatan ya, jangan sering-sering megang air. Kalau bibi ga sanggup, panggil aja Varo, pasti Varo bantu kok"


"Iya Nak, terimakasih, kamu memang anak yang baik, bibi tidak salah menilai"


"Hehehe"


Setelah agak lama di urut, bibi ketiduran sambil duduk. Alvaro perlahan membaringkan bibi di atas ranjang dan menyelimuti nya. Kemudian Alvaro pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Lalu ia kembali naik ke atas kasur dan tidur di samping bibi. Tidak lupa juga ia memeluk bibi.