
"Aku tahu, untuk itu aku memberikan penawaran yang bagus untukmu. Atmaja Group akan tetap ada di bawah kepemimpinan mu, tapi dengan satu syarat, kamu tetap harus menjalani hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah kalian lakukan terhadap Briana." Ujar Kevin.
Dion terdiam, lalu segera menggeleng dengan tegas.
"Aku akan menebus semua yang sudah aku lakukan terhadap Ayah dan juga Briana. Aku hanya ingin memohon satu permintaan, tolong biarkan ibuku tetap berada di rumah itu dengan nyaman. Toh Briana dan juga Ayah tidak akan pernah kembali lagi." Ucapnya memohon.
Kevin tersenyum, ia menyadari jika laki yang ada di hadapannya ini masih belum mengetahui jika Briana yang sedang mereka bahas hari ini masih berada di dunia yang sama dengan mereka.
"Itu hal yang mudah bagi kami. Kamu sangat tahu kekayaan Atmaja tidak sebanding dengan kekayaan keluarga kami. Kami tidak akan mengambil alih " Ujar Kevin. "Namun, aku harap setelah ini kita tidak akan lagi memiliki masalah apapun lagi. Jangan mendekati keluargaku dengan alasan apapun !" Sambungnya tegas.
Dion mengangguk yakin. Jika waktu bisa di putar kembali, ia tidak akan pernah berbuat hal seperti ini hingga membuat dirinya harus berurusan dengan keluarga Sanjaya seperti hari ini.
Kevin menatap laki-laki yang ada di hadapannya dengan intens. Mencari kebohongan dari wajah yang terlihat menyedihkan di depannya. Setelah yakin Dion tidak akan pernah mengganggu kehidupan adik sepupunya lagi, Kevin segera beranjak dari sana, lalu meninggalkan Dion yang akan mulai menghabiskan waktu di sel tahanan.
Setelah kepergian Kevin, Dion masih duduk terdiam di kursi, hingga petugas kepolisian yang mengantarnya tadi datang dan membawanya keluar dari dalam ruangan itu.
****
Cukup lama waktu yang ia habiskan di jalanan yang begitu padat dengan lalu lalang kenderaan, hingga akhirnya mobil mewah yang ia kendarai berhenti di depan sebuah rumah mewah milik dari keluarga istrinya.
"Eh Bang Kevin ?" Gadis cantik yang sudah terlihat rapi dengan stelan formalnya membukakan pintu. "Kak Flora mana ?" Tanyanya sambil melihat-lihat ke belakang Kevin untuk mencari kakak sepupunya.
"Selamat pagi, Paman, Tante." Sapa Kevin saat melihat sepasang suami istri yang sedang melangkah ke arah mereka.
"Pertanyaan aku belum Abang jawab loh." Clara cemberut karena di abaikan.
"Kak Flora lagi ngantar Fania dan Felia ke sekolah." Jawab Kevin sambil tersenyum hangat, lalu mengusap lembut puncak kepala dari adik sepupu istrinya itu.
Clara mengangguk mengerti kemudian mempersilahkan Kevin untuk masuk ke dalam. Sedang dirinya kembali berpamitan untuk berangkat ke tempat kerja.
Di ruang tamu yang begitu mewah, Kevin duduk berhadapan dengan Bagas dan Rahel. Lelaki tampan itu berusaha menyusun kata-kata yang baik, agar nanti permintaannya hari ini tidak sampai menyinggung sepasang suami istri yang sedang menunggu dirinya untuk mengutarakan perihal kedatangannya hari ini.