
Mereka berempat kini sudah berada di sekolah. Mereka memang sengaja datang pagi pagi karena ada sesuatu yang ingin mereka lakukan sebelum sekolah di mulai. Jam menunjukan pukul 05.30 wilayah sekolah masih sepi hanya ada satpam dan tukang bersih bersih sekolah.
Mereka bergegas masuk ke dalam gudang sekolah yang letak bangunannya terpisah dari sekolah dan ruang itu berada paling belakang. Dengan sangat hati hati mereka berempat masuk melalui jendela dari sisi kiri ruangan.
Gelap dan penuh dengan debu, hawa di dalamnya pun sangat pengap dan terasa sedikit panas.
" lo serius disini tempatnya "
" serius banget. Lo liat foto ini ? " ucap Arsha sembari menyodorkan satu buah foto kepada Inggrid.
" ikut gue. Gue tau di sudut mana foto ini di ambil "
Arsha, Caera dan Faizah membuntuti kemana perginya Faizah. Pojok paling kiri di dalam ruangan gudang, Faizah berhenti di titik tersebut.
Mereka berempat mengamati setiap sisi di bagian itu, dan tak lama kemudian Caera berteriak memanggil ketiga sahabatnya yang lain.
" guys sini, gue nemu sesuatu nih "
" apa Ca "
" udah ambil aja Sha, keburu bel bunyi nanti ada orang yang tau lagi kita kesini "
Setelah mengambil barang tersebut, mereka bergegas keluar dari dalam gudang. Bel berbunyi ketika mereka sudah keluar dari area gudang, untung saja mereka berhasil dengan cepat menemukan barang itu. Kalau telat sedetik saja mungkin sekarang mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran.
Pelajaran pertama di isi oleh mata pelajaran bahasa Jepang. Mereka hanya di beri tugas untuk membuat cerpen dalam bentuk bahasa Jepang. Kabar baiknya tugas yang di berikan dalam.bentuk kelompok, minimal kelompok 4 orang.
" guys kita satu kelompok ya " teriak Caera yang hanya di balas acungan jempol saja.
Kelompok Arsha selesai lebih dulu. Ya jangan heran, berkat kepintaran Arsha, semua masalah apapun pasti akan cepat selesai berkat dirinya. Bukannya sombong, tapi memang begitu kenyataannya.
" buk kita udah selesai. Jadi kita boleh keluar dulu ya "
" ya sudah sana kalian keluar "
Mereka akhirnya memutuskan untuk menuju ketaman belakang sekolah, pasalnya mereka sudah ada janji bersama Alex the geng.
" masih sepi Sha "
" gapapa, kalian tunggu sini ya gue kebelet nih "
" gue temenin ya "
" ya udah ayok "
Arsha dan Faizah berjalan menuju toilet bersama. Sedangkan Inggrid dan Caera menunggu di taman belakang sekolah. Setelah sampai di toilet Faizah menunggu di depan pintu dimana Arsha berada. Tak berselang lama menunggu, datang Caira dan Selvia menghampiri Faizah, dan dengan sengaja Caira menjambak rambut Faizah dengan sangat kuat.
" lepasin bangs**....... " Faizah berteriak dengan sangat kencang hingga membuat Arsha yang masih di dalam toilet terperanjat kaget.
Karna mendengar teriakan dari Faizah akhirnya Arsha bergegas keluar dari toilet. Betapa terkejutnya Arsha ketika mendapati rambut sahabatnya yang sedang di jambak dengan sangat kuat oleh seseorang.
Dengan sekuat tenaga Faizah mencoba melepaskan cengkraman tangan Caira dari rambutnya. Karna tak kunjung lepas akhirnya Faizah menggunakan jurus yang paling ampuh dari jurus jurus yang lain yaitu menancapkan kuku panjangnya pada tangan Caira sampai masuk ke dalam dagingnya.
Darah segar bercucuran dari tangan Caira, saat itu juga Caira melepaskan jambakannya.
Selvia yang melihat itu hanya bisa melongo, dia dengan sekuat tenaga berusaha membantu Caira berdiri dan membawanya pergi dari dalam toilet. Jangan tanya dengan Arsha, dia hanya melihat permainan yang sedang di mainkan di depan matanya. Menang pada awalnya. Dia sangat terkejut, namun sedetik kemudian di terlihat sangat tenang seolah olah tidak ada yang terjadi disana.
"lho nggak papa kan? " tanya Arsha yang melihat Faizah masih terus memegangi kepalanya
" nggak papa Sha, cuma agak perih aja. Kayaknya berdarah deh " jawab Faizah sedikit parau.
Arsha yang tak kuasa melihat Faizah kemudian menelfon Alex agar segera datang dan membawa Faizah ke UKS.
Semua sahabat Alex dan Arsha menyusul mereka ke UKS. Di posisi sekarang ini Faizah sudab tidak sadarkan diri. Setelah sampai di UKS Faizab di baringkan di ranjang oleh Alex, kemudian dia di tangangi oleh para PMR yang bertugas disana.
" gimana keadaan Faizah sekarang " tanya Caera
" masih di tangani sama PMR Ca " jawab Alex
Mereka semua terdiam, setelah menunggu beberapa saat PMR yang tadi menangani Faizah keluar. Katanya keadaan Faizah sudah sedikit membaik, hanya perlu istirahat saja. Setelah sang PMR berbicara seperti itu, mereka di perbolehkan masuk.
Sesuatu yang tidak mereka sadari adalah mereka satu ruangan dengan Caira sang pembuat onar. Belum lama berada di lingkungan sekolah BARS HIS dia dan temannya itu sudah sangat banyak membuat keributan, sedangkan Caira dan Selvia juga tidak menyadari hal itu.
Ketika Caira dan Selvia hendak keluar, mereka di kejutkan dengan gerombolan Alex dan kawan kawan. Melihat ada peluang besar, akhirnya Inggrid bertindak. Dia mencengkeram bekas luka tancapan kuku Faizah, dia mencengkeram dengan sangat kuat seperti yang Caira lakukan terhadap Faizah.
Ketika ingin berteriak, mulut Caira di sumpelinya tisu oleh Daffa. Melihat temannya yang sedang kesakitan Selvia berniat membantu, tapi sayang niatnya di gagalkan oleh Balin, dia mengikat tangan Selvia dengan dasi yang sedang dia kenakan, Selvia coba memberontak.
" lho yang udah berani beraninya ngebuat sahabat gue nggak sadarkan diri, jadi ini balasan dari gue " ucap Inggrid yang masih terus menekan bekas luka Caira.
" sorry gue nggak bermak.........mmpphh " seketika mulut Caira di sumpal tisu oleh Daffa.
Karna merasa jengah dengan wajah Caira, akhirnya Arsha meminta agar mereka berdua di keluarkan dari dalam ruang UKS tersebut.
" gue udah muak sama wajah mereka, mending suruh mereka keluar aja "
" kali ini ljo selamat Caira " ucap Inggrid sembari melepas cengkeraman tangannya.
" dan satu hal lagi jangan bilang siapa siapa soal kejadian ini atau gue bakal ngelakuin yang lebih dari ini " sambung Inggrid.
Setelah mendapatkan serangan balik seperti itu, Caira dan Selvia langsung saja pergi meninggalkan mereka di dalam UKS. Wajahnya yang pucat pasi membuat mereka yang melihatnya pasti akan tertawa, karna itu terlihat sangat konyol.
" eh kalo di pikir pikir nama lo sama Caira sama deh " celetuk Daffa
" ya sama nama doang, nggak sama kalo soal sifat "
" hahaha...... Jangan jangan lo sodaraan lagi sama nenek lampir itu " ucap Daffa kembali sembari tertawa terbahak bahak.
" jaga omongan lo ya,,,,,, pletak " satu sentilan maut berhasil mendarat telat di telinga Daffa, Daffa yang mendapat serangan mendadak itu hanya bisa meringis kesakitan.
" btw mereka itu siapa si, kok kaya nggak asing ya "
" mereka itu saudaranya Endra, yang waktu kemaren di ceritain sama kita " jawab Alex.
" oooo........jadi mereka saudaranya Endra makanya mukanya sedikit nggak asing. Tapi apa tujuan mereka ngecelakain para cewek cewek cantik kita ya "
" nanti tanyain aja sama Endra, pasti dia tahu masud kedatangan mereka berdua " ujar Daffa.