BARSHA

BARSHA
#1



Di taman belakang sekolah yang sunyi dan sepi, hanya ada suara angin yang iringi suara gitar dari gadis yang berparas cantik yang mampu membuat siapapun terpesona melihat kecantikannya.


Arsha sedang bermain gitar di temani oleh Alex si ketua osis tampan yang entah kenapa hari harinya kini sudah dihiasi oleh perasaan yang tidak karuan jika sehari saja tidak melihat paras cantik dari seorang Barsha Beatarisa. Hari hari yang biasanya di penuhi dengan emosi gara gara ulah gadis yang kini sedang memainkan melodi merdu yang akan membuat siapapun terpesona dengan permainan gitarnya itu kini berubah setelah dia tahu bahwa Arsha merupakan seorang gadis yang penyayang, tenang, dan akan berubah menjadi manja jika sudah berada di dekat para abngnya, tapi terkadang dia juga akan menjadi sangat garang seperti singa yang terbangun dari tidurnya karna terganggu, tapi itu tidak akan membuat Alex ragu untuk mencintainya. Ya Alex kini lebih dekat dengan Arsha, begitupun dengan Arsha dia tidak keberatan sama sekali jika Alex harus sedekat itu bersamanya. Menurut Arsha, Alex adalah pria yang penyayang dia juga sangat sabar menghadapi tingkah lakunya yang bisa berubah ubah suatu saat. Tapi perasaanya berbeda dengan perasaan yang dimiliki oleh Alex, dia menganggap bahwa Alex adalah abang yang bisa melindunginya, hanya sebatas perasaan itu.


" Sha, Lo tunggu sini dulu ya gue ada urusan sama anggota osis yang lain. Jangan kemana mana ya tunggu gue balik kesini oke, gue nggak akan lama kok " pamit Alex yang hanya di angguki oleh Arsha.


Karena merasa tidak nyaman berada sendiri di taman akhirnya Arsha meminta teman temannya untuk datang.


Tak lama kemudian ketiga temannya tiba di taman belakang sekolah, meraka tidak hanya sekedar datang, mereka juga membawa beberapa makanan untuk Arsha dan untuk mereka juga.


" hallo my queen, sendiri aja " ucap Faizah kepada Arsha.


" gue di tinggal sama Alex, katanya lagi ada urusan sama anggota osis yang lain. Biasalah orang sok sibuk gitu. Udah udah sini pada merapat gue mau bawain satu lagu kesukaannya si Caera "


Sontak Caera langsung bersorak, karna lagu yang dimaksud oleh Arsha merupakan lagu yang sangat dia sukai yaitu lagu Lily dari Alan Walker.


Mereka akhirnya bernyanyi sampai tidak menyadari kedatangan Alex bersama para sahabatnya yang lain. Alex dan yang lain akhirnya ikut bergabung bersama dan mereka bernyanyi bersama sama sampai larut sore.


" guys dah sore nih yok pulang aja, kasian cewek cewek takut di jalan pulang ada apa apa " ujar Balin yang disadari oleh Arsha.


" eh iya ya, kita keenakan disini jadi lupa waktu. Ya udah yok pada pulang apa kita mau nge-cam aja di sekolah itung itung kita jagain sekolahan " ucap Arsha yang di akhiri oleh gelak tawa.


Mereka yang mendengar ucapan Arsha hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala. Akhirnya mereka membereskan sisa jajan dan juga membuang sampah pada tempatnya.


15 menit kemudian Arsha tiba dirumahnya. Dia menyandarkan motornya di garasi bersama dengan mobil mobil mewah yang berjajar rapi disana. Setelah memarkirkan motornya, bia berjalan menuju ruang makan melewati pintu belakang. Sebelum dia masuk, dia melihat abangnya yaitu Ardian abang keduanya sedang duduk di halaman belakang sambil membaca buku. akhirnya dia menghampiri Ardian dan mengurungkan niatnya menuju ruang makan.


" sendiri aja bang " ucap Arsha sembari mendudukkan bokongnya di sebelah Ardian.


" ehh dek, kok baru pulang udah jam segini "


" iya tadi keenakan main bareng temen bang, sendiri aja yang lain kemana bang? "


" mama lagi masak di dapur dek, kalo papa belum pulang, kalo bang Shail,,,,,,,, ". Jeda Ardian sembari berfikir kemana perginya kakak tertuanya itu. " emm nggak tau kemana dek, belum pulang juga deh kayaknya" sambung Ardian yang hanya di balas anggukan kepala oleh Arsha.


" dek, masuk gih sana orang pulang pulang bukanya mandi kek malah nyamperin abang kesini "


Ardian adalah satu satunya orang yang mampu membuat Arsha menjadi penurut, penyayang dan juga manja. Berbeda jika bersama Shailendra, dia begitu tegas mengajari Arsha agar menjadi wanita yang kuat dan tangguh. Dia tau betapa menawan dan cantiknya adik perempuan satu satunya itu dan sudah bisa di pastikan akan ada banyak sekali laki laki yang menggodanya. Maka dari itu dia sangat tegas terhadap Arsha untuk berlatih bela diri.


" sini abang pijitin, kasian banget si dek. Emang habis ngapain coba kok bisa sampe kepegelan gini " tanya Ardian sambil memijat pundak Arsha.


" tadi habis main gitar bang, ngada yang mau gantian lagi. makanya tangan Arsha jadi pegel pegel gini " jawab Arsha


" loh jadi ini yang pegel tangannya aja apa sama badan badannya si "


" ya semuanya bang, hehe " kekeh Arsha


Saking asiknya Arsha dan Ardian, mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka dari balik pintu besar. Ya dia adalah ibu Berryl istri dari Vernon orang paling kaya nomor dua di dunia.


Berryl hanya tersenyum melihat tingkah kakak beradik yang satu ini, kelakuan Arsha yang akan sangat manja jika sudah berada di dekat Ardian akan terlihat sangat lucu dimatanya.


" ma, lagi liatin apa si "


Suara Vernon berhasil membuat Berryl kaget bukan kepalang, rasanya seperti nyawa Berryl ingin keluar dengan paksa dari dalam raganya.


'pletakkkk..... ' satu sentilan berhasil mendarat dengan sempurna di dahi Vernon. Vernon hanya mengengir kuda sembari mengusap usap bekas sentilan dari istrinya itu. Romantis sekali bukanπŸ˜–


" pa bisa nggak si nggak usah ngagetin mama, coba kalo jantung mama jatoh! Papa mau apa. Mungutin buat mama hemmm? " kesal Berryl yang langsung meninggalkan Vernon yang masih kesakitan akibat sentilan darinya.


πŸŽ‰


πŸŽ‰


πŸŽ‰


πŸŽ‰


πŸŽ‰