Briana

Briana
Bab 70. Pengakuan Clara



Leon memotong kecil-kecil daging panggang yang ada di atas piring, kemudian menyerahkan makanan itu kepada Clara. Hal seperti ini sudah sering kali ia lakukan setiap kali mereka makan bersama.


Clara masih belum menyentuh makanannya, ia hanya menatap lekat wajah yang kini tertunduk dan mulai menyantap makan siang dengan begitu tenang. Gadis cantik dengan rambut panjang terurai indah itu, terus menatap lekat wajah tampan yang ada di hadapannya dengan dada yang terus berdetak tidak karuan. Apakah ini sudah benar? Benarkah keputusan yang ingin ia ambil hari ini ?


"Kak Leon, nikahi aku!" Ucapnya tegas, seketika membuat Leon tersedak. Lelaki itu buru-buru meraih segelas air putih yang ada di depannya lalu meneguk nya dengan perlahan.


"Aku tahu ini sudah sangat keterlaluan, Kak. Maafkan aku, namun, sungguh, aku tidak bisa lebih lama lagi menahan ini. Kakak sama sekali tidak mau memandang ku sebagai seorang wanita." Ujar Clara. Sejujurnya ada rasa khawatir yang begitu mengganggu jika nanti laki-laki yang ada di hadapan nya ini memilih menjauh karena sikap terburu-buru yang ia ambil hari ini.


"Aku benar-benar kesal karena terus di ledek orang-orang." Ucap Clara lagi.


Leon masih bergeming. Ia hanya menatap wajah cantik yang ada di hadapannya sebentar, lalu kembali melanjutkan makan siangnya dengan tenang.


"Aku serius Kak. Ayo nikahi aku." Ajak Clara lagi.


"Menikah bukan hal yang mudah, Clara. Jika kamu hanya cemburu karena Gama yang sudah lebih dulu menikah, maka seharusnya kamu mengatakan itu pada Gama. Kamu berhak melarang nya karena memang kalian sudah di jodohkan." Ujar Leon.


Clara menggeleng.


"Aku tidak cemburu terhadapnya." Ucapnya pelan namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Gama.


"Yah karena aku memang tidak mencintai nya, tapi aku mencintai Kak Leon." Jawab Clara.


Leon terbelalak. Lelaki itu melihat ke sekeliling ruangan di mana ia dan Clara berada, berharap tidak ada satu orang pun yang mendengar ucapan adiknya beberapa saat yang lalu.


"Kita ini sudah seperti saudara, Clara. Aku akan menjaga mu seperti yang di pinta Papa. Jangan ngomong seperti itu lagi, ngga enak jika di dengar orang." Jawab Leon lalu kembali melanjutkan makan siang nya dengan tenang.


"Tapi aku mencintai mu, Kak. Aku harus bagaimana. Aku sudah berusaha untuk menghapus semua rasa ini, tapi benar-benar tidak bisa." Lirih Clara. Gadis itu sudah meletakkan garpu yang ada di tangannya ke atas meja.


"Makan dulu, nanti kita bicara lagi, ya.." Pinta Leon.


Clara pun mengangguk paruh dan mulai memakan potongan daging yang sudah di potong kecil-kecil oleh Leon.


Biarlah, meskipun hari ini tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari Leon, setidaknya ia sudah merasa sedikit lega karena sudah memberi tahu kan apa yang ia rasakan selama ini.


Keduanya makan siang dalam diam. Leon berusaha mencerna kalimat yang baru saja ja dengar dari bibir Clara. Ini tidak boleh terjadi, begitu pikirnya. Akan seperti apa perasaan sang Papa jika mendengar pengakuan Clara beberapa saat yang lalu, sungguh ia tidak bisa membayangkan hal itu. Ia benar-benar menghormati laki-laki yang sudah memberinya kehidupan layak ini dan tidak ingin membuatnya kecewa.