
" udah yo dek masuk aja takut kamu masuk angin " ajak Ardian
" ya udah ayok bang, udah waktunya makan malem juga "
Akhirnya mereka berjalan menuju kedalam rumah melewati pintu belakang. Dilihatnya ada sepasang suami istri yang sedang asik mengobrol di meja makan, Ardian dan Arsha akhirnya ikut bergabung bersama Vernon dan Berryl.
" hallo sayang, udah mesra mersaannya " ledek Berryl
" apa si ma orang kayak nggak biasanya aja liat yang begituan ya bang ya " jawab Arsha yang hanya di angguki oleh Ardian.
" oiya ma, bang Shail kemana dah tumben belum pulang "
" bang Shail lagi otw pulang kok, barusan bang Shail udah ngabarin papa Ar" jelas Vernon
*disisi lain
" lho sebenernya kenapa si Endra, lho nggak beneran sakit hati doang kan? "
" ya nggak lah gila kali cuma gara gara sakit hati gue sampe masuk rumah sakit gini. Gue habis kecelakaan, sorry ya gue nggak ngabarin kalian soalnya gue nggak mau kalian panik " tegas Endra
" APA!! KECELAKAAN!! " ucap semua bersamaan
" gilak, jangan kenceng kenceng kenapa sih " omel Endra sambil mengusap usap telinganya yang terasa panas karna teriakan sahabatnya itu.
" lo yang gila bangs**, bisa bisanya lo kecelakaan nggak bilang bilang sama kita " omel Agam yang hanya di balas cengiran kuda khas dari Endra.
Karena merasa tersudut oleh omongan Agam akhirnya Endra menceritakan kronologi kecelakaan tersebut kepada para sahabatnya itu.
" jadi gini kronologinya guys, gue waktu itu mau jemput saudara gue di bandara, saudara gue si Ciara yang dari Solo itu dia berniat liburan disini sama temannya. Cuma naasnya waktu gue berangkat gue nggak cek cek dulu mobil gue, alhasil hal yang nggak di inginkan terjadi deh. Tapi yang gue bingung adalah.... " Endra menjeda ceritanya karna suster datang membawakan obat untuknya.
Setelah suster pergi dan Endra sudah meminum obat, dia melanjutkan ceritanya. " jadi yang gue bingung adalah gimana caranya rem gue blong, padahal waktu itu gue inget banget sepulang sekolah mobil gue tu nggak kenapa kenapa. Aneh nggak si menurut kalian? " sambungnya
Semua yang ada di dalam ruangan Endra terdiam sembari menimbang nimbang omongan Endra barusan.
" tapi kalo di pikir pikir lagi, kira kira siapa yang berani gangguin anggota kita " gumam Agam.
" kita haru segera selidiki masalah ini gam, bahaya kalo sampe ada apa apa terjadi sama anggota yang lain " ucap Balin
" bener gam kayaknya ada yang suka sama kita, entah itu dari luar ataupun dari dalam lingkungan sekolah kita, karna firasat gue mengatakan bahwa nggak mungkin kalo bukan dari dalam lingkungan sekolah. Coba aja di pikir pikir siapa yang berani menyentuh anggota keluarga Adonis coba? " ucap Cavan.
" bener juga yang lo bilang Van. Bokap gue lagi nyelidikin masalah ini. Dan buat jaga jaga siapa tau bokap gue nggak nemuin pelakunya kan, kita juga harus bertindak. Gue nggak mau kalo harus ada korban lagi " sahut Endra
" besok gue akan bergerak. Gue bergerak sendiri dulu biar orang itu nggak curiga. Yang lain biar mata matain aja dari jauh gimana? atau llo aja yang bergerak Lex? "
" ya udah berarti besok gue yang akan bergerak, sekarang kita pulang biarin Endra istirahat dulu "
Akhirnya mereka semua pamit untuk pulang, tapi belum sempat Alex beranjak pergi dia di panggil oleh Endra.
" Lex jangan dulu pulang, gue mau ngomong sama lho "
" ya udah guys kalian pulang dulu aja. Gue nyusul, kalian hati hati di jalan " ucap Alex yang di balas okay oleh semua.
" kenapa? "
" lho tau saudara gue Caira kan? " tanya Endra hati hati
Alex hanya mengangkat satu alisnya yang menandakan bahwa dia tidak tahu apa yang di maksud oleh perkataan Endra barusan.
" ahh lo pura pura nggak tau Lex " kesal Endra yang tak puas melihat raut wajah Alex
" gue tahu saudara lho si Caira itu, tapi maksud lho apa tanya itu ke gue? Apa hubungannya sama gue Endra,,,, "
" gini Lex, maksud kedatangan Caira sama sahabatnya kesini itu cuma mau dapetin lho. Gue cuma mau ngingetin sama lho hati hati, apa lagi lho lagi deket sama Arsha. Gue takut kalo terjadi apa apa sama cewek itu " jelas Endra
" hubungannya sama Arsha apa? " Lagi dan lagi Alex tak mengerti apa yang di sampaikan Endra padanya.
" Alex lo bego apa gimana si, lemot banget dah otaklo " kesal Endra
Sebelum Endra melanjutkan ceritanya dia menarik napas dalam dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan.
" gini Alex, Caira itu orangnya licik, gue sebagai saudaranya paham betul tingkah lakunya seperti apa. Dia suka sama lho dan dia bakal ngelakuin berbagai macam cara biar lho suka masa dia. Itu perihal nomor satu, perihal nomor duanya adalah,,,,,,," . Endra menjeda perkataanya agar Alex bisa mencerna ucapannya barusan. ",,,,,,,Lex gue tau lho suka sama Arsha, itu adalah perihal nomor dua. Kalo sampe Caira tau lho udah punya cewek, dia pasti bakal menghalalkan cara apapun supaya lho bisa jadi miliknya "
🎉
🎉
🎉
🎉
🎉
🎉