
Alvaro sangat berterimakasih kepada Bella dan Edbert. Mereka memperlakukan Alvaro dengan sangat baik, padahal Alvaro bukan siapa-siapa. Ia jadi merasa bersalah kepada dirinya, ia sangat menyesal atas apa yang telah di lakukan nya.
Saat sedang duduk santai, Bella mendapat pesan dari Tyler. Ia ingin cepat-cepat pulang, tapi Edbert dan Alvaro sedang asik bermain, ia tidak tega mengganggu mereka.
Nanti saja lah, masih ada waktu kok. Batin Bella
Bella menyimpan ponsel nya kembali, lalu bergabung bersama Edbert dan Alvaro, mereka bermain bersama-sama.
Setelah lama menunggu, akhirnya Bella, Edbert, dan Alvaro pulang. Tyler langsung mengajak Edbert dan Bella ke ruangan kerja nya tadi. Ia mengunci pintu rapat-rapat dan mengaktifkan pengendap suara. Tyler dan Viktor sudah selesai memeriksa tentang kehidupan Alvaro, mereka menunjukkannya kepada Bella dan Edbert.
Bella sungguh terkejut, padahal Alvaro masih anak kecil, tapi sudah di perlakukan seperti itu. Bella sudah tidak tahan untuk mengungkap ke publik siapa sebenarnya Aurora, tapi dia harus bersabar, ini belum saat nya.
Sampai sejauh ini, hanya Bella lah yang mengetahui identitas asli Aurora, selain dia tidak ada yang mengetahui nya.
"Apa yang harus kita lakukan Nyonya?" Tanya Tyler
"Lakukan rencana B" Jawab Bella
"Serius?" Tanya Edbert dan Tyler secara bersamaan
"Ya serius. Setelah rencana B berhasil, maka permasalahan ini akan berakhir" Ucap Bella
"Saya setuju dengan Bella" Jawab Viktor
"Baiklah Nyonya, saya akan berusaha semaksimal mungkin" Jawab Tyler
"Bagus. Semoga berjalan lancar" Ucap Bella
Mereka keluar dari ruangan secara bersamaan. Raut wajah mereka berbeda-beda, seperti sedang ada masalah atau hal lain nya. Mereka sama sekali tidak cakapan, hanya seperlunya saja.
Satu minggu kemudian
"Nyonya" Panggil Tyler
"Iya?"
"Tuan semalam dia,,,"
"Ya aku tau. Biarkan saja, itu adalah pilihan dia"
"Maaf Nyonya, saya gagal menjadi asisten pribadi Nyonya. Saya tidak bisa menghibur Anda di saat Anda sedang sedih. Saya benar-benar minta maaf"
"Iya Nyonya" Tyler memeluk Bella seolah-olah sedang menenangkan nya dari kesedihan.
Sudah seminggu Edbert dan Bella tidak cakapan. Mereka saling mendiami dan menikmati kehidupan masing-masing. Dimana Edbert sudah mengakui kalau Aurora adalah calon istri nya dan Bella mengumumkan akan segera bercerai dengan Edbert.
Berita ini sangat cepat tersebar luas. Netijen tidak tahu harus memilih Bella bersama Edbert atau Aurora bersama Edbert. Bagi mereka ini adalah pilihan sulit. Mereka tidak mau Edbert dan Bella bercerai gara-gara wanita dan anak itu.
"Bagaimana hubungan anda dengan nyonya Bella Tuan? Apa kalian benar-benar akan bercerai?"
"Ia mereka benar akan bercerai, karena saya lah sebenarnya istri sah Edbert"
Pertanyaan yang diajukan kepada Edbert, malah di jawab oleh Aurora.
"Maaf tapi kami bertanya kepada Tuan Edbert, bukan anda"
"Ya saya istri sah nya! Terserah saya dong mau jawab atau tidak" Bantah Aurora
"Bubar"
Karena malas berdebat, Edbert menyuruh mereka untuk bubar. Ia menarik tangan Aurora dan membawa nya pulang.
Setelah sampai dirumah, Edbert melihat Bella yang sedang memasukkan barang-barang nya ke dalam mobil. Ia langsung menghampiri Bella dan mengajak nya bicara 4 mata.
"Tolong jangan tinggalkan saya" Ucap Edbert memohon
"Maaf aku tidak bisa. Aku tidak sanggup untuk berbagi pria dengan orang lain. Semoga bahagia dengan pilihan mu" Jawab Bella
"Bell"
"Apa lagi sih Bert?! Belum puas kamu nyakitin aku?! Iya?!! Kamu jahat, kamu tega sama aku!"
"Bell, Bella!"
Belum selesai berbicara, Bella meninggalkan Edbert. Ia masuk ke dalam mobil dan menyuruh Viktor menjalankan mobilnya. Bella, Tyler, serta Viktor pergi meninggalkan rumah itu, mereka berencana tinggal sementara di rumah kedua orangtua Bella.
Bella menghapus air mata nya yang dari tadi mengalir. Ia tidak mau kelihatan lemah di depan banyak orang.
Aurora sangat senang melihat kepergian Bella. Kali ini tidak ada yang akan mengganggu nya untuk mendapatkan Edbert.