BARSHA

BARSHA
#15



Setibanya di apartemen, Alex tak kunjung menurunkan senyuman dari wajahnya. Hari ini benar benar hari yang melelahkan baginya, sudah di rundung awan hitam tiba tiba saja pelangi muncul secara tiba tiba.


" bahagianya aku " teriak Alex di dalam apartemennya seperti orang kesurupan.


Alex terus saja membayangkan betapa manisnya senyum malu malu yang di tampakkan Arsha ketika dia juga menyatakan cintanya. Benar benar hari yang sangat melelahkan.


*disisi lain


" Ndra, gue nggak mau tahu gimana caranya lho besok harus bujuk Alex supaya dia nerima cinta gue " kekeh Caira.


" ya gue nggak bisa janjiin itu, perasaan orang itu nggak bisa di paksa Ca "


" ya gue nggak mau tau Endra, lho harus bisa ngebujuk Alex "


Jengah karna terus di paksa Caira agar dia membujuk Alex supaya dia mau menerima cintanya, Endra memutuskan kembali terlelap. Dia tidak memperdulikan celotehan Caira yang terus saja memintanya agar Alex menerima cintanya.


Ya, Endra masih di rawat di rumah sakit. sebenarnya dia sudah di perbolehkan pulang, namun dia masih enggan untuk kembali ke rumah. Bagaimana tidak enggan, Caira pasti akan keluar masuk rumahnya begitu tahu dia sudah pulang. Keinginannya untuk mendapatkan cinta Alex benar benar besar, dia tidak ragu jika harus melakukan hal apapun hanya demi cintanya, bukan cinta sebetulnya tapi opsesi.


Alexi Arseno, ketua osis di BARSH HIGH INTERNASIONAL SCHOOL. Pria tampan dan juga gagah, anak dari pasangan Arya Benjamin dan Alma Rahma. Arya sang ayah merupakan tentara yang sedang di tugaskan di Amerika, sedangkan Alma sang ibu merupakan seorang model terkenal. Bukan hanya itu mereka juga mempunyai satu perusahaan yang sudah terkenal dimana mana yaitu Al DIAMON GRUP, ini adalah sebuah perusahaan berlian terbaik dan terbesar ke 2 setelah perusahaan milih Ardian.


Bagaimana tidak merasa teropsesi jika Alex sebegitu sempurnanya. Mungkin jika orang orang tahu tentang Alex khususnya wanita, mereka juga pasti sama seperti Caira, mereka akan tergila gila padanya, dan mereka akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan cinta dari seorang Alex.


" Ndra " panggil Caira


" ERLAMBANG ENDRA ESTIAWAN!! " panggil Caira lagi sambil berteriak kencang.


" mending lho pulang " jawab Endra pelan


" sebelum lho jawab iya gue nggak akan pulang Endra "


" CAIRA LHO MENDING PULANG !! " teriak Endra yang sudah muak dengan perilaku Caira, dia juga sangat terganggu akan kehadirannya disini.


Mendapati teriakan seperti itu, Caira akhirnya keluar. Dia membanting pintu dengan sangat keras ketika ia hendak menutupnya.


" dasar jala** tidak tahu malu, tahu begini kemaren kau aku lempar di laut untuk santapan hiu hiu yang sedang kelaparan. Sudah membuat orang menderita sampai masuk rumah sakit dan dengan tidak tahu malunya memaksa orang untuk membujuk orang lain agar cinta padanya, memang benar benar sudah gila kau Caira, dimana letak otakmu itu. Seharusnya kau akan pintar jika masih sekolah di Amerika sekarang " gerutu Endra.


Bukan karna Caira adalah saudara nya sendiri dia akan mendukung semua yang dia lakukan tidak, dia malah merasa malu mempunyai saudara seperti Caira. Terkadang Endra tidak hapis pikir dimana letak otak yang tuhan berikan secara cuma cuma kepadanya, apakah dia sudah membuangnya jadi dia tidak bisa berfikir dengan jernih dan benar atau hanya dia jadikan sebagai hiasan saja di dalam otaknya itu. Tapi tak jarang juga Endra merasa kasihan kepada Caira, sudah sejak kecil dia tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tuanya.


Ibunya meninggal akibat kecelakaan maut ketika Caira baru berusia 11 bulan, dan ayahnya di penjara akibat kasus narkotika dan juga kasus kerupsi dan sampai pada akhirnya ibu Endra lah yang berbaik hati untuk merawat Caira.


Memang terkadang jika orang sudah terobsesi itu tidak bisa menggunakan akal sehatnya.


' kalau bukan karna ibu gue, udah gue bunuh dari dulu lho ' batin Endra yang akhirnya dia memutuskan untuk kembali tidur.