EdBell

EdBell
Bab 52



Satu Minggu kemudian


Luka Elena perlahan sudah memudar. Sedikit demi sedikit badan nya juga bertambah gemuk, tidak kurus seperti seminggu yang lalu.


Hari ini Elena dan Alvaro serta asisten dan pengawal-pengawalnya akan pulang ke tempat asal mereka. Jika mereka pulang mengenakan pesawat, perjalanan untuk sampai ke rumah kira-kira 5 jam. Elena sudah tidak sabar untuk kembali ke kampung halaman nya. Sudah sangat lama ia tidak pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarganya.


"Urusan Elena di Italia belum siap Kak. Gimana dong?" Tanya Elena


"Kamu tenang saja, Alex sudah mengatur itu untuk mu"


"Kak Alex? Tumben"


"Kenapa? Kamu mau nya Kakak kan yang atur? Kamu tahu Elena, hari-hari Kakak mencari keberadaan kamu. Kakak sama sekali tidak sempat dengan urusan yang begituan"


"Iya Elena tau Kak, maksud Elena itu tumben aja Kak Alex mau ngurus masalah begituan"


"Kan disuruh sama Papa"


"Owh pantas. Perusahaan Kakak gimana?"


"Kamu tenang aja, semua sudah di atur. Tidak usah memikirkan masalah ini dan itu, tugas kamu sekarang banyak istirahat supaya cepat sembuh"


"Iya iya Kak"


Varo senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku lucu Elena. Ia sangat ingin menyembunyikan keimutan Elena dari orang lain.


5 jam kemudian


Akhirnya Elena dan Alvaro sampai di kediaman Edric. Mereka sudah menunggu kedatangan Varo, berharap dapat kabar baik.


Varo memasuki rumah secara diam-diam. Bella, Edbert, serta Alex menunjukkan wajah penasaran. Jantung mereka berdetak kencang melihat Varo yang masuk ke rumah sendirian dan raut wajah yang agak sedih.


Varo berjalan ke ruang tamu lalu duduk di sofa. Ia menghembuskan nafas lalu meminum segelas air yang ada di depan nya.


"Varo?" Tanya Bella memulai pembicaraan


"Ma-maaf, aku sudah,,"


Belum selesai berbicara, Alex malah memotong pembicaraan Varo.


"Apa? Tidak mungkin! Ini pasti mimpi! Kau benar-benar mencari nya atau tidak?! Dasar kau!!" Bentak Alex kepada Varo


Saat Alex mau menampar Varo, tiba-tiba saja seorang gadis masuk ke dalam rumah sambil membawa banyak makanan.


"Hai" Ucap nya yang tak lain adalah Elena


Elena melihat Alex yang mau menampar Varo. Ia langsung menghampiri Alex dan menjewer telinga Alex.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aduh, aduh, sakit!"


"Elena?" Ucap Bella dan Edbert tidak percaya


Elena melepaskan tangan nya dari telinga Alex kemudian meletakkan makanan di atas meja.


"Huf Mama sama Papa kenapa sih?! Ya ini Elena. Elena masih hidup! Elena bukan hantu yang terbang-terbang" Ucap Elena


Edbert dan Bella berdiri lalu mendekati Elena. Mereka mau memeluk Elena, tapi Varo melarang mereka.


"Tunggu, jangan peluk Elena" Ucap Varo


"Kenapa?" Tanya Edbert penasaran


"Papa, luka di tubuh Elena belum sembuh, takutnya nanti malah makin parah" Jawab Varo


"Luka? Sebenarnya apa yang terjadi? Varo ceritakan semua kepada kami, jangan berbohong" Ucap Bella


Mereka kembali duduk di sofa masing-masing. Alvaro mulai menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir.


"Tapi Mama dan Papa tenang aja, masalah ini sudah selesai" Ucap Varo


"Syukurlah kalian kembali hidup-hidup. Mama sangat mengkhawatirkan kalian" Ucap Bella


"Karena masalah ini sudah selesai, kalian juga lelah di perjalan, sebaiknya sekarang istirahat terlebih dahulu. Besok atau lusa Varo sudah bisa mengurus perusahaan kembali. Elena jangan pergi kemana-mana, tetap di rumah sampai luka mu sembuh" Tegas Edbert


"Baik Pa, kami istirahat dulu" Ucap Varo


"Tunggu" Panggil Alex kepada Varo yang hendak pergi


"Apa?"


"Tadi bukan nya kamu bilang, maaf aku sudah,,?"


"Oh yang itu, tadi saya sudah sangat haus" Jawab Varo kemudian meninggalkan mereka


"Hahaha makanya Kakak jangan suka memotong pembicaraan orang lain" Ejek Elena


Elena mengikuti Varo ke dalam kamar. Ia sudah meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk tidur sama dengan Alvaro.


"Buka baju kamu" Ucap Varo yang masih mengunci pintu kamar.


"Hah? Ka-kakak mesum!!!" Wajah Elena kini memerah


"Aku mau mengoles obat mu, bukan melakukan hal lain" Jawab Varo sambil memijat keningnya


"O"


Elena kamu ini mikir apa sih. Malu banget tau ga!! Batin Elena


Elena membuka baju nya, kemudian berbaring di atas ranjang dengan wajah yang masih memerah.


"Kalo sakit ngomong" Ucap Varo


"Iya"


"Kemarin kamu napain sama Arbecio?"


"Yang Elena tidak pakai baju ya? Kemarin Elena benar-benar lapar, dia bilang kalau Elena melayani dia dengan baik, maka Elena akan di kasih makan"


"Berarti kalau Kakak tidak datang tepat waktu, maka kalian,,,"


"Kakak! Itu sudah berlalu! Kakak datang tepat waktu! Selalu tepat waktu! Apa Kakak mau kesucian Elena diambil orang lain? Kakak sendiri aja nunggu sampai kita menikah baru mau mengambil kesucian Elena" Ucap Elena tanpa malu


"..."


Ah apa yang aku katakan. Huhu lagi-lagi memalukan diri sendiri. Batin Elena


"Kamu sudah besar ya. Saya tidak sabar lagi untuk menikahi kamu" Ucap Varo


Wajah Elena memerah, ia sangat mengerti maksud perkataan Varo.


"Elena mau tidur, mau di peluk sama Kakak"


"Pakai baju kamu dulu, nanti Mama sama Papa salah paham" Ucap Varo sambil memberikan baju Elena


"Iya Kak"


Setelah selesai memakai baju, Elena membaringkan tubuh nya di ranjang. Ia menarik selimut kemudian menutup kedua matanya.


Alvaro mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Setelah itu dia berbaring di atas ranjang lalu memeluk Elena.


Cepat sembuh gadis kecil. Batin Varo sambil mencium kening Elena


Aku dan Kakak sangat dekat. Aku bisa mendengar detak jantung nya. Batin Elena


Aku mencintai mu. Batin Elena dan Varo serentak.