
" tumben banget nggak sih buk Siti itu mau bekerjasama sama kita " ucap Faizah yang sedang berjalan menuju kantin bersama ketiga sahabatnya itu, ya kini sudah masuk waktunya istirahat pertama setelah melewati hari yang cukup panjang bersama pembelajaran sejarah.
" mungkin dia juga udah tahu kebusukan kepala sekolah itu tapi dia nggak berani ngadu "
" bisa jadi si, tapi kalo emang mungkin kenapa bisa gitu ya "
" kejahatan yang dia lakuin itu nggak cuma masalah itu Ca, tapi banyak bahkan sampe keluar dari sekolah ini tapi bang**d nya lagi dia bawa bawa nama sekolah ini "
" gilak si kalo gitu, nggak habis pikir siapa si yang udah buat dia jadi kepala sekolah disini "
" nggak tahu juga, walaupun papa gue adalah pemilik sekolah ini tapi bukan dia yang bertanggung jawab atas semua itu. Masalah guru ataupun kepala sekolah papa gue nggak ikut ikutan "
Ya BARSH HIGH INTERNASIONAL SCHOOL adalah sekolah milik ayah Arsha (REAL !! 100% MILIK VERNON)
" pokoknya sebelum kita lulus kita harus udah bisa mengungkap masalah disini Sha "
" gue pastiin itu "
Kini mereka sudah berada di dalam kantin, mereka memilih untuk berhenti membahas masalah si kepala sekolah itu takut ada yang mendengar ataupun menyimak cerita mereka.
Seperti biasa Caera lah yang memesan makanan sedangkan yang lain hanya tinggal duduk manis menunggu kedatangan pesanan mereka. Sedang asik menunggu tiba tiba saja Caira datang kemeja dimana Arsha, Faizah, dan Inggrid duduk bersama Selvia. Melihat hal itu ketiganya diam saja seolah olah tidak ada orang yang ikut bergabung disana.
" Sha " panggil Caira tapi tidak dihiraukan oleh sang pemilik nama.
" Sha " kali ini Caira meninggikan panggilannya.
" brisik tahu nggak, ini tu kantin bukan hutan " gertak seseorang dari arah belakang Caira, ya dia adalah Alex, dia datang bersama sahabatnya yang lain menuju tempat dimana ada Arsha disana.
Caira yang mendengar suara Alex seketika saja menoleh, dia mengukir senyum seribu watt kepada Alex. Bukannya membalas senyum Caira dia malah kembali menggertak Caira.
" Caira........ (jeda beberapa menit) lho tahu bedanya lho sama sampah? " tanya Alex menahan rasa jijik karna Caira tidak menurunkan senyumnya barang sedetik saja.
" salah "
" terus yang bener apa dong "
" NGGAK ADA BEDANYA !!" Alex sedikit menekan nada bicaranya.
Mendengar jawaban menohok Alex dengan tidak sadar Caira menendang kursi yang ada disana sampai mengenai Caera yang baru saja tiba dengan membawa dua mangkok bakso yang masih panas. Alhasil Caera jatuh tersungkur dan terguyur kuah bakso yang masih panas.
Melihat hal itu semua sontak berdiri melihat keadaan Caera, disana keadaanya benar benar tidak karuan, disini Balin segera menghampiri Caera yang terlihat biasa saja, tapi nyatanya dia begitu syok juga menahan rasa sakit dan panas akibat kuah bakso agar semua orang tidak panik pikirnya.
Caira yang masih tidak sadar hanya berdiri mematung di tempat yang sama. Melihat keadaan Caera yang sangat mengenaskan rahang Balin mengetat menandakan ada amarah yang luar biasa besar sedang dia tahan.
Dengan gerakan yang pelan tapi pasti dia berjalan kearah Caira yang masih berdiri mematung.
" lho.... " ucap Balin sembari menunjuk wajah Caira.
" ada dendam apa lho sama pacar gue HAH!!! " disini Balin sudah tidak menahan amarahnya. Melihat hal itu Alex dan yang lainya mencoba untuk menahan Balin.
" lepasin gue, gue mau balas perbuatan dia sama Caera " ucap Balin berontak.
" Balin " panggil Caera lirih, dia tidak mau semua kena masalah dan harus berurusan dengan guru BK
Mendengar panggilan itu seketika badan Balin lemas, dia sekarang sudah tidak memperdulikan Caira yang masih berdiri mematung tapi dengan keadaan menangis.
" sakit " lirih Caera kepada semua disana yang sedang berusaha membersihkan tumpahan bakso tadi.
" Bal cepet angkat Caera, bawa dia kerumah sakit sebelum lukanya tambah parah " jerit Faizah ketika mendapati luka di lengan Caera sudah melepuh.