Briana

Briana
Bab 60. Lamaran Di Terima



"Apakah ini sebuah lamaran ?" Tanya Briana bersama dengan senyum manis, membuat semua orang yang ada di sana tersenyum lega.


"Kamu buat aku takut." Ucap Gama cepat.


"Aku baru nanya." Ucap Briana.


"Ya iyalah apa lagi kalau bukan lamaran." Jawab Gama kesal.


"Nanti deh aku pikir-pikir dulu." Jawab Briana acuh.


"Ana...!"


"Kenapa ?" Tanya Briana acuh, sambil meraih sepotong kue yang terhidang di atas meja.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sontak tertawa bersama, saat melihat raut khawatir di wajah Gama.


"Aku pikir kamu akan menolak lagi." Ucap Gama memelas.


"Dan aku belum menerima." Ujar Briana sambil menatap wajah Gama.


Kali ini Flora yang tidak lagi bisa menahan tawanya. "Kasian banget sih.." Ledek ibu dari dua orang anak itu.


"Gimana, Briana ? Kamu mau kan memberikan kami satu kesempatan untuk menebus kesalahan di masa lalu ?" Tanya Keyla.


Briana menggeleng tegas.


"Tentu saja. Tidak ada yang terpaksa. Jika saja aku bisa memutar kembali waktu yang sudah terlewati, maka aku akan melakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh seorang ibu." Jawab Keyla.


Briana menoleh ke arah Gama sebentar. Menatap wajah laki-laki yang selalu hadir dalam benaknya selama beberapa tahun ini dengan lekat, seolah mencari keyakinan dari laki-laki itu untuk menentukan keputusan hari ini.


"Aku akan melakukannya." Jawab Briana masih sambil menatap wajah Gama. "Aku mau memulai kehidupan baru bersama mu." Sambungnya lagi.


Senyum hangat penuh bahagia terlihat dengan begitu jelas di wajah Gama. Senyum yang sudah menghilang beberapa tahun ini, kembali terlihat begitu jelas di wajah laki-laki tampan itu.


"Terimakasih, Briana. Terimakasih sudah memaklumi perlakuan keluarga kami." Ucap Keyla tulus.


"Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, Tante. Yang paling penting adalah bagaimana kita mau memperbaiki kesalahan itu. Bukan kah manusia adalah tempatnya salah ?" Jawab Briana.


Semua orang yang ada di saja terlihat begitu bahagia saat mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Briana. Mereka berpikir keadaan di masa lalu, akan membuat gadis di depan mereka ini berubah. Namun, lihatlah kini semua berjalan dengan begitu baik. Jangan pernah lupa, Tuhan benar-benar baik kepada setiap umat Nya. Cukup rencanakan semua dengan niat yang baik, maka Tuhan pasti akan memberikan kemudahan di dalam nya.


****


Setelah makan siang yang penuh dengan drama, kini Briana tengah menghabiskan waktu nya di taman indah yang ada di kediaman Sanjaya. Sasa dan ketiga anaknya sudah lebih dulu berpamitan untuk pulang, dan meninggalkan Briana di rumah calon keluarga baru nya.


Gadis yang memutuskan untuk kembali memulai kehidupan barunya bersama Gama itu, duduk termenung di kursi panjang yanga ada di tengah taman itu. Hingga tangan yang frasa hangat tiba-tiba menggenggam erat kedua bahunya.


Sama seperti biasa, Briana menoleh, menatap sejenak laki yang kini sedang berdiri di belakang tubuhnya bersama senyum yang selalu berhasil membuat hati nya merasa lebih baik.


"Gama, aku ngga salah kan memutuskan ini ?" Tanyanya masih sambil menatap wajah Gama.