BARSHA

BARSHA
Ujian Akhir



Aku benar-benar tidak tau lagi bagaimana mau membalas ucapan dari Kesi barusan, dia sama sekali tidak bisa memberikan solusi apapun padaku dan hanya membuat kepalaku semakin pusing saja dibuatnya saat itu.


Sehingga aku hanya bisa mengurut keningku dengan pelan beberapa kali dan menggelengkan kepalaku saat itu, menanggapi orang seperti dia hanya akan membuat aku terus naik pitam dalam setiap detiknya.


"Heh.... Barsha kenapa kau tidak menjawabku?" Ucap Kesi bertanya lagi padaku saat itu.


"Bagaimana aku akan menjawab mu, ucapanmu itu sama sekali tidak masuk akal untukku, aishh...kau benar-benar menjengkelkan sekali, sudah lah jangan membahas Jepri lagi, persetan dengannya, hanya membuat aku kesal saja." Gerutuku saat itu.


Aku segera membuka alat tulis ku dan mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh guru saat itu, semenjak aku sudah diajarkan rumusnya oleh Varel, kini aku juga sudah bisa mengerjakan soal dengan lebih mudah dibandingkan sebelumnya, pembelajaran yang diberikan oleh Varel kepadaku benar-benar sangat manjur.


Berkat dia aku tidak perlu mencontek lagi pada teman yang lain dan tidak perlu bersusah payah lagi untuk menyelesaikan soal yang kadang membuat aku jengkel dalam setiap saat, kini aku bahkan bisa menyelesaikan ujianku dengan waktu yang cukup cepat, bahkan Jesi sendirian terperangah menatap ke arahku saat aku berdiri untuk mengumpulkan jawabanku yang sudah selesai.


"Heh, Barsha apa kau sudah selesai?" Tanya Kesi terlihat tidak mempercayai aku saat itu.


"Ya, aku akan menunggumu di luar, cepatlah selesaikan soalnya itu." Balasku kepadanya dengan santai dan terus berjalan menghampiri guru saat itu.


"Barsha kenapa kamu ke depan waktunya masih tersisa dua puluh menit lagi." Ucap Bu guru kepadaku.


"Aku sudah selesai bu," balasku sambil mengumpulkan kertas soal yang sudah aku kerjakan seluruhnya, sesuatu dengan apa yang aku ketahui saat diajarkan oleh Varel sebelumnya.


"Astaga...Barsha kamu jangan bercanda, kamu harus mengerjakan soal ujianmu dengan benar, ini adalah ujian akhir yang akan menentukan apakah kamu akan lulus dari sekolah ini atau tidak, jadi tolong kamu periksa lagi dengan teliti, jangan sampai kamu tidak lulus karena kemalasanmu untuk memeriksa ataupun mengerjakan soalnya." Ucap wali kelas kepadaku.


Aku bahkan harus menghembuskan nafas dengan lesu untuk menjawab ucapan dari wali kelasku saat itu, yang mana dia terus saja tidak mempercayai apa yang aku katakan padanya, padahal saat itu aku memang sudah menyelesaikannya dengan cepat, bahkan aku sudah memeriksa semua jawabannya itu beberapa kali, aku pikir akan ada anak lain lagi yang bisa menyelesaikan tugasnya lebih dulu sebelum aku, dan saat aku menunggu ternyata ada Tisa sang juara kelas yang sudah selesai mengerjakan soalnya hingga ketika dia maju ke depan aku pun segera ikut maju untuk mengumpulkan jawaban milikku namun saat Tisa sudah di persilahkan ke luar aku justru malah ditahan seperti ini dan sama sekali tidak dipercaya oleh wakil kelasku sedikit pun saat itu.


Aku benar-benar merasa kesal dan sudah sangat tidak mood untuk menjawab ucapan wali kelas, tetapi mau bagaimana lagi, tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain dari menghadapinya.


"Bu aku benar-benar sudah menyelesaikan semua soal ku dengan benar, kau bisa memeriksanya jika kau tidak percaya." ucapku kepadanya sambil memberikan soal yang sudah aku jawab semuanya.