
" ini minum dulu " pinta Alex sembari menyodorkan secangkir teh hangat kepada Arsha.
Ya Arsha sudah terbangun dari pingsannya beberapa menit yang lalu.
" makasih " ucap Arsha sembari menerima teh hangat tersebut kemudian dia meminumnya perlahan.
" mana yang masih sakit " tanya Alex sembari memijat kaki putih Arsha pelan.
Arsha hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
" ya udah di minum dulu teh angetnya, pelan pelan aja ".
" kamu nggak ikut bimbel Lex " tanya Arsha baru sadar jika Alex terus menemaninya di dalam UKS.
" nggak, aku disini aja nemenin kamu " jawab Alex sembari mengelus puncak kepala Arsha
" apa nggak di omelin "
" nggak akan, tenang aja tadi aku udah izin sama guru BK "
" syukur deh, emmm Lex "
" ya kenapa? "
Belum sempat menjawab pertanyaan Alex, perutnya sudah terlebih dahulu memberi isyarat bahwa dirinya kini sedang dilanda rasa lapar. Merasa malu Arsha hanya menyengir saja, Alex yang melihatnya pun hanya bisa menggelengkan kepala.
Setelah itu Alex pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan untuk Arsha. Tak berselang lama aAlex membawa satu buah kantong plastik yang cukup besar,di keluarkannya isi dari dalam kantong tersebut. Satu buah roti, susu kotak, teh botoh serta beberapa ciki yang lain.
Arsha terlihat seperti orang yang tidak makan satu minggu, dia begitu lahap memakan roti yang sempai Alex belikan untuknya. Tak lupa juga dia meminum susu dan memakan ciki yang lain.
Setelah dirasa cukup kenyang Arsha kembali meneguk susu dan menghabiskannya kemudian dia meringis ke arah Alex yang sedang memandanginya tanpa berkedip.
" udah Lex, mana obatnya Arsha udah pingin pulang " ucap Arsha yang tak di respon oleh Alex, dia masih sibuk memandangi ciptaan Tuhan yang sempurna ini.
" Lex..... " panggil Arsha kembali mendapati Alex yang masih sibuk memandanginya.
" Lex...... " lagi.
" ALEXI ARSENO!! " pekik Arsha ketika panggilannya tak kunjung di jawab.
Alex akhirnya sadar ketika namanya di panggil cukup kuat oleh Arsha, alhasil Alex hanya menyengir kuda ketika melihat raut wajah Arsha yang kesal. Tapi masih lucu, imut dan menggemaskan seperti mimin ini😂.
" maaf Sha, kamu di kelewat cantik kan aku jadi salah fokus sama kamu hehe " ucap Alex yang tak lupa di selingi tawa cekil.
" mana obatnya, Arsha udah pingin pulang " Arsha memilih untung membuang muka dan mengalihkan pembicaraan. Ya kali ini muka Arsha memerah padam pasalnya Alex menyebut bahwa dirinya cantik. Selama ini tidak ada orang lain yang memujinya seperti itu.
Melihat respon Arsha begitu, Laex tahu betul bahwa Arsha kini sedang di landa rasa malu, gapi dia pura pura saja tidak tahu dan memilih untuk bangkit dari kursinya dan mengambil obat untuk Arsha.
Setelah selesai minum obat kini kedua remaja itupun beranjak pulang, sekolah sepi ya bagaimana tidak sebagian siswa pasti sudah menuju rumahnya masing masing. Mengingat hari ini adalah bimbel kelas XII dan bimbel juga shift shift-an.
Arsha tidak membawa motor, karna tadi pagi dia di antar oleh ayah dan kakeknya sedangkan Alex dia juga tidak membawa motor ataupun mobil. Sebenarnya Alex punya dua mobil dan satu motor tpi dia pikir kalau bisa nebeng kenapa harus bawa. Hadehhhh........ Akhirnya mereka memesan taksi online.
Tak berselang lama mereka pun tiba di rumah Arsha, Alex menitah Arsha yang sedari tadi di dalam mobil masih mengeluh pusing dan ingin muntah. Alex sudah mencoba memaksa Arsha untuk pergi kerumah sakit sebelum pulang, tapi sayangnya Arsha menolak hal itu. Bukan apa tapi dia sedikit enggan jika harus meminum banyak obat.