Briana

Briana
Bab 62. Menikah Hari Ini !!



Gama berhenti melangkah. Ia menatap gadis yang sedang tersenyum manis di depannya dengan tatapan penuh permohonan.


"Bisakah kita menikah hari ini ?" Bujuknya.


Briana segera menggeleng tegas.


"Pernikahan bukanlah hal yang mudah, Gama. Aku sudah pernah merasakan bagaimana berada di dalam pernikahan. Dan aku tidak ingin pernikahan kita akan seperti pernikahan ku yang dulu." Ujarnya.


"Ini tidak akan sama seperti pernikahan kamu dengan si bodoh itu. Aku akan membuat pernikahan yang indah untuk kita." Jawab Gama yakin.


Briana kembali menggeleng.


"Semua pernikahan akan menemui ujiannya masing-masing, Gama. Dan kita harus mempersiapkan diri dengan baik agar nanti bisa melalui ujian itu. Tidak ada pernikahan yang hanya terdapat hal indah di dalamnya. Percaya padaku." Ujar Briana. Kali ini ia sudah menggenggam erat tangan Gama, agar lelaki itu percaya jika mereka membutuhkan sedikit waktu untuk mempersiapkan diri agar nanti bisa memulai kehidupan baru yang jauh lebih baik.


"Tapi janji jangan batalkan pernikahan ini. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, Ana." Ucap Gama.


"Tentu saja. Kesempatan emas tidak bisa di lewatkan. Di mana lagi aku mencari putra pewaris seperti mu." Jawab Briana lalu tertawa geli.


"Alus serius !" Kesal Gama.


Briana tidak lagi menimpali. Ia melangkah menuju ruangan lain untuk menemui kedua orang tua Gama, guna untuk berpamitan.


Sungguh, ia sangat bersyukur karena Tuhan begitu baik dan memberikan kesempatan yang baik ini padanya. Di mana lagi ia akan mencari keluarga yang bisa menerima dirinya dengan tangan terbuka seperti hari ini. Meskipun di masa lalu ada kejadian yang sedikit membuat hatinya tidak nyaman, itu bukan lagi masalah baginya. Yah, tidak ada manusia yang sempurna.


"Hai Tan, Om. Maaf ganggu waktunya." Ucap Briana sopan saya sudah berada di dalam ruangan di mana kedua orang tua Gama berada. Lelaki yang sejak tadi terus mengekor padanya pun sudah berada di dalam ruangan itu.


"Eh, Ana. Ada apa ?" Tanya Keyla.


Keyla menatap suami dan putranya bergantian.


"Ngga mau nginap di sini ? Biar Gama aja yang pulang ke apartemen." Ucap Keyla memberi saran.


"Kok gitu sih, Mam. Rumah ini kan ada banyak kamarnya. Briana tidur di kamar aku, biar aku tidur di kamar lain aja, yang penting ga usah pulang ke apartemen." Protes Gama


"Ngga, nanti malam-malam kamu malah pura-pura salah masuk kamar lagi, bahaya !" Ujar Keyla. "Untuk sementara kamu yang pulang ke apartemen, Briana yang tinggal di sini." Sambungnya memutuskan.


"Mam..


"Ini demi keamanan, Gama. Ayo sana pulang!" Usir Keyla.


Briana menatap Gama sambil menahan tawa. Pasalnya laki-laki yang ia cintai itu ingin sekali protes, namun, sepertinya wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang paling berkuasa di dalam rumah ini.


"Mama ga adil banget ih." Kesal Gama. Laki-laki itu lantas melangkah meninggalkan ruangan itu menuju kamar tidurnya.


Briana mengikuti langkah Gama menuju ruangan yang hendak di tuju oleh laki-laki itu.


"Kamu mau ngajak aku ke kamar kita ?" Tanya Briana.


Gama berhenti lalu menatap wajah menyebalkan namun, terlihat cantik di hadapannya.


"Jangan buat aku makin kesal ya." Ujar Gama kesal, namun, justru membuat Briana terbahak.


"Aku mau lihat kamar kita." Goda Briana.