Briana

Briana
Bab 36. Rencana Risa



"Aku merasa bersalah padanya, Risa. Aku baru menyadarinya sekarang, jika aku merasa kehilangan gadis yang tidak bersalah itu. Dia bahkan sudah menyetujui permintaanku yang ingin bercerai. Ia bahkan hanya meminta sedikit uang untuk bertahan hidup setelah berpisah dari ku, tanpa berniat mengambil alih perusahaan Papa." Dion berusaha untuk berbicara sedikit lebih baik pada istrinya.


Namun, berbeda dengan Risa. Wanita itu sama sekali tidak terima dengan sikap suaminya saat ini. Ia mengepalkan tangannya, bagaimana ia bisa menguasai harta peninggalan Alfin jika laki-laki bodoh di sampingnya ini mulai bersikap seperti ini. Tidak, rencana yang sudah ia susun dengan baik selama bertahun-tahun tidak boleh menjadi sia-sia. Ia sudah mengorbankan diri menjadi budak untuk membunuh siapa pun yang menghalangi kedudukan Dion, dan ia tidak akan membiarkan semua itu menjadi sia-sia.


"Dasar brengsek ! Kamu benar-benar bodoh." Umpat Risa.


"Aku pikir kamu tahu aku sudah menjadi orang brengsek selama bertahun-tahun. Apa yang aku lakukan pada Briana selama ini, seperti apa yang di lakukan oleh orang brengsek, Risa. Aku rasa kamu tidak melupakan apa yang sudah kita lakukan pada gadis itu." Geram Dion. Bisakah wanita ini membantunya keluar dari pusaran rasa bersalah ini, dan berusaha mengerti jika ia pun masih seorang manusia.


Risa terdiam sejenak. Ia mulai menyadari jika laki-laki yang sedang duduk di sofa ini bukan lagi laki-laki yang bisa ia manipulasi. Sekian tahun bersama, Dion sama sekali tidak pernah memiliki empati sama sekali pada Briana. Namun, lihatlah sekarang. Laki-laki ini bahkan dengan berani mengungkapkan rasa bersalah atas apa yang sudah mereka lakukan bersama di masa lalu.


"Aku pulang, Mama sendirian di rumah." Pamit Risa.


Dion hanya mengangguk. Spesial ? Tidak. Risa bukan lagi orang spesial dalam hatinya. Entah apa yang ia rasakan selama ini, hingga begitu cepat berubah. Bahkan bunyi pintu ruangan yang kembali di tutup oleh Risa, ia sama sekali tidak lagi menoleh ke arah pintu di mana wanita yang ia gilai sekian tahun itu berada. Semua benar-benar berubah. Rasa yang menggebu selama ini, menghilang entah ke mana saat ia melihat wajah cantik wanita malam itu, dengan jelas.


"Sial !" Risa memukul kemudi dengan kesal. Sumpah demi apa pun, ia tidak akan membiarkan wanita murahan itu merusak semua rencana yang hampir rampung. Harta peninggalan keluarga Atmaja harus berada dalam genggaman nya. Ia tidak peduli dengan Dion yang mulai jatuh cinta dengan wanita lain. Tapi ia tidak akan membiarkan siapa pun berani mengusik sesuatu yang sebentar lagi akan berada dalam genggaman nya.


"Kita harus segera bertindak. Dion mulai tergoda dengan wanita lain." Perintah Risa pada seseorang di ujung ponsel nya.


"Sepertinya kita tidak bisa melakukannya. HG Group dan SN Corporation mengundurkan diri dari kelompok kita. Mereka memiliki kandidat lain." Jawab seseorang di ujung ponsel yang masih menempel di pipi Risa.


"Kok bisa ?" Tanyanya tidak percaya.


Belum ada jawaban di ujung sana, panggilan itu sudah lebih dulu berakhir. Risa menatap ponsel yang masih berada di dalam genggaman nya dengan geram. Orang-orang ini mulai menjauhinya. Tidak orang-orang kepercayaannya mulai melangkah pergi. Apakah Dion sudah mengetahui apa yang terjadi ? Tidak, apa yang akan terjadi dengan hidupnya jika ia pergi dari kehidupan Dion tanpa mendapatkan apa pun.