EdBell

EdBell
Bab 35 - EdBell



Sambil masak, Bunda mengajak Edbert untuk bicara.


"Gimana menurut kamu Alvaro?" Tanya Bunda dengan serius


"Sejauh ini masih baik" Jawab Edbert


"Kamu ga merasa risih ada Alvaro disini?"


"Ga Bun, saya biasa saja, lagian saya sudah menganggap dia sebagai anak sendiri" Jawab Edbert


"Kalau dia tiba-tiba berubah bagaimana?"


"Edbert ga tahu Bun, ikuti jalur aja dulu" Jawab Edbert


"Emang Bunda ga suka lihat Alvaro?" Tanya Edbert


"Em suka kok, cuman agak ragu dikit" Jawab Bunda


"Coba aja dulu Bunda terima kehadiran Alvaro, nanti rasa ragu Bunda perlahan menghilang. Dia bukan orang jahat" Ucap Edbert


"Iya Bunda coba" Jawab Bunda


"Ini bawang nya Bun" Ucap Edbert sambil memberikan bawang yang sudah di irisi nya


"Letakkan di situ saja, lanjutkan yang ini ya" Suruh Bunda


Edbert dan Bunda melanjutkan aktivitasnya. Supaya suasana tidak terlalu sepi, mereka mengobrol satu sama lain.


Malam hari kemudian


Mereka kumpul di meja makan untuk makan malam bersama. Bella duduk selalu di samping Edbert dan Alvaro, kalau Bunda dan Ayah pasti nya duduk bersebelahan dan berhadapan dengan Bella, Edbert, serta Alvaro.


"Selamat makan"


"Bella makan yang banyak biar anak nya sehat" Ucap Bunda


"Iya, iya" Jawab Bella


"Buka mulut" Ucap Edbert


"Aaaa" Bella membuka mulut nya lebar-lebar supaya bisa di suap oleh Edbert.


"Eum masakan Bunda emang yang terbaik" Ucap Bella


"Suami kamu yang masak, bukan Bunda" Ucap Bunda


"Ga Bunda mah bohong, masakan Edbert ga seenak ini" Ucap Bella


"Masakan kamu juga tidak enak" Canda Edbert kepada Bella


"Kalau masalah itu aku sudah tahu dari dulu" Jawab Bella sambil bercanda


"Makan dulu nanti lagi cerita nya" Ucap Ayah


"Baik Ayah" Jawab Bella dan Edbert serentak.


Tepat pukul 22.00, film kesukaan mereka berakhir, mereka akhirnya tidur ke kamar masing-masing.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


7 bulan kemudian


Hari demi hari berlalu begitu cepat, dimana sekarang Bella sedang berjuang melahirkan anak mereka. Kedua orang tua Bella dan Edbert, serta Alvaro yang sedang menunggu di luar, sedang mendoakan Bella semoga persalinan nya lancar.


Setelah beberapa saat kemudian, terdengarlah suara tangisan anak bayi dari dalam ruangan.


"Huekk, huekk"


"Sudah lahir? Puji Tuhan, terimakasih Tuhan" Ucap Bunda senang


Kedua orang tua Bella dan Edbert, serta Alvaro merasa senang.


Edbert keluar dari ruangan dengan wajah bahagia.


"Gimana?" Tanya Mami penasaran


"Puji Tuhan cowo Mi, lahir dengan selamat, Bella juga baik-baik saja" Jawab Edbert


"Syukurlah" Ucap Papi dan Ayah bahagia


"Berarti Alvaro punya adik cowo dong Pa?" Tanya Varo


"Iya, adik cewek nya kapan-kapan ya sayang" Jawab Edbert


"Hihi iya Pa, Varo senang kok"


"Udah bisa masuk?" Tanya Ayah


"Bentar lagi Yah" Jawab Edbert


Beberapa saat kemudian dokter memberikan izin kepada mereka untuk masuk ke dalam ruangan.


"Anak Bunda" Ucap Bunda kepada Bella


Bella membalas ucapan Bunda dengan senyuman.


"Kenapa tidak bersemangat? Sakit ya?" Canda Bunda


"Bunda berisik banget" Jawab Bella dengan suara pelan.


Bunda mengelus kepala Bella. "Iya Bunda diam"


Bunda menemani Bella, sedangkan yang lain melihat bayi yang baru lahir. Bella senang atas apa yang di punya nya saat ini, ia sangat bersyukur karena keluarga nya masih lengkap, ia juga bersyukur karena anak nya dan dia baik-baik saja. Semoga hidup mereka tetap dalam keadaan damai.


...〜(꒪꒳꒪)〜...


Jangan lupa dukungannya. Jangan ragu untuk kasih saran, tapi sarannya yang mendukung, bukan menjatuhkan. Terimakasih.