
Di sebua ruangan yang sedang dijaga ketat oleh petugas kepolisian, Dion menatap lekat pada wanita yang baru saja menyodorkan hasil pemeriksaan kehamilan padanya. Perasaannya campur aduk. Ia hanya bisa melihat sebuah amplop nyang ada di atas meja itu, dan belum membuka nya.
"Beri aku satu kesempatan untuk menjaga bayi ini. Aku janji tidak akan mengusik Ibu, dan apapun yang dia miliki." Ucap Risa. Wanita itu menatap penuh permohonan pada laki-laki yang ada di hadapannya. "Aku akan merawatnya dengan tangan ku sendiri, ya.." Pinta nya lagi.
Dion menatap wanita dan sebuah kertas yang ada di hadapannya bergantian. Ragu, karena setelah sekian lama ia mengenal wanita yang ada di hadapannya ini, sulit baginya untuk kembali percaya.
"Baiklah. Aku akan menanggung hukuman ini seorang diri, yang terpenting adalah jangan pernah mengusik Ibu ku." Tegas Dion memutuskan setelah beberapa saat beradu dengan pikirannya sendiri.
"Satu lagi, Dion. Jangan beri tahu kedatangan ku hari ini kepada keluarga Sanjaya, aku mohon." Pinta Risa lagi.
Dion terdiam beberapa saat, kemudian mengangguk mengiyakan permintaan itu. Apapun yang akan terjadi nanti, semua sudah terlalu percuma. Jika pun nanti Risa di adili atas apa yang sudah mereka rencanakan bersama, semuanya tidak akan pernah merubah apapun lagi.
"Jaga dia baik-baik. Kita berdua bukanlah orang baik, tetapi jadilah ibu yang baik buat bayi itu." Dion menatap wanita yang ada di hadapannya sejenak lalu kembali melanjutkan kalimatnya. "Jika nanti Tuhan masih memberi ku satu kesempatan untuk keluar dari sini, aku tidak akan melupakan tanggung jawab ku ada kalian." Ucapnya lagi.
"Aku akan pergi jauh dari Jakarta. Jika suatu saat nanti kamu bisa menghiruo udara bebas di luar sana, tidak perlu memikirkan di mana aku. Jangan mencari kami walau hanya sekedar untuk menunaikan tanggung jawabmu. Carilah wanita yang baik dan tidak serakah seperti ku. Buatlah kehidupan yang kamu impikan selama ini." Ujad Risa panjang lebar. Karena tidak lagi mendapatkan jawaban dari Dion, ia pun berpamitan untuk pergi dari sana.
****
Setelah mendapatkan apa yang ia harapkan hari ini, Risa segera beranjak dari ruangan itu dan pergi meninggalkan Dion. Tidak ada lagi yang tersisa di antara mereka, kecuali janin yang kini menempati rahim nya. Beruntung selama menjadi orang kepercayaan Atmaja, sudah ada beberapa barang berharga yang ia kumpulkan. Jadi, jika hanya untuk melanjutkan hidup bersama calon bayi yang ada di dalam kandungannya, ia tidak akan pernah kekurangan lagi.
Dan pada akhirnya keserakahan tidak akan pernah memberikan kita akhir yang bahagia. Ada seseorang yang hebat berkata, menjadi orang yang jujur dan tulus salah satu-satunya potensj besar untuk meraih bahagia.
Semoga keputusannya hari ini benar-benar suda tepat. Hidup sederhana tidak lah masalah, yang terpenting adalah, ia tidak akan lagi merasakan kehidupan yang mengenaskan seperti dulu, sebelum bertemu Dion.