
" Sha pulangnya kita main kerumah lho ya "
" boleh "
" ya udah yok siap siap pulang "
" tapi gue bawa motor Zah "
" udah tinggal aja suruh supir lho jemput, atau pake mobil derek aja "
" udah lah kalian pake mobil aja, biar motornya gue bawa pulang aja. Kalian masih inget jalan ke rumah gue kan ? "
" ya kalo kita lupa juga nggak papa Sha. Rumah lho mah mau du lihat dari benua Afrika aja masih keliatan Sha Sha "
semua yang mendengar lelucon dari Faizah tertawa terbahak bahak. Setelah selesai memberesi buku buku, mereka langsung pergi menuju rumah Arsha.
15 menit kemudian mereka sampai di rumah Arsha, mereka masuk dari pintu belakang.
" hallo tante, om " sapa Caera, Faizah dan Inggrid ketika mendapati Vernon dan Berryl sedang berada di ruang TV. Setelah menyapa mereka juga tak lupa menyalami Vernon dan Berryl.
" hallo juga anak anak tante yang cantik cantik " sapa Berryl kembali
" iya mah mereka tambah gede tambah cantik ya " sambung Vernon.
" ah tante om bisa aja " ucap ketiganya malu malu.
" ya udah sana naik, nanti tante panggil buat makan malem ya " ucap Berryl yang hanya di balas anggukan kepala.
Setelah menyapa kedua orang tau Arsha, akhirnya mereka naik ke kamar Arsha.
*ceklek ..... Suara pintu di buka. Kamar yang tak terlalu besar di balut warna abu abu membuat kamar itu terlihat sangat nyaman. Satu buah kasur terletak di tengah, satu buah meja rias di sisi kanannya dan satu buah meja kecil untuk menaruh buku berada di sisi kiri benar benar sempurna seperti sang pemilik.
" Sha kamar lho kok ganti tema lagi "
" nggak kok, kamar yang itu masih ada di ruang sebelah "
" gilak ada berapa ruang kamar si sebenernya. Kenapa nggak lo sewain aja Sha, lumayan buat nambah uang jajan "
" lo mau ngekost disini? Tapi permalamnya 50jt gimana ? "
Caera dan Inggrid hanya bisa tertawa mendengar perkataan dua orang sahabatnya itu. Yang benar saja, 50jt/malam. Siapa juga yang mau menyewa kamar semahal itu.
" udah sana pada mandi, gue nggak mau kamar gue nanti bau ikan asin yang udah lama di simpen di lemari sama ibuk ibuk " ketus Arsha
" berenang aja yuk " usul Caera
" ya udah sana pada ganti dulu, gue tunggu di halaman belakang "
Setelah berkata seperti itu, akhirnya Arsha keluar meninggalkan ketiga sahabatnya di dalam kamar untuk berganti pakaian. Tak berselang lama Caera, Faizah dan Inggrid menyusul Arsha di halaman belakang. Disana juga terlihat ada Vernon, Berryl dan juga Ardian.
*skip makan malam
Ini adalah kali pertama sahabat Arsha makan malam bersama keluarganya. Biasanya mereka akan makan di kamar Arsha.
" sini tante biar Faizah aja yang ngambilin " ucap Faizah sembari merebut centong makan yang sedang di pegang oleh Berryl dengan lembut.
Faizah akhirnya yang menggantikan Berryl untuk mengambilkan makanan kedalam setiap piring orang.
Setelah selesai makan, Arsha, Caera, Faizah dan Inggrid akhirnya kembali ke dalam kamar. Mereka berniat menghabiskan malam mereka untuk menonton film horor terbaru.
" Zah ambil cemilan sana di bawah "
" nggak ah gue malu sama abang abang lho "
" cek,,, nggak papa udah sana ambil yang banyak. Tenang abang gue kalo udah jam segini nggak akan ada yang keluyuran di dalem rumah "
" ya udah deh, dimana lemari makanan lho "
" di dapur, lemarinya sebelah kanan paling pojok. Bawa yang banyak "
5 menit kemudian Faizah kembali sambil menenteng 2 buah kanton kresek besar berwarna hitam.
" kok pake keresek sihh Faizahhhhh,,,,,,,,,,,"
" nggak nemu wadah Arsha "
" udah lah tuang aja semua makanannya "
Akhirnya mereka menonton sampai larut malam.