Briana

Briana
Bab 57. Keluarga



"Maafkan kami karena menyembunyikan banyak hal dari mu. Dan terimakasih karena tidak membuat Gama membenci kami." Ucap Gerri lagi.


Briana masih menatap laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya dengan bibir yang tertutup rapat. Ia bingung harus berkata apa tentang semua ini. Ingin sekali membenci semua orang sudah berlaku tidak adil te terhadapnya, tapi ia benar-benar tidak bisa melakukannya.


Ia ingin membenci seluruh keluarga ini yang seakan tidak bisa menerima kehadirannya dalam hidup Gama, tapi entah mengapa saat kata maaf terucap dari Kevin, keinginannya itu perlahan memudar.


Sasa meraih tangan Briana, lalu menggenggam tangan sahabatnya itu dengan erat. Ia tahu sahabatnya ini pasti akan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, untuk itu ia berharap genggaman tangannya ini mampu memberikan sedikit kenyamanan kepada sahabatnya ini.


Beberapa menit berlalu, masih belum ada jawaban dari Briana tentang permintaan maaf yang baru saja di utarakan oleh Gerri. Gadis itu masih menutup mulutnya rapat-rapat seakan ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, namun, masih tertahan di dalam hatinya.


"Kami tidak meminta kamu untuk tidak marah atas apa yang sudah kami lakukan di masa lalu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, kami ingin kamu akan merasa baik-baik saja mulai sekarang." Melihat gadis cantik yang ada di hadapannya masih terdiam, Keyla ikut menimpali. Ia tahu gadis yang sedang duduk diam di hadapan suaminya ini merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi di antara mereka.


Briana hanya mengangguk. Yah, ia akan berusaha untuk mengerti semua yang di lakukan oleh orang tua Gama terhadap dirinya di masa lalu. Untuk nanti, biarlah akan di urus nanti. Toh, hubungannya dengan Gama masih belum melangkah jauh, jadi ia masih memiliki banyak waktu untuk menanyakan banyak hal pada keluarga Gama tentang apa yang terjadi di masa lalu. Seperti apa pandangan mereka terhadapnya, dan apakah mereka sudah benar-benar menerima dirinya dengan baik kedepannya.


Beberapa saat mereka bercengkrama di ruang keluarga mewah itu, Anggun dan Robby melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti Bram dan juga Rosa. Makan siang ataupun makan malam keluarga sudah biasa di lakukan di rumah mewah keluarga Sanjaya.


Berhubung ada banyak hal yang akan mereka bicarakan hari ini mengenai rencana Gama, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan makan siang keluarga bersama di rumah.


"Gerri memintanya untuk ke perusahaan dulu, Kak." Jawab Keyla.


"Kenapa ? Bukannya yang akan di bicarakan hari ini adalah masalahnya ?" Kali ini Bram yang bertanya pada adiknya.


"Kamu tahu lah bagaimana sikap Gama, Bram. Dia pasti tidak akan memberikan waktu luang untuk kita berbicara dengan nyaman bersama Briana." Jawab Keyla.


"Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya." Gumam Bram.


Keyla tertawa geli, sedangkan suaminya hanya bisa memberenggut kesal dengan kalimat yang baru saja di ucapkan oleh sang kakak.


"Udah ah, kalian tuh ga pernah akur. Udah pada tua juga." Rosa menimpali pembicaraan.


Keyla hanya terus tertawa geli. Wanita yang tidak pernah termakan usia itu, hanya terus memamerkan senyum manis yang semakin membuat suaminya gemas.


Briana hanya bisa menatap orang-orang yang ada di ruangan itu dengan hati yang menghangat. Kenapa ? Yah, kenapa orang-orang yang terlihat sebaik ini, tega membuatnya terperangkap dengan orang-orang seperi Dion dan Risa.