BARSHA

BARSHA
#18



Setalah sampai di rumah, Arsha bergegas mandi dan langsung menuju rumah sakit. Tidak lupa dia juga membawa beberapa buku yang tadi dia beli bersama Alex, dia juga tidak lupa untuk membawa buku novel yang sempat Alex beri padanya.


Arsha segera menuruni tangga setelah dia selesai membereskan buku yang akan dia bawa, belum sampai di lantai bawah tiba tiba telfonnya bergetar. Dengan cepat mengambil dan mengangkat telfonnya.


" halo bang " Shail ternyata yang menelfon Arsha.


" beneran bang "


" oke kalo gitu Arsha segera nyusul ke rumah opa bang "


Arsha menutup telfonnya, dia kembali naik dan menaruh semua buku yang sempat akan dia bawa. Dia kemudian bergegas turun kembali.


Dilajunya sekuat tenaga menembus padatnya jalan, Arsha kini sedang menuju rumah Hartomo karna Shail berkata kalau kakeknya sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah.


Arsha kini sudah sampai di halaman rumah kakeknya, rumah yang tak kalah megah dari rumahnya kini sudah berdiri di hadapannya. Terlihat disana Vernon sedang berdiri menunggu kedatangan Arsha.


" hallo Pa " teriak Arsha sembari turun dari motornya, dia kemudian berlari kecil ke arah Vernon.


" ayo cepat masuk, opa sudah menunggu mu sejak tadi "


Vernon dan Arsha akhirnya masuk bersama. Setelah sampai di depan kamar Hartomo, Arsha mengetuk pintu pelan *tok.....tok....tok.... Suara pintu di ketok.


Pintu terbuka, disana sudah ada Berryl, Shail, Ardian, Hartomo juga dua orang perawat dan satu orang dokter. Disitu Hartomo sedang di periksa oleh dokter, dokter hanya memastikan bahwa keadaan Hartomo sudah benar benar pulih. Itu semua juga karna perintah dari Vernon.


" Arsha, sini mendekat " ucap Hartomo ketika dia sudah selesai diperiksa kemudian Arsha mendekat.


" kamu sudah besar dan tumbuh menjadi gadis yang baik dan cantik "


" terimakasih opa. Jangan pernah sakit lagi seperti kemaren oke, itu membuat hati Arsha sakit " pintanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" opa sudah sehat Arsha. Emmmm bagaimana setelah ke lulusanmu kita pergi berlibur bersama. Hanya ada kita berdua, kau dan opa " Hartomo sangat tahu betapa berharga dirinya di mata Arsha. Setelah kehilangan opi yaitu adalah istrinya, Arsha selalu di selimuti awan gelap jika sudah bersangkutan dengannya apa bila sampai terjadi apa apa.


" janji " ucap Arsha sembari menyodorkan jari kelingkingnya, Hartomo membalas sodoran jari kelingking Arsha kemudian menyilangkannya.


" janji "


* disisi lain


Endra sedang mengemasi barang barangnya, hari ini sudah tidak ada alasan yang dapat menahannya untuk berlama lama berada di dalam rumah sakit. Kini kondisinya sudah benar benar pulih total, dia sudah sehat seperto sedia kala.


' aku harap ini adalah keputusan terbaik yang sudah Tuhan berikan padaku ' batin Endra yang masih mengemasi barang barangnya.


" sudah selesai " tiba tiba saja datang seseorang masuk menerobos pintu dengan begitu saja. Dia adalah Sarah ibunya Endra.


" udah ma. Yok pulang " ajak Endra.


Endra dan juga Sarah akhirnya pergi menuju rumah. Setelah sampai dirumah Endra merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia masih enggan pulang kara dia selalu jengah untuk kembali bertemu dengan Caira.


' apa gue telfon Alex aja ya biar dia bisa temenin gue disini. Tapi kalo dia ada disini pasti si Caira juga bakal betah bnget disini ' setelah menimbang hal tersebut Akhirnya Endra memutuskan untuk kembali terlelap. Niatnya untuk mengajak Alex datang kerumahnya adalah hal yang bodoh.