BARSHA

BARSHA
#5



Arsha memarkirkan motornya bersama dengan motor motor lain yang parkir di tempat parkir sekolahnya. Dia kemudian berjalan menembus ramainya siswa siswi yang baru saja datang kesekolah. Tak sedikit siswa yang kaget dengan kecantikan Arsha, bukan hal biasa memang tapi paras cantik Arsha di setiap detiknya itu mampu membuat siapapun terpesona. Dari kejauhan terlihat sebuah mobil lamborghini Aventador Lp720 berwarna kuning memasuki tempat parkir.


" gilak keren "


" siapa tu "


" wah gilak mobilnya cuyy, mengkilat "


Mungkin seperti itulah kehebohan para siswa siswi melihat mobil yang baru saja parkir.


Dalam hati Arsha berkata ' gue punya 10 yang model begitu mah. Belagu banget '


Arsha terus berjalan menuju kelasnya, dia tidak memperdulikan teriakan siswa siswi yang sangat heboh dengan kedatangan si pemilik mobil tadi. Dua siswi murid baru.


" Arsha tungguin " teriak Caera, Faizah dan Inggrid bersamaan.


" Sha kayaknya lho perlu bawa mobil item lho deh " ucap Inggrid


" mobil item di rumah gue banyak " ketus Arsha


Mendengar perkataan Arsha barusan mereka hanya bisa tertawa terbahak bahak sampai akhirnya mereka sampai di kelas MIPA II. Mereka berempat memang satu kelas karna permintaan Arsha, karna dia tidak mau jika ada apa apa dengan sahabat sahabatnya.


Tak beberapa lama kemudian kelas pun di mulai.


Pukul 10.15 bel istirahat berbunyi yang menandakan kelas pertama telah selesai. Seluruh siswa maupun siswi yang ada di dalam kelas MIPA II berhamburan keluar kecuali Arsha, Caera, Faizah dan juga inggrid.


" guys gue lusa mau pergi ke Bandung "


" mau ngapain lo kesana ? "


" ada urusan mendadak sama abang abang gue,, gue harap kalian baik baik disini sampe gue pulang "


" ya udah yok ke kantin aja, kita bahas nya di kantin aja "


Setelah sampai di kantin, inggrid memesan beberapa makanan untuk mereka. Kali ini mereka tidak ikut bergabung bersama Alex dan yang lainnya.


Tak lama kemudian pesanan yang tadi di pesan inggrid datang, dan mereka langsung saja menyantapnya karna cacing cacing di perut mereka sudah sangat lapar. Sedang asik menikmati makanan, tiba tiba suasana kantin yang begitu damai menjadi riuh karna kedatangan seseorang. Dua gadis yang tadi pagi juga membuat heboh isih sekolah.


Caira Salsabila merupakan Saudara Dari Erlambang Endra Estiawan dan juga temannya yaitu Selvia Tsamara. Mereka murid pindahan dari luar negeri. Kecantikan Caira dan Selvia mungkin sebanding dengan kecantikan Arsha, karna mereka terlihat seperti bule. Namun kecantikannya tak akan mampu menandingi kecantikan Arsha jika benar benar Arsha ingin menunjukannya.


Mereka berdua duduk berseberangan dengan Arsha, jadi Arsha dan yang lainnya bisa sangat jelas melihat bagaimana wajah Caira dan Selvia. Tapi mereka tidak memperdulikan itu, mereka lalu melanjutkan acara makan mereka.


Bel kembali berbunyi, Arsha dan yang lainnya kemudian bergegas kembali ke dalam kelas. Belum sempat melangkahkan kakinya, tangan Arsha di genggam oleh seseorang yang tak lain adalah Caira. Sontak Arsha berbalik badan melihat siapa yang dengan tidak tahu malunya sudah menggenggam tangannya.


" lepasin!! " bentak Arsha.


Dia sangat sangat tidak nyaman jika ada orang yang tidak dia kenal tiba tiba menyentuk anggota tubuhnya, rasanya jiwa pembunuh yang ada di dalam dirinya meraung ingin keluar.


" lho Arsha? " tanya Caira dengan santainya. Dia tidak memperdulikan raut wajah tidak suka dari ketiga teman Arsha.


Arsha tidak langsung menjawab pertanyaan Caira, dia malah ikut menggenggam tangan Caira dengan sangat kuat. Karna merasa dirinya di intimidasi oleh Arsha, dia segera melepaskan genggamannya. Begitupun dengan Arsha, setelah genggaman tangan Caira terlepas dia juga ikut melepas genggaman itu.


" jangan coba coba menyentuh apa yang bukan hak lho " tegas Arsha.


" gue cuma mau tanya. Apa lho gadis jelek yang bernama Arsha "


Sontak sorot mata ketidak sukaan yang ditampakkan oleh Caera, Faizah dan inggrid kini berubah menjadi sorot mata pembunuh. Bagaimana tidak, jelas jelas Arsha sudah di permalukan dengan di katai sebagai gadis jelek.


Selvia yang melihat sorot mata mereka begidik ngeri, tapi dia tutupi dengan wajahnya yang sangat tebal dengan polesan make-up itu.


" lo lagi ngomong diri lo sendiri ya " tanya Caera dengan suara datarnya.


" cek, jangan ikut campur ini bukan urusan kalian"


" bukan urusan kalian? Pemberani sekali anda berbicara seperti itu di hadapan kami? " jawab Inggrid yang tak kalah datarnya.


Tak ingin membuang buang waktu, Arsha akhirnya mengajak ketiga sahabatnya itu untuk kembali ke dalam kelas saja.