
Arsha kini sedang bersiap siap berangkat ke Bandung bersama kedua abangnya. Dia sedang mengemasi baju, skincare, make-up dan juga mengemasi barang lain yang dia rasa akan sangat dia butuhkan.
" Sha...... " panggil abangnya dari luar pintu.
" masuk aja bang, nggak Arsha kunci kok pintunya ". Sahut Arsha dari dalam kamar
Shail dan Ardian masuk bersama dengan menenteng koper kopernya.
" gimana? Kita jadinya mau pakai mobil apa motor aja ? " tanya Shail
" mobil aja bang, Arsha takut kenapa kenapa "
" ya udah kamu cepet beres beresnya, biar abang keluarin mobil dari dalam garasi dulu "
Ardian keluar menuju garasi untuk mengeluarkan mobil yang tadi dia maksud. Mobil Ferrari F12 Berlinetta berwarna merah berhasil Ardian keluarkan dari dalam garasinya. Dia segera memarkirkan mobilnya itu di halaman depan. Setelah itu dia memanggil kakak dan adiknya untuk segera turun.
" yok langsung aja bang, tadi Arsha sama Bang Shail udah pamitan sama papa sama mama "
" siap siap kita akan segera memberantas kejahatan.... Hahaha " ucap Shail sembari tertawa.
Perjalan mereka akan memakan waktu sekitar 2jam lebih , mereka berangkat dari rumah pukul 00.00 karna menurut Shail jam 12 malam adalah jam yang sangat fleksibel, jadi jalan akan sedikit lenggang.
Setelah berjalan sekitar 2jam lebih mereka akhirnya tiba di salah satu rumah yang ada di Bandung, rumah tersebut adalah rumah pribadi keluarga Vernon. Dirinya sengaja membeli rumah di berbagai kota agar mereka tidak usah repot repot pergi ke hotel jika jika memang ada hal yang penting.
" udah sana masuk aja Ar, biar abang aja yang bawa barang ke dalem" ucap Ardian pada Arsha ketika dia ingin mengangkat kopernya kedalam.
Jam sudah menunjukan pukul 02.15 menit. Jam segini orang orang pasti masih berada di alam bawah sadarnya, tapi tidak dengan ketiga saudara ini mereka langsung saja menjalankan misinya.
" Ar, kamu udah ngabarin orang kepercayaan kamu kalo kamu mau datang berkunjung sekalian mengecek bisnis kamu disini "
" udah bang, abang tenang aja. Semua rencana buat di toko udah beres semuanya "
" oke sekarang kamu siap siap dulu, soalnya perjalanan dari sini ke toko cukup jauh. Sekalian kita cari makan di jalan nanti buat sarapan " pinta Ardian.
" jangan lupa bawa barangnya " ucap Shail yang hanya di balas oke oleh kedua adiknya.
" bang..... " panggil Arsha kepada keduanya.
" kenapa? "
" masih inget sama Alex? "
" ya masih orang baru kemaren dia kerumah " jawab Shail.
Ardian yang belum tahu siapa Alex hanya diam menyimak cerita dari adiknya itu.
" kayaknya Arsha ada rasa deh sama dia, maaf ya bang Arsha nggak bisa buktiin ucapan Arsha sendiri "
" emang kalo udah nyaman itu susah dek. Tapi kamu juga harus pertimbangin lagi perasaan kamu itu ya, abang nggak ngelarang kamu buat deket sama siapapun tapi abang cuma ngingetin sama kamu kalo rasa suka atau rasa cinta itu bisa berubah ketika rasa itu udah nggak ada di hati kita ". Ucap Ardian sembari menunjuk dadanya sendiri. "perasaan orang itu bisa berubah kapan saja, jangan sia siakan persahabatan kamu demi ego kamu Ar, malah kalo kamu bisa kamu harus jaga keduanya biar kamu nggak egois " sambung Ardian.
" iya bang, Arsha juga belum tahu pasti perasaan apa yang Arsha rasain bang " jelas Arsha kembali.
" ya udah bahas itunya nanti aja, sekarang kita jalanin misi kita dulu. Biar bang Shail sama bang Ardian yang selesain masalah kamu sama Alex. Takut keburu pagi nanti malah bisa gagal rencana kita " ujar Shail.